
Nara berbelanja cukup banyak dengan uang pribadinya. Siang itu ia mengunjungi keluarga Bastian dan membawa banyak bingkisan untuk keluarga Bastian. Tentu saja semua tanpa sepengetahuan Kai.
"Nara kau sudah menikah dan sekarang kau terlihat begitu cantik. Ibu takut memeluk mu"
"Takut kenapa Bu?"
"Takut jika baju mu nanti kotor "
"Jangan begitu Bu, saya masih Nara yang dulu"
"Jangan terlalu sering kemari Nara, kau sudah menjadi milik tuan kaya itu"
Nara mengangguk sedih matanya berkaca-kaca memandangi wajah tua ibu Bastian. Keluarga Bastian memang sederhana ibunya hanya berjualan sayur di pasar tradisional bersama ayahnya. itu pun mereka juga tidak memiliki lapak tetap.
"Bu kalau begitu Nara pamit"
Ibu Bastian melepas Nara sambil menangis, seolah terakhir kali ia akan bertemu Nara. Ia juga takut dan segan kalau suami Nara tidak suka dengaan pertemuan mereka.
Setelah dari rumah keluarga Bastian, Nara lanjut bertemu Selin. Ia sengaja tidak buka toko hari itu karena besok baru tiba bunga-bunga yang ia pesan dari luar kota.
Nara dan Selin bertemu di cafe D&J untuk makan siang. kebetulan cafe itu terletak tidak jauh dari kantor tempat Selin bekerja.
"Sel makanan disini mahal apa kau tidak sayang dengan uang mu?" tanya Nara begitu mengamati menu beserta harganya.
"Nara...kau sudah menjadi istri konglomerat jadi hentikan sikap lugu mu itu"
Nara memesan segelas jus jeruk dan spaghetti. Selin memesan steak dan jus apel.
"Bagaiman kabar pernikahan mu? apa dia masih bersikap dingin pada mu?"
"Dia memang begitu aku rasa itu sudah wataknya"
__ADS_1
"Lalu apa kau akan melanjutkan kasus Bastian?"
"Entahlah aku bingung Sel. Aku tadi dari rumah Bastian bertemu keluarganya"
"Nara untuk apa kau kesana? jika suami mu tahu aku rasa ia akan marah"
"Aku hanya menemui mereka untuk terakhir kalinya, aku ingin melihat kondisi ibu Bastian"
Selin bisa melihat kesedihan di mata Nara, ia tahu pasti Nara baru saja bernostalgia dengan kenangannya bersama Bastian dulu.
"Kalau menurutku lanjutkan kasus Bastian, masukan kembali laporan mu ke polisi"
"Begitu ya? tapi suamiku tidak mau aku tersangkut kasus hukum apapun"
"Kau diam saja jangan beritahu apapun padanya"
Rupanya Selin tidak berpikir panjang bahwa segala informasi apapun tentang Nara, Kai pasti tahu.
***
"Baik tuan"
"Pergi sekarang temui dia dan pastikan Nara sampai di rumah sebelum aku pulang"
"Baik tuan"
Hendra bergegas menemui Selin di kantor tempat kerja Selin. Perusahaan itu kecil saja tidak cukup besar.
"Aku ingin bertemu Selin"
"Baik akan saya panggilkan Selin segera"
__ADS_1
Hendra menunggu di loby, tidak berapa lama seorang gadis tiba di hadapannya dengan wajah takut. sepertinya ia baru saja kena marah atasannya karena membuat Hendra sekretaris utama Admaja Group terlihat kesal.
"Nona Selin saya peringatkan anda jangan ikut campur urusan nona Nara. silahkan berteman dengannya tapi jangan mencampuri apapun atau...." Hendra menyeringai membuat Selin gemetar.
"Kau tak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada mu nona..."
Hendra bergegas pergi, ia yakin Selin tidak akan berani macam-macam lagi.
Sementara Kai tiba di rumah dan mencari keberadaan Nara.
Gadis itu muncul dari dapur dengan segelas teh di tangannya. Kai menatapnya dengan sorot mata tajam. Nara meletakkan gelas berisi teh itu di atas meja.
Kai menarik lengan Nara dan membawanya menaiki tangga menuju kamar Kai.
Nara pontang panting mengikuti langkah Kai.
ceklek...! handel pintu di tutup dan terkunci.
Nara diam gemetar bersandar di dinding kamar. Kai melepas jas dan Dasinya. Ia lalu menggulung lengan kemejanya dengan santai. Wajah tampannya menyiratkan kemarahan yang besar.
"Kenapa kau bandel sekali Nara? kau berani membangkang pada ku?" bisik Kai sembari mencengkram dagu Nara.
"Saya tidak mengerti..." kata Nara terbata-bata.
Kai tersenyum kecil, dan menatap bola mata Nara. Baru untuk pertama kali Nara benar-benar melihat wajah Kai sedekat itu. Matanya, iya sorot mata laki-laki itu menunjukan kepedihan, kesepian, dan rasa sakit.
Ada apa dengannya? bukankah keluarganya begitu baik dan hangat kenapa ia terlihat begitu menyedihkan?
"Kenapa kau masih peduli dengan laki-laki yang bahkan sudah tidak ada lagi di bumi ini?"
Nara memejamkan matanya, ia baru menyadari kebodohannya. Kai pasti tahu tadi Nara kemana saja. Ia mengunjungi keluarga Bastian dan bertemu Selin.
__ADS_1
"Apa yang bisa membuat mu diam dan tidak membangkang lagi pada ku? akan ku buat kau tidak lagi mengingat masa lalu mu!"
Kai menarik Nara dan membanting tubuh Nara di atas ranjang besarnya. Nara tidak bisa mengartikan senyum dan tatapan mata Kai saat itu. Ia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya.