Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 72 Hasil Pemeriksaan


__ADS_3

"Aku belum bisa bertemu papa" Aska kekkeh belum mau bertemu ayahnya. Nyonya Ariani sedang berusaha keras membujuk Aska agar berbaikan dengan ayahnya dan mengajak Raya pulang ke rumah mereka.


"Aska terkadang orang tua juga bisa memiliki kesalahan, maafkan papa ya"


"Aska sudah memaafkan papa tapi untuk berbaikan rasanya belum bisa ma"


"Kenapa Aska?"


"Apa mama yakin papa sudah bisa menerima Raya sebagai menantunya?"


"Aska pelan-pelan pasti papa bisa menerima Raya"


"Sudahlah ma, lebih baik sekarang mama pulang, nanti papa mencari mama"


"Yasudah kalau begitu mama pulang dulu, jaga Raya baik-baik ya..."


"Iya ma" Aska dan nyonya Ariani saling berpelukan. nyonya Ariani menemui putranya di kantor. Ia mencoba membujuk Aska agar kembali ke rumah bersama Raya.


Sementara di rumah Raya sedang menyiapkan makan malam. Ia tak lupa meminum vitamin yang di berikan oleh dokter padanya. Raya tidak sabar rasanya ingin sekali memiliki keturunan dari Aska. Ia membayangkan keluarga kecil yang bahagia dengan kehadiran seorang anak.


Di perjalanan pulang Aska terlihat berpikir sesuatu. Ia memandang jalanan melalui kaca jendela mobil.

__ADS_1


"Tan..."


"Iya Tuan"


"Besok kau tidak perlu menjemputku,aku akan berangkat sendiri. Kau temui saja dokter yang akan memeriksa kondisi Raya besok"


"Baik tuan, saya harus bicara apa pada dokter itu nanti?"


"Katakan padanya jika hasil pemeriksaan kurang baik tolong jangan memberi tahu istriku. Aku akan menemuinya setelah istriku dari rumah sakit nanti"


"Baik tuan"


Aska cemas jika hasil pemeriksaan besok kurang memuaskan ia takut Raya akan kecewa. Ia tidak ingin melihat Raya banyak pikiran dan bersedih lagi. Sudah cukup semua yang di rasakan Raya selama ini.


"Kami berikan resep vitamin dan obat ini tolong di minum rutin ya. Tetap jalani hidup sehat dan olah raga yang teratur. Jangan terlalu kelelahan berktivitas"


"Apa saya akan bisa segera hamil dokter?"


"Iya kita lihat nanti, di pemeriksaan berikutnya"


"Apa saya masih harus periksa lagi dok?"

__ADS_1


"Saya rasa begitu untuk memastikan tingkat kesuburan anda setelah mengonsumsi vitamin dan obat tadi"


"Baiklah" Dengan senyum mengembang Raya meninggalkan rumah sakit. Ia langsung pulang untuk beristirahat sembari menunggu Aska pulang bekerja.


Aska di temani Tan pergi ke rumah sakit menemui dokter yang menangani Raya.


"Katakan apa hasilnya dokter?" Aska terlihat lebih tenang, dibanding hal apapun Aska lebih menginginkan Raya dalam kondisi sehat itu sudah cukup baginya.


"Begini tuan ada sedikit masalah di organ reproduksi nyonya Raya. Setelah di lakukan pemeriksaan kemungkinan ia akan mengandung cukup kecil"


Aska terdiam sejenak, Tan tertegun wajahnya menadak cemas. Ia mengkhawatirkan rumah tangga Aska dan Raya.


"Apa secara keseluruhan istriku sehat?"


"Bisa dikatakan sehat hanya Resiko untuk mengandung mungkin lebih kecil"


"Lalu apa solusinya?"


"Jika memungkinkan kita bisa menjalani program bayi tabung. Itu pun nyonya Raya harus melakukan serangkaian pemeriksaan lagi"


Aska berjalan pelan sembari berpikir, jika Raya mengetahui semua ini tentu ia akan sedih dan stress. Tan berjalan mengekor di belakang Aska. Ia juga terdiam tidak berani bicara. Mood tuan mudanya sedang tidak baik-baik saja.

__ADS_1


"Ayo kita pulang Tan"


Tan membukakan pintu mobil untuk Aska. Selama perjalanan pulang Aska hanya diam. Sesampainya di rumah Raya terlihat menyambutnya dengan wajah sumringah. Aska mendekap erat Raya dan mencium keningnya.


__ADS_2