Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 41 Menjenguk Shanon


__ADS_3

Aska terlihat gelisah dan lebih banyak diam setelah melihat Raya kemarin di pusat perbelanjaan. Sepertinya kali ini Raya bisa saja benar-benar ada hubungan dengan Rama.


"Tan cari tahu sejauh mana hubungan mereka"


"Baik tuan"


"Tuan muda, nona Shanon sedang tidak enak badan. Apa anda ingin melihatnya?"


"Benarkah? dia bisa sakit? baiklah nanti sore kita mampir ke rumah paman Wang"


"Baik tuan"


Sepulang bekerja Aska diantar Tan menuju rumah Shanon. Aska ingin melihat gadis itu sakit apa. Tuan Wang pemilik rumah menyambut kedatangan Aska dengan gembira. Ia bahkan mengajak Aska makan malam bersama dengan keluarganya.


"Saya akan melihat Shanon dulu paman, katanya ia sakit"


"Benar Shanon sedang tidak enak badan. Naiklah ke kamarnya"


Aska di ikuti Tan menaiki anak tangga menuju kamar Shanon. Ia mengetuk pintu beberapa kali hingga terdengar suara parau.


"Masuk" Aska berjalan memasuki kamar Shanon. Kamar itu sangat modis banyak barang-barang wanita disana. Dinding kamar di cat berwarna biru muda membuat kamar itu terkesan luas dan nyaman.


Shanon tergolek di tempat tidurnya dengan piama pendek di atas lutut. wajahnya memang terlihat sedikit pucat.


"Hei kau pura-pira sakit?" Aska duduk di ranjang di samping Shanon yang berbaring.


"Aku senang sekali kau kemari, aku sedang tidak enak badan"


"Aku kira kau capung yang hilir mudik terbang kesana sini sesuka hatimu, kenapa bisa sampai sakit?"


"Enak saja kau menyamaiku dengan capung! aku bukan capung!"

__ADS_1


"Lalu apa?"


"Aku kupu-kuou cantik..." Aska menyeringai mencubit hidung Shanon.


"Aska maaf ya aku belum bisa membantumu mengembalikan Raya dalam pelukanmu. tapi aku sudah memasukkannya ke perusahaan ayah. Kurasa besok ia mulai bekerja disana"


"Sejujurnya aku ingin marah padamu, apa cuma sebatas ini kinerjamu membantuku?! tapi yasudahlah kau telah bekerja keras. Terimakasih ya nona kaya"


"Iya sama-sama tuan kaya!" keduanya tertawa. Entah kenapa ia nyanan berada di dekat gadis itu. Selama ini ia kira yang membuatnya nyaman adalah bersama Raya. Tapi untuk saat ini Aska dan Raya belum memungkinkan untuk bersama apa lagi menjalin hubungan dekat.


Aska hanya bisa mencegah pria yang berniat mendekati Raya. Tapi ia sendiri tidak bisa mendekatinya. Melalui Shanon ia bisa berbuat sesuatu untuk Raya.


"Aska..."


"Hmmm"


"Maukah kau memeluk ku?"


Shanon terlihat kecewa tapi Aska tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan nya. Anggota keluarga yang lain terlihat mengintip karena pintu kamar Shanon terbuka. Tuan dan Nyonya Wang terlihat gembira dengan perkembangan hubungan anaknya dengan anak konglomerat yaitu keluarga Aska.


"Nyamamn sekali...." gumama Shanon.


"Kau harus segera pulih agar bisa membantuku lagi...jika kau sakit begini aku jadi tidak bisa memantau Raya dan berbuat sesuatu. Nanti keburu dia di rebut pria lain"


"Iya baik, kau memelukku tapi kau juga mencekikku!"


Aska tersenyum ia mengusap kepala Shanon sebelum pergi.


***


Raya di terima bekerja di sebuah perusahaan besar. dan pagi itu adalah hari pertamanya bekerja di perusahaan yang baru setelah ia resign dari Admaja Group.

__ADS_1


Rama mengantarnya hingga depan gedung perusahaan. Raya bergegas masuk ke dalam dan menuju meja kerjanya. Sementara di luar gedung Rama berpapasan dengan shanon yang juga baru saja turun dari mobilnya.


"Hai..." sapa Rama. Shanon menoleh dan tersenyum.


"Hai..."


"Kau disini?" tanya Rama.


"Iya ini perusahaan ayahku"


"Kau sendiri kenapa disini?"


"Aku mengantarkan Raya...."


"Oh Raya bekerja disini?"


"Benar...."


Shanon mengangguk dan melangkah, tapi Rama menghentikannya.


"Apa rencanamu dan Aska?"


"Apa maksudmu?"


"Shanon, bukankah kau juga menyukai Aska lalu untuk apa kau membantunya untuk dekat dengan Raya?"


"Rama apa maksud mu?!"


"Shanon aku memahami dirimu yang terjebak di situasi ini tapi coba kau bayangkan jika akhirnya kau berhasil membantu Raya untuk bersama dengan Aska, apa kau yakin kau akan baik-baik saja melihat mereka bahagia?"


Benar juga kata Rama, mungkin aku akan hancur ketika melihat Aska berbahagia dengan Raya. Tapi saat ini aku tidak ada pilihan lain. Aku hanya ingin dekat dengan Aska meski hanya sebagai sahabatnya saja.

__ADS_1


__ADS_2