Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 208 Malam Indah Untuk Arsen


__ADS_3

Arsen sengaja mengajak Naila menginap di salah satu kamar terbaik di hotel bintang lima itu. Setelah semua tamu undangan pulang, mama Sara juga pulang dan Arsen sudah setengah mabuk setelah minum dengan teman dan koleganya tadi ia menuju kamar dimana Naila berada.


Naila duduk di tepi ranjang ia terkejut melihat Arsen memasuki kamar. pria itu telah melepas jasnya entah dimana. Arsen menggulung lengan kemejanya, rambutnya sedikit berantakan tapi malah membuatnya terlihat lebih tampan.


"Hmmm Naila sayang wanita yang bersedia hidup sampai tua denganku..." Arsen tertawa ia meraih dagu Naila dengan jemarinya.


Aroma minuman membuat Naila kesal. ia takut Arsen telah kehilangan kewarasannya dan bertindak di luar dugaan.


Naila menepis tangan Arsen dengan kasar. ia memalingkan wajahnya ketika Arsen mendekat ingin mengecup keningnya.


"Kau tidak mau ku cium rupanya, baiklah apa mau mu?" tanya Arsen setengah berbisik. ia berlutut di lantai bersandar ranjang sembari memegang tangan Naila.


"Aku mau pulang!" kata Naila ketus setengah sakit hati karena kemesraan Arsen di depan tamu undangan hanya pura-pura saja.


"Tentu saja kita akan pulang tapi setelah semua selesai"

__ADS_1


"Apa maksudmu setelah semua selesai?!" Naila berdiri dari duduknya ia hampir melangkah pergi tapi Arsen menarik lengan Naila dengan kasar hingga gadis itu terjatuh ke atas ranjang. belahan gaun Naila tersingkap hingga menampakan kulit kakinya yang mulus.


Tangan nakal Arsen bermain-main mengusap lembut paha Naila.


"Arsen! lepaskan!" Naila mendorong dada Arsen tapi percuma. Arsen sudah berhasil mendaratkan bibirnya di atas bibir Naila.


"Mmmmhhh!" Naila memalingkan wajahnya mengindari bibir Arsen yang mulai memainkan permainan. pria itu ******* bibir Naila dengan beringas.


Naila memukul-mukul dada bidang Arsen salah satu kakinya menendang kaki Arsen. pria itu malah semakin kuat mengungkung tubuhnya.


Bukan ini yang Naila inginkan, ia ingin Arsen memeluk dan menciumnya penuh cinta. ia ingin Arsen melakukan hubungan itu karena mencintai Naila bukan hanya karena nafsu semata.


Napas Arsen terengah-engah, ia melepas kemejanya dengan kasar lalu melemparnya ke sudut ruangan. satu tangannya menarik gaun Naila hingga terbuka setengah di bagian dada.


"Ar...s...!" bibir Arsen kembali berulah menciumi Naila hingga gadis itu hampir kehabisan napas. tangan Arsen menjelajah ke area pribadi Naila membuat Naila terkejut dan semakin ingin memberontak.

__ADS_1


Tidak ini tidak boleh terjadi! aku tidak ingin hamil dulu selama Arsen masih menggantung pernikahan kami.....!


Naila berhasil menendang perut datar Arsen ia merangkak menuruni ranjang tapi itu malah membuat Arsen murka. pria itu dengan satu lengannya meraih pinggang Naila dan kembali menariknya. ia membanting tubuh Naila di atas ranjang menindihnya dengan kasar.


Arsen menjambak rambut panjang Naila dengan kesal.


"Berani sekali kau membuat mood-ku rusak?!"


Bentak Arsen sembari menekankan hidung mancungnya ke pipi Naila.


Arsen sudah tidak peduli lagi mau Naila suka atau tidak, mau gadis itu menginginkan hubungan itu atau tidak yang jelas Naila telah membuat Arsen gila karena menahan hasratnya selama ini.


Arsen melakukan apa yang ia mau di atas tubuh Naila. gadis itu hanya bisa terdiam menangis dan bingung. ia menolak apa yang Arsen lakukan tapi tubuhnya bereaksi dengan apa yang Arsen perbuat saat ini.


__ADS_1


__ADS_2