Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 131 Keceriaan Keluarga Admaja


__ADS_3

Aska dan Raya menyulap halaman depan rumah mereka yang luas menjadi arena berkemping. Tidak hanya tuan rumah saja tapi seluruh anggota rumah termasuk pelayan dan beberapa orang keamanan ikut mendirikan tenda di halaman itu.


Tan sedang absen, ia tidak bisa ikut di karenakan Raya memberinya izin untuk membahagiakan istri, dengan pergi ke pusat perbelanjaan milik Admaja Group. Raya menghadiahi Yuki belanja sepuasnya di outlet baju dan aksesoris milik Raya yang ada di pusat perbelanjaan itu.


Kembali ke bumi perkemahan yang berada di halaman rumah. Tuan muda Aska dan anak-anaknya sedang sibuk mendirikan tenda. Siapa yang menyangka jika seorang seperti Aska ternyata juga pecinta alam, Ia gemar naik gunung bersama Rama dan Jordan.


Raya memandang Aska yang sedang mengajarkan Deniz dan Kai untuk mendirikan tenda kecil. Kalau mau beli tenda yang sudah jadi otomatis juga bisa, tapi itu tidak melatih kreatifitas anak-anak, begitu pendapat Aska.


"Sayang kau hebat sekali" kata Raya yang duduk di rerumputan. Kali ini ia yang jadi komandannya Saja.


"Memangnya apa yang aku tidak bisa lakukan?" kata Aska menyeringai.


Jumawa sekali, baru juga di puji sedikit. Dasar tuan muda...


"Papa sudah selesai" Kai berhasil dengan tendanya sementara Deniz masih berusaha dan akhirnya ia menyerah. Deniz meraih botol susunya dan meminumnya sembari berbaring di pangkuan ibunya.


"Deniz..." Aska menggeleng kepala dengan anaknya yang satu ini. Sementara Dizya berlarian meminta gendong pada ayahnya.

__ADS_1


Aska menggendong Dizya sembari berjalan menuju tumpukan kayu bakar untuk api unggun.


"Nyalakan..." perintah Aska pada seorang keamanan rumah yang juga menjadi peserta kemping malam itu.


Api unggun sudah di nyalakan semua bersorak senang. Kai, Deniz dan Dizya melompat riang menyaksikan api unggun itu.


Raya memanggang barbeque untuk pelengkap. ia juga menyajikan makanan lain yang biasa di bawa saat kemping seperti mie rebus lengkap dengan telur dan sosis.


"Ayo kita makan malam dulu" Raya memanggil semua peserta kemping dan menghidangkan makanan di setiap piring. Anak-anak tidak berhenti berceloteh.


Anak-anak sudah tertidur di dalam tenda berselimut tebal. Wajah mereka terlihat bahagia.


"Sayang apa yang sedang di lakukan Rama dan Kalila di gunung sana?" tanya Raya masih memandang rembulan di langit.


"Apa lagi memangnya yang di lakukan pria dewasa di tempat sepi seperti itu dengan seorang gadis muda?"


Raya terkejut dan menoleh ke arah Aska yang tersenyum jahil. Wajah Raya memerah ia membayangkan yang tidak-tidak.

__ADS_1


"Jangan sembarangan, mana mungkin mereka berbuat demikian? aku percaya pada Rama dan Kalila"


"Kalila aku juga percaya tapi Rama aku sama sekali tidak percaya. Kami bersahabat sejak kecil sudah tahu kebiasaan satu sama lain"


Raya ternganga lalu ia melirik tajam kepada Aska yang tanpa dosa memancing Raya berspekulasi yang bukan-bukan.


Diam kau! apa dulu kau juga sering berbuat seperti itu saat kalian bepergian bersama gadis? apa kalian termasuk para pria dewasa yang suka bersenang-senang?


"Kau sedang berpikir apa?" Aska menjentikan jarinya di kening Raya.


"Ouchh sakit!" Raya terpekik memegang keningnya.


"Aku jelas tidak akan berbuat hal aneh-aneh, aku hanya melakukannya dengan mu"


Wajah Raya kembali di buat memerah. Ia tersipu malu membuat Aska menjadi gemas. Sebuah ciuman mendarat di bibir Raya. Hangat, romantis, tulus dan menyenangkan.


Raya merengkuh leher Aska memperdalam ciuman mereka. Menikmati malam di bawah sinar rembulan, Syahdu sekali rasanya seperti pengantin baru layaknya Tan dan Yuki.

__ADS_1


__ADS_2