Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 156 Berlibur


__ADS_3

Kota B terkenal dengan keindahan alam nya. Disana udara dingin dan kotanya sangat bersih. Kulinernya juga enak dan banyak pasar tradisional.


Destinasi pertama dan hanya satu-satunya di list yang akan di singgahi oleh Kai dan Nara adalah kebun bunga Lilian. Nara sedang berbicara dengan pemilik kebun. Ia ingin bekerja sama dengan sang pemilik kebun bunga Lilian.


Kai menunggu di pinggir kebun sembari duduk dan sibuk dengaan ponselnya. Sesekali ia memastikan keberadaan Nara diantara bunga-bunga indah yang bermekaran di kebun yang sangat luas itu.


Nara tampak serius melihat jenis bunga di kebun. Ia membawa sebuah catatan di tangannya.


Nara meraih setangkai bunga tulip dan menyelipkannya di telinganya. Wajahnya terlihat sangat cantik dan natural.


Tanpa di sadari Kai memandanginya dari kejauhan. Sebagai lelaki ia jelas terpesona dengan Nara. Apa lagi mengingat kejadian kemarin malam yang di alami keduanya.


Selama ini Kai selalu menjaga dirinya untuk tidak kebablasan dengan para wanita di luar sana dan akhirnya ia melakukannya dengan Nara yaitu istrinya.


Meski diantara Kai dan Nara belum tumbuh benih cinta. Tapi entah kenapa tiba-tiba saja Kai ingin memiliki Nara seutuhnya termasuk hatinya.


"Anda mau makan siang?"


Kai tersentak ketika Nara menghampirinya dan menyenggol lengannya. Sepertinya sejak tadi Kai sibuk melamun.

__ADS_1


Kai tidak menjawab Nara, ia langsung berjalan pergi dan Nara mengikutinya dari belakang.


"Apa kau mau menggantikan Hendra?!" Kai menghentikan langkahnya hingga Nara tanpa sengaja menabrak punggungnya.


"Maaf apa maksudnya?" tanya Nara sembari mengusap keningnya yang terantuk bagian punggung Kai.


"Kenapa berjalan di belakang ku?! cepat pindah ke sisi ku"


"Oh iya baik" Nara mensejajarkan langkahnya dengan Kai.


"Bagaimana kalau kita makan siang disana saja?" Nara menunjuk sebuah rumah makan sederhana tapi menunya sangat enak dan terkenal.


Kai terlihat ragu, ia tidak biasa makan di tempat yang seperti Nara tunjuk tadi.


Kai berjalan mengikuti langkah Nara memasuki rumah makan. Di dalam sudah ramai pengunjung yang antri dengan nampan kosong. Mereka sedang menunggu pesanan mereka.


"Apa ini? apa aku harus berdiri dengan memegang benda itu?!" Kai melirik para pengunjung yang membawa nampan dari kayu.


"Anda duduk saja di sini biar saya yang mengantri"

__ADS_1


Kai memandangi Nara yang berada di barisan pengunjung, ia mengantri dengan kedua tangannya memegang nampan besar. dua orang pria muda terlihat berbisik-bisik ketika memandang Nara berdiri di depan mereka.


Kai tau apa yang menjadi topik pembicaraan kedua cecunguk itu sudah pasti tentang kecantikan Nara.


"Ehm!!" Kai berdehm dan membuat dua orang tadi ciut dan memundurkan langkahnya. Kini Kai berdiri tepat di belakang Nara melindungi gadisnya dari pandangan pria hidung belang.


"Anda disini?"


"Aku bosan duduk disana" jawab Kai sekenanya.


Tidak berapa lama tiba giliran Nara mendapat pesanannya. Ia menikmati makan siangnya bersama Kai. Sejak menikah baru kali pertama mereka menikmati makan semeja.


Biasanya Kai tidak akan mau makan di rumah bersama Nara. Ia lebih suka membawa bekal ke kantor.


Nara tersenyum memandangi Kai yang makan dengan lahap.


"Kenapa?"


Nara hanya menggeleng takut, ia langsung menghabiskan makanan nya.

__ADS_1


"Urusan mu susah selesai bukan? setelah ini kita pulang"


Nara mengangguk setuju, meski ia tidak bisa pergi dengan Selin yang penting urusan Nara semua selesai.


__ADS_2