Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 96 Rupawan Tapi Menjengkelkan


__ADS_3

Di kediaman Yuki sudah terdengar riuh suara ibunya di dapur. Ibu sedang mencuci piring bekas sarapan tadi pagi. Ia berbicara tentang Arman lelaki baik yang menyukai Yuki sejak kecil. Ibu meminta Yuki untuk menerima cinta Arman.


"Yuki hanya menganggap Arman sebagai teman Bu" kata Yuki. Ia tidak mungkin menerima cinta Arman karena dirinya hanya mencintai satu pria sejak dulu yaitu Tan.


"Pria angkuh itu yang kau idamkan sebagai calon suamimu Yuki?" Ibu mematikan kran air sembari berjalan mendekat ke arah meja makan. Yuki dan ayah sedang duduk di sana. Yuki memotong sayuran untuk masakan nanti siang sementara ayah membaca koran dengan tenang.


"Ibu..." Yuki terlihat mendelik, ia tahu ibunya kurang setuju jika ia berpacaran dengan Tan. Menurut ibunya Tan tidak akan sebaik Arman. Pria itu terlalu angkuh dan dingin, tidak perhatian dan seenaknya saja.


"Tidak ada salahnya menimbang sebelum kau menjatuhkan pilihan" ayah tiba-tiba bersuara. Jika ayah saja yang pendiam ikut memberi saran seperti itu, Berarti kesan Tan di mata orang tua Yuki memang kurang bagus.


Yuki terdiam, bagaimana bisa ia menimbang lagi, di hatinya hanya ada satu lelaki.


"Ayah tuan Tan juga perhatian sekali pada ku"


"Hidup berumah tangga tidak harus selalu perhatian dan harta Yuki, tapi juga harus bisa mengendalikan ego"


Tan memang terlihat egois, karena ia kaku seperti kanebo kering. Ia sudah lama bekerja untuk tuan Aska, jadi wajar jika ia bersikap seperti itu. selalu waspada, pendiam dan tertutup. memang syarat seperti itulah yang di ajukan oleh Admaja Group sewaktu melantiknya sebagai asisten pribadi tuan muda.


Yuki beranjak ke kamarnya, ia menyisir rambutnya dan mengikatnya serampangan.Yuki ingat Tan suka melihat rambutnya yang berantakan.


"Yuki ..ada tamu" suara ayah terdengar dari ruang tengah. Betapa terkejutnya Yuki mendapati Tan berada di rumahnya. Ia sedang duduk di ruang tamu bersama ayahnya.

__ADS_1


Ayah terlihat mengobrol dengan Tan. sesekali terdengar suara tawa ayah di tengah obrolan mereka. Ibu membuatkan minuman dan meminta Yuki tetap di kamarnya saja.


"Bu biar saya saja yang mengantar minuman itu"


"Tidak, kamu tetap di kamar saja. biarkan ayah yang bicara dengan pemuda itu"


"Ah ibuuuu......"


Ibu memandang Tan setelah meletakkan dua cangkir teh herbal di atas meja.


Pria muda yang rupawan dan banyak uang, pantas saja Yuki jatuh hati dengan mu. Tapi ....aku tidak percaya kau bisa membahagiakan Yuki. Kau saja tidak tahu bagaimana cara nya tersenyum.


Ibu berbalik ke belakang meletakkan nampan. Lalu berjalan menghampiri Yuki di kamar.


"Apa maksud ibu?"


"Dia saja sejak tiba ke rumah ini tidak juga tersenyum apa lagi tertawa, ibu lihat hanya ayahmu yang ramah dan sering tertawa mendengar ceritanya"


"Ya mungkin cerita ayah kurang lucu Bu jadi Tan diam saja"


"Anak ini kalau di kasih tahu selalu membantah!"

__ADS_1


"Ah ibu sayang, ayah juga pria pendiam dan tidak romantis tapi ibu bahagia bukan menikah dengan ayah?"


"Dasar anak nakal, terserah padamu tapi jika dia mencampakanmu berarti Arman adalah kandidat terbaik"


...***...


Aska baru saja tiba di rumah, Raya menyambutnya dengan senyum manis. Aska mengecup bibir Raya dengan mesra. Ia selalu melakukan rutinitas itu setiap harinya.


Raya menggamit lengan Aska sembari berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Anak-anak sudah tidur?"


"Iya mereka kelelahan setelah bermain"


"Bagaiman kunjungan tadi, apa kakek mereka bersikap hangat dan ramah?" Aska meletakkan jasnya, ia membuka kancing kemejanya dan merebahkan diri di sofa lebar yang terletak di dekat balkon kamar.


Raya merapikan helaian rambut Aska yang menutupi mata suaminya itu. Aska menarik lengan Raya hingga Raya terbaring di atas tubuh Aska.


"Ceritakan padaku ada apa, kenapa wajah cantik istriku sedikit murung hmmmm....?"


"Tidak ada" Raya mengusap pipi Aska. Sedikit terasa kasar, Aska baru saja bercukur tadi pagi.

__ADS_1


"Kau tidak pandai berbohong" bisik Aska di telinga Raya.


"Kalau begitu aku akan membuat kau bercerita padaku Raya sayang" Aska membalik tubuh Raya dan mulai ******* bibir Raya dengan lembut.....


__ADS_2