Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 58 Orang Baru


__ADS_3

Aska duduk di meja konfrensi pers. Kamera dan lampu blits membidik ke arahnya secara bersamaan. Ia diam sejenak lalu mulai bicara di depan para wartawan.


"Berita pertunanganku dengan putri dari keluarga Wang benar adanya. Tentang aku yang sempat memutuskan pergi dari rumah dan meninggalkan semua harta dan keluarga itu juga benar adanya. Tapi kini aku sudah sepenuhnya sadar dan mencoba memperbaiki semua kesalahanku bersama gadis yang menemaniku di masa-masa sulitku yaitu...Shanon"


Terdengar wartawan saling berbisik. Bahkan ada yang nekat mengajukan pertanyaan pada Aska.


"Tuan muda kundengar kau pergi dari rumah karena seorang gadis yang sangat kau cintai dan hubungan kalian sekarang berakhir. Apa itu benar?"


"Tuan mida saya dengar ayah anda tidak merestui hubungan anda dengan gadis itu karena dia kdari kalangan biasa, apakah itu juga benar?"


"Tuan muda apakah anda mempercepat pertunangan dengan nona Shanon karena sakit hati pada gadis itu?"


Aska terdiam jengkel mendengar pertanyaan yang baru saja di lontarkan para pemburu berita tadi. Aska berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan ruang konfrensi pers tanpa mempedulikan berondongan pertanyaan padanya. Tan setia mengikuti tuannya dan mengawal Aska sampai depan pintu kamar hotel tempat Aska menginap. Aska ingin menenangkan dirinya sehingga memilih menginap di hotel bintang lima milik Admaja Group.


"Tan pergilah, aku ingin sendiri"


"Baik tuan"

__ADS_1


Aska masuk kedalam kamar dan mengunci pintu kamarnya. Aska meraih ponselnya, ia membuka sosial medianya yang selama ini hampir tidak pernah ia pedulikan. Aska termasuk yang tidak peduli dengan sosial media. Ia cukup sibuk dan tenggelam dengan pekerjaannya mengurusi perusahaan.


Aska menatap tajam layar ponselnya, diberanda sosmednya terlihat foto Raya dan seorang pria. Keduanya nampak tertawa lepas.


Gadis macam apa kau Raya?! aku sudah salah menilaimu.


***


Siang itu Shanon mendatangi Aska dan membujuknya untuk pergi ke pusat perbelanjaan. Aska menurut saja karena moodnya sedang buruk jadi ia pikir bisa lebih baik jika pergi bersama Shanon.


"Aska kau lihat siapa yang ada di sana?" Aska menoleh ke arah yang di tunjuk Shanon. Disana ada Raya yang berdiri menenteng tas belanjaan.


"Ayo kita sapa dia"


"Aku malas kau saja sendiri!"


"Kau bilang sudah melupakannya? seharusnya tidak ada masalah jika kau juga menyapanya?"

__ADS_1


Shanon menarik lengan Aska dan menemui Raya.


"Hai Raya kau disini?" Raya tampak terkejut. Ia tersenyum pada Shanon tapi Raya tidak berani memandang Aska. Ia merasa canggung, takut dan jantungnya tiba-tiba berdebar seolah akan lepas dari tempatnya.


"Raya aku sudah selesai ayo kita pergi" Seorang pria muda datang mendekati Raya dan mengalungkan lengannya ke bahu Raya. Aska melirik pria itu. Pria yang ada di hadapannya sekarang adalah yang berfoto mesra dengan Raya di sosmed.


"Oh maaf, perkenalkan dia David" kata Raya memperkenalkan pria di sampingnya. Shanon terlihat ramah dan menyapa David. Tapi Aska menolak ketika David mengajaknya berjabat tangan. Aska langsung berjalan pergi. Kalau terlalu lama berada disana ia bisa saja membunuh pria itu karena cemburu.


"Aska tunggu!" Shanon mengejar langkah Aska. Sementara David mengajak Raya pergi menuju parkiran mobil.


"Bukankah dia tuan muda pewaris tunggal Admaja Group?" tanya David sembari menyalakan mesin mobil.


Raya tediam dan menoleh keluar melalui kaca mobil. Di kejauhan ia melihat mobil Aska terparkir di lahan khusus yanh disediakan untuk para pemegang saham di pusat perbelanjaan itu.


"Bisnis Admaja Group benar-benar besar dan menjamur dimana-mana ya, pantas saja jika tuan muda itu terlihat sombong. Ia bergelimang harta dan tahta" kata David sembari tersenyum.


David menjalankan mobilnya menuju rumah Raya.

__ADS_1


__ADS_2