Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 21 Kalung Inisial R


__ADS_3

Pagi itu seperti biasanya, Raya bergegas berangkat ke tempat kerja. Ia menumpang ojek online untuk sampai ke kantor.


Sepanjang perjalanan menuju kantor, pikiran Raya melayang memikirkan Rama dan Aska. Jika di tanya siapa yang lebih baik sikapnya, jelas Rama yang terbaik tapi entah kenapa Raya tidak menemukan jawaban apapun di relung hatinya atas perasaan Rama padanya.


"Udah sampai nona" kata ojek online yang mengantar Raya.


"Eh sudah sampai ya, maaf " Raya segera turun dari motor dan mengulurkan lembaran uang untuk membayar ojek online. Ia merapikan rambutnya dan berjalan menuju ruang kerjanya.


Saat akan memasuki lift ternyata ia bertemu dengan Aska dan Tan asistennya. Raya ragu untuk memasuki lift tapi ia juga sudah kepalang tanggung dan tidak mau Aska sampai salah paham dengan sikap Raya.


Didalam lift tidak ada yang bicara atau bertegur sapa. Aska seperti biasa tidak menganggap keberadaan Raya. Dan detik itu Raya bertekad mengubur semua rasa sukanya pada Aska. Ia mulai mempertimbangkan Rama yang baik dan peduli padanya.


Pintu lift terbuka, Raya bergegas keluar lebih dulu. Ia berjalan cepat menuju meja kerjanya tanpa menghiraukan Aska.


Aska terkejut dengan sikap Raya. Ia menghentikan langkahnya dan memandangi Raya yang terlihat menata meja kerja dan menyalakan laptopnya.


"Tan, apa kau berpikir sama denganku?"


"Mungkin saja tuan"


***

__ADS_1


Rama pergi ke sebuah toko perhiasan. Ia sedang melihat-lihat perhiasan yang pas untuk ia berikan pada Raya. Dilihatnya gadis itu sama sekali tidak memakai aksesoris apapun. Terlihat polos saja.


Pandangan Rama terhenti pada sebuah kalung berwarna silver dengan liontin berinisial huruf R.


Pasti Raya senang memakainya, inisial R adalah namaku dan namanya.


Rama akhirnya membeli kalung itu dan berniat memberikannya pada Raya nanti malam sepulang bekerja.


Rama mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Raya.


Sepulang bekerja aku akan menjemputmu.


-Rama-


Okay..


Rama tersenyum senang, itu artinya ia mendapat sinyal dari Raya. Sepertinya perasaannya akan segera berbalas. Rama membeli kue untuk ia bagikan ke staffnya di kantor. Perasaannya sedang senang.


Sepulang bekerja Rama bergegas menuju salah satu perusahaan milik Admaja Group. Ia akan menjemput Raya. Rama menyelipkan kotak kecil perhiasan yang ia beli tadi siang di saku jasnya. Sambil bersiul senang ia keluar dari dalam mobilnya.


"Hai..." sapa Rama.

__ADS_1


"Hai, kau cepat sekali datang kemari" kata Raya sembari masuk ke dalam mobil Rama. Di kejauhan Aska memandang keduanya. Ia mulai kurang senang dengan pemandangan di hadapannya itu.


Wajah Aska terlihat kaku dan tidak bisa dipungkiri jika ia cemburu melihat Raya akrab dengab sahabatnya Rama.


Tan membukakan pintu mobil untuk Aska. Ia lalu menuju kursi kemudi.


"Tan ikuti mereka"


"Baik tuan"


Tan tidak perlu bertanya siapa yang harus dia ikuti karena setelah melihat dua sejoli Raya dan Rama mood tuannya sungguh berbalik seratus delapan puluh derajat.


Rama memarkir mobilnya di depan restoran. Ia sengaja menyiapkan dinner romantis untuknya dan Raya.


"Wow apa ini tidak berlebihan untuk sekedar makan malam?" tanya Raya setelah melihat buket bunga dan hiasan di meja serta alunan musik klasik yang di pendengarkan oleh violis di sisi meja.


"Tunggu dulu masih ada yang berlebihan satu lagi...." kata Rama dengan wajah berseri. Tangannya meraih ke dalam saku jasnya sebuah kotak perhiasan cantik.


"Ini untukmu, bukalah"


Raya terkejut melihat Rama mengulurkan kotak lecil perhiasan berwarna merah muda padanya.

__ADS_1


"Apa ini Ram?" Wajah Raya berubah panik. Diluar dugaan Rama yang mengira pasti Raya akan senang, malah sebaliknya. Raya terlihat marah pada Rama. Jangankan membuka kotak perhiasan itu. Menerimanya saja tidak.


Raya melenggang pergi, ia sendiri tidak tahu kenapa ia malah marah pada Rama yang begitu baik padanya. Apa ini pertanda hatinya belum sepenuhnya berpaling dan melupakan Aska.


__ADS_2