Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 175


__ADS_3

Nara bangun lebih awal dan mempersiapkan keperluan Kai untuk berangkat bekerja. ia juga menyiapkan sarapan untuk Kai seperti biasanya.


"Apa kau sakit?" tanya Kai melihat Nara pucat. Gadis itu tidak selincah biasanya.


"Tidak aku baik-baik saja"


"Jika kau sakit minum obat atau pergi ke dokter jangan membuatku repot" kata Kai tidak berperasaan.


Kai berangkat ke kantor bersama Hendra. Pagi itu gerimis, musim hujan telah tiba. Nara mengeluarkan jas hujan dan bergegas pergi ke tokonya.


Ia sedikit batuk dan merasa nyeri di sekujur tubuhnya. Nara membuka toko lalu duduk di kursi nya. Ia tidak merangkai bunga karena merasa pusing dan mual.


"Kepalaku pusing sekali" gumam Nara. ia memutuskan untuk tidur sebentar dan menyandarkan kepalanya di atas meja.


Sementara di Admaja Group Kai sedang sibuk dengan meeting panjang bersama Deniz.


"Hen jangan lupa kau jemput adikku di bandara" kata Kai. ia ingat jika Dizya akan kembali dari Amerika.


"Baik tuan"


"Deniz kau meeting dengan kolega kita dari Jepang, aku akan keluar untuk meeting dengan klien kita yang baru soal bisnis tambang Admaja Group"


"Iya kak" Deniz terlihat sibuk dengan ponselnya. ia sedang mengamati Flower Rich yang seharian tidak ada update status apapun di sosial media nya.


Flower Rich adalah toko bunga milik Nara. Kai sengaja mengubah nama yang lama dan memberikan nama baru itu di toko Nara.


Kenapa Nara tidak muncul di sosial media nya? apa ia tidak ke toko hari ini? -Deniz-


"Kau sibuk sekali dengan ponsel mu, ada apa?" tanya Kai pada Deniz.


"Oh tidak aku hanya sedang berkirim pesan dengan mama"


"Baiklah aku pergi dulu" Kai pergi ke luar perusahaan untuk bertemu klien.


Di airport Hendra terlihat menunggu kedatangan Dizya. Ia mengedarkan pandangannya.


Di kejauhan seorang gadis tinggi semampai berkulit putih dan mengenakan kaca mata hitam melambaikan tangan pada Hendra.

__ADS_1


Gadis itu berjalan menyeret koper besarnya sembari mengomel.


"Kau sekretaris Hendra? "


"Benar, anda nona Dizya?"


"Iya cepat bawa koper ku!".


Karena lama di luar negeri membuat Dizya berubah. ia jadi terkesan angkuh dan sedikit sombong.


"Apa kedua kakak ku sangat sibuk sekali sampai tidak ada yang mau menjemput ku?"


"Tuan Kai dan Deniz sedang sibuk meeting" kata Hendra cuek sembari memasukan koper Dizya ke dalam bagasi mobil.


"Saya akan mengantar anda ke rumah tuan Aska dan nyonya Raya" kata Hendra sambil memutar kemudinya.


"Oh ya apa kak Kai masih bersama istrinya itu?"


"Iya nona"


"Awet sekali, aku tidak menyangka kakak ku tergoda dengan gadis kampungan itu"


Setelah mengantar Dizya ke rumah orang tuanya, Hendra bergegas ke kafe menyusul Kai.


"Apa Dizya sudah di rumah?"


"Sudah tuan"


Kai mengangguk dan kembali berbicara dengan kliennya.


Tidak terasa waktu menunjukan jam sembilan malam. Hendra menyiapkan mobil karena Kai ingin pulang.


Hujan semakin lebat dan udara cukup dingin. Kai membayangkan teh herbal buatan Nara. pasti segar meminum teh herbal di saat udara sedang dingin.


"Silahkan tuan kita sudah sampai" Hendra mengeluarkan payung dan memayungi Kai agar tidak kehujanan saat turun dari mobilnya.


Kai berjalan menuju ruang kerjanya di ikuti Hendra. keduanya masih membicarakan soal pekerjaan sampai Kai sadar jika ia belum bertemu Nara sejak tiba di rumah.

__ADS_1


"Dimana istri ku? aku tidak melihatnya sejak tadi" Kali melirik jam tangannya. .


"Nara?" Kai mencari ke kamar tapi Nara tidak ada, di dapur juga tidak ada.


"Dimana dia? Hen coba cek CCtv apakah Nara sudah pulang sore tadi"


"Baik tuan" Hendra membuka aplikasi di ponselnya dan memeriksa rekaman Cctv. Tidak ada tanda-tanda Nara kembali setelah keluar rumah tadi siang.


"Sepertinya nona belum pulang sejak tadi siang"


"Antar aku ke toko bunga"


"Baik"


Sesampainya di toko bunga hujan semakin lebat dan jalan juga tertutup kabut. Toko milik Nara sudah tutup dan lampu juga sudah di matikan. Kai hampir kembali ke mobilnya tapi ia melihat sepeda milik Nara masih ada di depan toko.


"Tunggu Hen, aku akan masuk kedalam kau tunggu disini"


Kai memasuki toko dan mencari Nara, ia menyalakan tombol lampu. Ruangan terang dan terlihat Nara tertidur bersandar meja kerjanya.


"Nara?!" Kai mendekati Nara dan mencoba membangunkan gadis itu.


"Nara?". Kai menyentuh kening Nara yang terasa panas.


"Kau demam!" wajah Nara pucat dan berkeringat dingin. Kai bergegas menggendong Nara keluar dari toko bunga.


Hendra yang terkejut dengan sigap membuka pintu mobil.


"Cepat pulang Hen dia sakit" kata Kai panik.


"Iya tuan, apa perlu kita ke rumah sakit?"


"Kita ke rumah saja dan kau panggil dokter"


"Baik"


Sesampainya di rumah Kai segera menggendong Nara ke kamarnya. Ia memeriksa suhu tubuh Nara yang demam tinggi.

__ADS_1


Kau bisa sakit juga rupanya? -Kai-


__ADS_2