
Aska memberikan hadiah tiket untuk Tan dan Yuki pergi honeymoon ke sebuah pulau. Aska meminta sekretaris nya menyiapkan segala fasilitas untuk pengantin baru itu.
Tan dan Yuki sudah siap dengan dua koper besar serta tiket pesawat. Keduanya pergi ke pulau yang terkenal dengan keindahan flora nya. Disana tidak hanya ada pemandangan laut tapi juga bukit.
Sesampainya di pulau itu Tan dan Yuki diantarkan ke penginapan khusus yang sudah di pesankan oleh Aska. Dari penginapan itu nampak sebuah pemandangan bukit yang hijau.
"Indah sekali, tuan muda pandai memilih tempat honeymoon untuk kita" gumam Yuki sembari membuka jendela dengan kedua tangannya. Angin sepoi berhembus meniup wajah Yuki yang putih kemerahan.
"Tuan muda sering kemari dulu"
"Benarkah? apa dengan nona Raya?"
"Tidak, tuan muda menghabiskan waktu disini ketika ia dan nona sedang bermasalah. Waktu itu mereka belum menikah"
"Aku pernah dengar cerita itu dari nona, betapa berlikunya cinta nona dan tuan muda"
"Hmmm" Tan memeluk pinggang Yuki dan mengecup rambut istrinya.
"Ayo kita menikmati pemandangan laut"
"Ayooo..." Yuki menyambar topi bulat dan kaca mata hitamnya. Keduanya memilih pergi ke pantai.
Di pantai itu semakin malam akan semakin ramai. Banyak turis berdatangan untuk menikmati kuliner di pinggiran pantai termasuk Tan dan Yuki. Keduanya sedang menikmati kerang dan abalon.
Tan sebenarnya kurang suka dengan kuliner hasil laut tapi kali ini ia ingin mencobanya.
__ADS_1
"Rasanya aneh sekali" Tan mengunyah abalon dengan bumbu saus manis.
"Ini enak sayang cobalah" Yuki menyuapkan abalon bumbu pedas dan kerang kedalam mulut Tan. Bagi Yuki Yang seorang koki semua makanan itu tidak lah asing.
"Bagaimana kau suka?"
"Tidak, cukup!" Tan hampir memuntahkan makanan itu. Ia lebih memilih menikmati segelas wine dan ikan bakar.
"Ayo kembali ke penginapan" bisik Tan di telinga Yuki.
"Baiklah..." Keduanya berjalan menuju penginapan untuk beristirahat.
Selesai bersih-bersih dan berganti pakaian keduanya merebahkan diri di kasur lantai yang hangat.
Tan meraih leher Yuki dan menciumi wajah istrinya.
"Apa aku harus melakukannya sekarang" bisik Tan membuat Yuki bergidik sedikit takut dan malu.
"Ummmm terserah kau" wajah Yuki memerah.
***
Di belahan bumi lainnya tepatnya di kediaman keluarga muda Admaja sedang genting karena Kai hilang. Raya menelpon Aska beberapa kali, Aska sedang meeting di kantor. Pekerjaan ya menumpuk karena di tinggal oleh Tan.
"Ada apa Raya?.... sayang kenapa menangis?" Aska berjalan dan membuka pintu ruang meeting. Ia kembali ke ruang kerjanya agar lebih leluasa mendengarkan suara Raya yang terdengar panik di telepon.
__ADS_1
"Kai hilang" suara Raya terdengar gemetar dan lirih.
"Kau sudah mencarinya di seluruh rumah?"
"Sudah sayang tapi tidak di temukan, terakhir Kali bermain di halaman dengaan suster"
"Bagaimana dengan Deniz dan Dizya?"
"Mereka baik-baik saja sedang bersama suster sekarang"
"Baiklah aku akan segera pulang, tenang lah jangan panik"
Aska mematikan telepon dan memasukan ponselnya kedalam saku jas. Ia berjalan cepat menuju lift.
Tan aku membutuhkan mu sekarang, sial kau malah sedang honeymoon. Bagaimana ini...
Aska sampai di rumah, ia mendapati Raya menangis dan berlari memeluknya begitu Aska tiba.
"Kai tidak ada di kamarnya.."
"Tenanglah Kai pasti kita temukan"
Aska meraih ponselnya dan mengetik sesuatu. Ia mengirim pesan singkat ke nomor ponsel Tan.
[Kai hilang, aku menyesal mengganggu mu tapi cepat kembali dan bantu aku menemukan anak itu].....
__ADS_1