
Tuan Bram Admaja dan tuan Wang duduk bersama di ruang tengah. Keduanya terlihat serius membicarakan bisnis yang sedang mereka jalin bersama. Bisnis itu beresiko besar , tuan Bram pun tak mau rugi. Ia meminta tanggal pertunangan anak mereka di segerakan.
Tuan Wang setuju saja, ia ikut rencana tuan Bram bahwa bulan depan anak mereka akan bertunangan. Yakni Aska dan Shanon. Nyonya Ariani yang mendengar percakapan itu terlihat diam seribu bahasa. Ia tahu putranya tidak mencintai Shanon. Bibi Jang yang juga sedang berdiri di samping nyonya Ariani hanya bisa menghela napas melihat majikannya.
"Bibi Jang, apa yang harus aku lakukan?"
"Nyonya saya sudah tua, sudah tidak bisa membantu memberi saran seperti dulu. Semakin tua usia, saya semakin takut banyak salah"
"Apa Aska sudah pulang?"
"Tuan muda pergi sejak tadi dan belum kembali"
Nyonya Ariani melangkah pergi menuju kamarnya. Ia duduk dan merenung tentang Aska.
Tuan Bram muncul dan mengecup kening istrinya itu. "Kenapa merenung mam?" tanya nya sembari melepas jas yang di kenakannya.
"Hanya memikirkan Aska, dia belum pulang sejak tadi"
"Oh ya ma bagaimana menurutmu pertunangan Aska dan putri tuan Wang akan di percepat"
"Benarkah?" Nyonya Ariani pura-pura tidak tahu pembicaraan suaminya dengan tuan Wang.
"Bulan depan aku rasa waktu yang tepat untuk menggelar pesta pertunangan secara besar-besaran"
"Tapi pa...Aska belum..."
"Belum apa? paasti dia setuju saja. Lagi pula hubungan Aska dan Shanon sepertinya semakin dekat"
Nyonya Ariani terdiam ia tidak lagi mendebat suaminya karena pasti percuma.
__ADS_1
***
Aska mengajak Raya untuk makan malam. Selesai makan malam keduanya memilih melihat bulan yang sedang bersinar terang.
"Raya..."
"Hmmm..."
"Aku mencintaimu" kata Aska sembari menatap bulan di langit lalu beralih ke wajah Raya. Gadis itu tersenyum malu,
"Kau banyak berubah ya..." kata Raya, ia tidak perlu membalas ungkapan cinta dari Aska karena Aska pasti sudah bisa merasakan cinta Raya padanya.
"Berubah? apa aku terlihat semakin tampan?"
"Bukan itu...tapi kau terlihat lebih dewasa di banding dulu"
"Memang aku dulu seperti apa?"
"Hah jadi aku sejelek itu di matamu dulu?"
"Benar....." kata Raya menahan tawa.
"Baiklah, kau juga banyak berubah"
"Aku berubah? sepertinya dari dulu aku tetap pribadi yang sama"
"Hei kau sombong sekali memuji diri sendiri, kau berubah semakin cantik dan aku suka itu"
"Kalau kau suka wanita cantik kenapa kau tidak tertarik dengan para wanita cantik yang ada di sekelilingmu selama ini?"
__ADS_1
"Ah tidak karena mereka tidak ada yang seperti mu"
"Sudah malam ayo kita pulang" Raya menggamit lengan Aska yang baru saja berdiri dari duduknya. Keduanya berjalan menuju mobil yang terparkir di pinggir jalan.
Didalam mobil sejak tadi Raya tersenyum sembari memandangi wajah tampan Aska. Ia menguatkan hatinya jika suatu hari cinta mereka tidak bisa bersama. Tapi paling tidak Raya akan berjuang untuk bersama dengan Aska. Asalkan Aska melakukan hal yang sama yaitu memperjuangkan cinta mereka.
Aska mengantarkan Raya pulang ke runahnya lalu ia bergegas pergi dengan mobilnya. Aska menemui Tan di sebuah bar.
"Bagaimana? apa kau sudah tahu siapa yang mengikutiku?" tanya Aska sembari meneguk minuman di gelasnya.
"Sepertinya anak buah tuan Hyuk"
"Kau serius? apa itu berarti ayahku yang menyuruh mereka mengikuti pergerakanku?"
"Saya rasa begitu tuan"
"Jadi ayahku sudah tahu hubunganku dengan Raya?"
"Benar tuan"
Aska pulang kerumah setelah bertemu Tan di bar. Ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.
"Aska..." suara tuan Bram menghentikan langkah Aska.
"Iya pa"
"Papa dan mama ingin bicara"
Aska mengekor mengikuti langkah kedua orang tuanya menuju ruang tengah. Ketiganya duduk di sofa mewah yang terasa nyaman. Nyonya Ariani diam tidak berbicara sepatah katapun. Ia memandangi putranya dengan gelisah.
__ADS_1
"Aska, sudah di putuskan bulan depan kau akan bertunangan dengan Shanon"
Aska termangu ia memandang ibunya yang memperlihatkan sorot mata tidak berdaya karena tidak bisa berbuat apa-apa. Keputusan mutlak di tangan ayahnya. Aska terdiam mencerna kalimat yang ayahnya bicarakan barusan. Bertunangan bulan depan.