
"Kak tolong Deniz kak" Deniz gemetar dan wajahnya panik. Ia berdiri di depan meja kerja Kai.
Sementara Kai duduk tenang di kursi kerjanya sembari menelaah cerita Deniz.
"Kau tenanglah akan ku bereskan nanti, sekarang pulanglah ke rumah papa dan mama temani mereka"
"Baik kak, tapi bagaimana kalau keluarga pria itu menuntut ku?"
"Kakak pastikan itu tidak akan terjadi"
"Terimakasih kak, aku sungguh beruntung menjadi adik mu" Deniz memeluk Kai dengan haru.
"Kau jangan cerita apapun soal ini pada papa atau mama"
"Iya kak"
Deniz bergegas pulang ke rumah orang tuanya yaitu Aska dan Raya. Ia akan menghabiskan libur semesternya di rumah. Deniz sudah berjanji pada Kai tidak akan keluyuran lagi.
Kai meraih ponselnya dan menelpon sekretaris pribadinya.
"Hen cepat kemari aku ada pekerjaan penting untuk kau selesaikan"
"Baik tuan"
Tidak berapa lama seorang pria yang usianya tidak terpaut jauh dari Kai tiba di rumah itu. Ia adalah sekretaris pribadi Kai yaitu Hendra.
"Ada apa tuan?" tanya sekretaris Hendra.
__ADS_1
Kai menceritakan kronologis kecelakaan yang di alami Deniz. Bisa di bilang itu adalah kejahatan tabrak lari. Karena baru pulang dari klub dan sedikit mabuk Deniz tidak fokus mengemudi. Di tengah perjalanan ia menabrak seorang pengendara Vespa X. Pengendara itu terjubgkal ke jurang bersama kendaraannya.
"Aku ingin kau mencari tahu siapa korban tabrak lari Deniz, besok pagi laporkan pada ku"
"Baik tuan, saya permisi"
Malam itu sekretaris Hen mendatangi lokasi kecelakaan yang melibatkan Deniz. Disana sudah ada polisi dan beberapa warga yang berkerumun. Dengan hati-hati Hendra mencari informasi tentang pria itu.
Dan keesokan paginya ia menghadap Kai di salah satu gedung Admaja Group untuk melaporkan penyelidikannya.
"Nama pemuda itu adalah Bastian, ia terpental kedalam jurang dan belum di temukan. Polisi menduga ia terbawa arus sungai di bawah jurang itu"
"Teruskan" Kai mendengarkan dengan seksama laporan dari sekretaris Hen.
"Pria itu berasal dari keluarga menengah, ia memikiki satu saudara kandung laki-laki dan sebentar lagi ia juga akan menikah dengan seorang gadis bernama Nara. Gadis calon istrinya adalah penjual bunga yang memiliki toko tidak jauh dari rumah anda tuan"
"Mungkin dari calon istrinya, karena kemarin saya melihat dia ikut memberi keterangan di kantor polisi"
"Hen kau tahu apa yang hatus kau lakukan?"
"Saya akan menyingkirkan mobil Deniz agar menghilangkan barang bukti"
"Hmm lakukan"
Kai terdiam sejenak ia tahu bahwa dirinya sedang melindungi kejahatan. Seharusnya sebagai kakak ia meminta adiknya bertanggung jawab atas peristiwa itu.
Tapi Kai juga tidak tega melihat Deniz di penjara, ia mengingat ibunya dan ayahnya pasti juga akan sedih.
__ADS_1
Kai menyambar kunci mobilnya dan pergi mengunjungi sebuah toko bunga yang tidak begitu besar. Di kejauhan dari balik dinding kaca Kai memandang seorang gadis sedang merangkai bunga di vas.
Raut wajah gadis itu nampak sedih, Kai tahu pasti dia adalah Nara calon istri Bastian.
***
"Dimana kakak mu? Cepat suruh dia kemari" kata Raya meminta anaknya untuk berkumpul di rumah. Seperti biasa ia sudah memasak makanan kesukaan suami dan anak-anaknya.
"Kakak sebentar lagi sampai ma" Jawab Deniz sembari memainkan ponselnya. Ia menelpon Dizya saudara kembarnya yang masih di Amerika. Liburan kali ini Dizya tidak ikut pulang. Ia sibuk mencari universitas untuknya mengambil S2.
Kai tiba di rumah orang tuanya, ia disambut ibu nya .
"Kau tidak datang bersama seorang gadis?"
"Ma ayolah...."
Raya selalu mendesak anak sulungnya agar segera menikah. Usia Kai sudah pantas untuk membina runah tangga. Kai terlaku sibuk dengan pekerjaannya hingga ia tidak sempat dekat dengan wanita.
"Oh ya kai besok anaknya tante Rita datang dari Paris apa kau bersedia menjemputnya?"
"Tidak bisa ma aku ada meeting penting besok"
"Sudahlah jangan memaksa anak kita, biarkan dia" Aska muncul dan ikut bergabung di meja makan.
Keluarga itu menikmati makan siang sembari bercerita di selingi canda dan tawa.
Sementara di keluarga Bastian semua sedang bersedih dengan tragedi yang menimpa pria itu. Nara belum sanggup mrmbendung air matanya. Kesedihannya begitu dalam kehilangan Bastian calon suaminya.
__ADS_1