
Kasandra adalah anak yang berasal dari panti yang sama dengan Kai. Ia juga di adopsi oleh keluarga konglomerat sehingga hidupnya terjamin.
Sesekali Kai dan Kasandra bertemu melepas rindu dan mengunjungi panti tempat mereka dulu di titipkan. Beruntung bagi Kai dan Kasandra yang langsung di adopsi sejak bayi oleh konglomerat negeri ini.
Kai tumbuh menjadi pria tampan dan mapan begitu juga Kasandra tumbuh menjadi wanita cantik dan ia kini menjadi desainer ternama.
Kembali ke pertanyaan Nara di ruang kerja Kai.
"Saya ingin bertanya kenapa tadi pagi anda membicarakan hal aneh pada saya dan menanyakan soal Bastian, sebenarnya ada apa?"
"Kalau aku mengatakan padamu jika Bastian masih hidup apa kau akan percaya?"
Nara terkejut setengah mati. Ia memandang Kai yang tersenyum tipis padanya.
"Apa maksud anda Bastian masih hidup? bukankah dia sudah meninggal karena tabrak lari?"
"Nara aku katakan pada mu jika kekasih mu itu masih hidup. mungkin besok atau lusa ia akan mencari mu jadi kau bersiaplah memilih antara aku dan dia"
Nara tercekat, kerongkongannya terasa kering. bibirnya kelu tidak bisa berkata-kata. ia sungguh terkejut mendengar Bastian selamat.
Bagaimana ini jika benar Bastian selamat ia pasti menuduhku berkhianat pada cinta kami. Aku sekarang sudah menikah.
__ADS_1
"Apa anda bergurau?"
"Apa aku senang bergurau?"
Tidak, Kai bukan pria yang gemar melucu atau bercanda akan sesuatu. Ia pria yang paling serius dan kaku yang Nara temui.
"Kau sekarang sudah menikah dengan ku Nara, jadi aku harap kau tidak akan salah mengambil pilihan untuk memutuskan"
Nara terdiam gemetar rasanya kakinya seperti melayang.
"Nona..." Suara Hendra yang tiba-tiba itu terasa membawa tubuh Nara kembali berpijak.
"Sekretaris..."
"Antarkan dia pulang" suara dingin Kai terdengar kejam. Disaat Nara bingung dan limbung pria itu malah bertubi-tubi memberinya tekanan.
Pilihan! pilihan! memang siapa yang mau memilih. jelas aku akan memilih Bastian!
Selama perjalanan pulang Nara hanya terdiam memandang jalanan dari kaca mobil.
Takdir yang mempertemukan ku dengan Bastian hingga kami saling mencintai. tapi takdir pula yang mempertemukan ku dengan Kai pria asing dalam hidupku yang tiba-tiba menjadi suami ku. lalu sekarang ia bilang aku harus memilih antara dirinya atau Bastian.
__ADS_1
"Nona sudah sampai"
Suara Hendra membuyarkan segala pikiran Nara yang berkecamuk.
Nara bergegas turun dari mobil tanpa mengucapkan terimakasih pada Hendra seperti biasanya. Ia langsung masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya.
Nara menangis sejadinya di dalam kamarnya. Hendra menunggu di depan kamar memastikan jika Nara baik-baik saja.
Di gedung Admaja Group Kai sedang bicara dengan Deniz.
"Jadi dia masih hidup?!" Deniz terlihat emosi. Jika Bastian masih hidup untuk apa ia merasa bersalah dan depresi tentang tabrak lari itu.
Dan lebih parahnya demi melindunginya dari jerat hukum Kai bahkan rela menikah dengan gadis yang sama sekali tidak ia cintai.
"Sial!" Deniz mengepalkan tangannya dan meninju meja dengan keras.
"Sudahlah Deniz tidak ada gunanya kau marah seperti itu"
"Lalu bagaiman kak?"
"Bagaiman apanya?"
__ADS_1
"Pernikahan kakak dengan Nara?"
"Bastian sudah menjadi masalalu bagi Nara. ia harus menerima dan menjalani kenyataan bahwa aku adalah suaminya, pria yang bersamanya sekarang dan untuk kedepan"