Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 84 Berbelanja Untuk Si Kembar


__ADS_3

Raya di temani Yuki pergi ke sebuah pusat perbelanjaan. Raya sibuk memilih perlengkapan untuk bayinya nanti. Ia membeli baju dan perlengkapan lainnya. Sementara di rumahnya sudah di dekorasi kamar untuk bayi kembar itu.


Aska yang mengurus kamar calon anak mereka, sementara Raya yang mengatur kebutuhan baju dan lainnya.


"Nona lebih baik anda duduk di kursi roda saja biar saya yang mendorongnya, saya takut anda kelelahan"


"Tidak perlu Yuki"


"Tapi nona..." Mata Yuki terlihat cemas dan takut. Akhirnya Raya menyetujui saja daripada Yuki mendapat masalah lagi karenanya.


Seharian kedua wanita itu berada di pusat perbelanjaan. Karena pengunjung cukup padat Yuki lebih ekstra menjaga Raya yang duduk di kursi roda. Seorang pengunjung tidak sengaja menabrak kursi roda Raya hingga hampir saja terguling. Yuki menahan dengan tangan dan sebelah kakinya agar kursi itu tetap stabil.


"Yuki, kau tidak apa-apa?"


"Tidak nona, lebih baik kita pulang saja nona karena saat ini sedang padat sekali pengunjung di pusat perbelanjaan ini"


"Baiklah, aku jalan kaki saja kau ambil mobil"


"Baik nona, tolong jangan kemana-mana dan tunggu saya di depan pintu keluar"


"Iya...bawel"

__ADS_1


Yuki melesat ke parkiran mengambil mobil. Ia bergegas membawa Raya pulang ke rumah. Di perjalanan Yuki merasakan pergelangan kakinya bermasalah karena menahan kursi roda tadi. Ia meringis menahan nyeri.


Sesampainya di rumah ternyata Aska sudah tiba lebih dulu. Mobil yang di kemudikan Tan sudah terparkir di halaman.


Aska baru saja akan mengomel ketika melihat Raya datang. Tapi segera ia urungkan karena melihat wajah istrinya yang ceria dan bahagia.


Yuki menenteng banyak kantung belanjaan. Ia meletakkannya di atas sofa.


"Nona apakah ada yang anda perlukan lagi?"


"Oh tidak Yuki, kau bisa pulang sekarang"


"Baiklah nona"


"Dasar ceroboh kenapa kau bisa terluka?" Suara Tan mengaggetkan Yuki. gadis itu menghentikan langkahnya dan menatap tajam ke arah Tan.


"Karena aku bertanggung jawab melindungi nona, jadi aku mendapat luka ini"


"Tunggu disini aku akan mengantar mu pulang" Tan berlari mengambil mobilnya. Aska dan Raya sudah naik ke kamar mereka. Tan rasa tuan mudanya tidak akan membutuhkannya sampai besok pagi.


"Naiklah" Yuki membuka pintu mobil Tan dan ia duduk di kursi samping kemudi.

__ADS_1


Selama perjalanan menuju apartemen Yuki, hampir tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Tan terlihat diam seperti biasanya. Sementara Yuki sibuk memandang hiruk pikuk jalanan kota.


Tan mampir ke apotik dan membeli obat serta kompres untuk Yuki. Ia menyerahkan obat anti nyeri dan kompres untuk luka di pergelangan kaki Yuki.


"Obati lukamu"


"Terimakasih tuan" Yuki terlihat berbinar karena Tan perhatian padanya.


"Tidak perlu salah paham aku hanya ingin kau maksimal menjaga nona, jadi cepat kompres kaki mu dan minum obatnya"


"Oh...iya benar" Yuki tersenyum pahit.


Aku ini berpikir apa?! tidak seharusnya aku berharap lebih pada pria ini. Selain pekerjaan, tuan muda, nona Raya, tidak akan ada yang ia pikirkan. Jangan harap ia akan mencemaskan diriku.


"Berhenti berkhayal dan turun dari mobilku"


"Iya tuan, terimakasih sudah mengantarku pulang"


Yuki turun dari mobil dan berjalan tertatih. Ia memegang kantong kecil berisi obat yang di beli oleh Tan untuknya.


Sementara Raya di kamarnya sedang sibuk membongkar hasil buruannya dengan Yuki di pusat perbelanjaan tadi. Ia puas menatap tumpukan baju dan perlengkapan bayi yang ia beli.

__ADS_1


Raya mengelus perutnya yang besar, ia menarik selimut lalu tidur di samping Aska. Suaminya itu sudah tertidur lebih dulu karena kelelahan bekerja.


__ADS_2