Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 60 Pengorbanan


__ADS_3

Aska berdiri mematung di kamarnya. Ia sudah mengenakan stelan jas untuk pertunangannya dengan Shanon. Aska teringat pada Raya, kenapa gadis itu berbohong padanya. Dan bodohnya Aska ia percaya tanpa mencari tahu terlebih dahulu sebenarnya apa yang terjadi dengan Raya.


Aska berjalan cepat menemui ayahnya. Tuan Bram sedang terlihat berbicara dengan asisten pribadinya.


"Pa.." Wajah Aska menegang dan terlihat gusar. Tuan Bram sepertinya sudah tahu apa yang terjadi dengan Aska. Ia menyuruh asistennya pergi dulu.


"Kenapa masih disini? bukankah kau seharusnya berada di acara pertunangan mu?"


"Pa apa yang terjadi antara papa dengan Raya? perjanjian apa yang kalian buat?"


"Aska apa maksudmu?"


"Pa aku mohon jawab pertanyaan ku, apa yang sudah gadis bodoh itu lakukan? aku yakin Raya menemui papa dan bicara sesuatu sebelum ia memutuskan hubungan kami"


"Aska! jaga bicara mu! karena gadis jelata itu kau mulai tidak sopan pada papa?!"


Aska mengepalkan tangannya menahan emosi.

__ADS_1


"Baiklah gadis itu bilang ia tidak tahan melihatmu hidup sengsara karena meninggalkan harta dan rumah mewah ini, jadi ia membuat kesepakatan dengan papa kalau ia akan meninggalkanmu dan sebagai gantinya papa menerima mu kembali dan tetap mengembalikan fasilitas yang kau miliki seperti semula"


Aska hampir tidak bisa membendung amarahnya. Ia juga tidak mau sampai jadi anaka durhaka karena berani pada ayahnya. Aska pergi dari rumah itu dengan berlari entah kemana. Ia meninggalkan jas pertunangan dan menggantinya dengan kemeja biasa.


Gempar.....


Pertunangan antar anak konglomerat batal, Aska lenyap entah kemana. Sementara Shanon yang sudah menduga semua ini akan terjadi, ia lebih terlihat tenang dan menerima kenyataan.


Raya yang di hubungi oleh Tan jadi panik. Ia tidak menyangka semua jadi lebih rumit.


"Lalu dimana Aska?" tanya Raya pada Tan di telepon. Karena merasa bertanggung jawab atas semua kekacauan akhirnya Raya memilih mencari Aska. Entah kemana saja.


Aska tidak mungkin ke luar negeri karena paspornya di tahan oleh ayahnya.


Raya kebingungan, ia tidak tahu harus berbuat apa untuk menemukan Aska.


Siang itu Raya pergi ke pusat perbelanjaan karena ada yang harus di beli. Saat akan jalan Raya melihat Aska berada di kejauhan dengan stelan jas hitam dan akan memasuki sebuah mobil. Raya mengejarnya karena takut kehilangan jejak Aska, hingga sebuah mini bus lewat dengan kecepatan tinggi menyenggol Raya. Raya terjatuh dan kepalanya menghantam batu. Ia pingsan.

__ADS_1


Beberapa orang menolong Raya dan membawanya ke rumah sakit. Raya segera di tangani tapi ia masih belum sadarkan diri.


Beberapa hari raya terbaring dan ia baru bisa membuka matanya saat Rama datang menjenguknya.


"Raya, kau ingat aku?" tanya Rama panik. Dokter bilang jika hantaman di kepala raya terlalu kuat kemungkinan ia bisa lupa ingatan.


"Rama......" bisik Raya pelan.


"Raya kau tidak apa-apa? kau ingat aku?"


Raya mengangguk pelan dan tersenyum samar.


"Aska.." Rama terdiam jengah. Di saat seperti ini bahkan Raya masih mementingkan Aska. Ia masih mengingat pria itu.


"Raya istirahat dulu" Ibu Raya muncul dan mendekati anaknya. ia menggenggam tangan Raya.


"Benar kata ibu, beristirahatlah dulu jangan berpikir macam-macam"

__ADS_1


Sementara Aska ia pergi entah kemana menghilang tanpa jejak, tidak jelas dan tidak pasti. Raya kehilangan kabar dari Aska. Beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit Raya hanya terdiam dan melamun.


__ADS_2