Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 125 Kai Kembali


__ADS_3

Aska dan Tan bergegas mencari keberadaan Arga dan Karenina. sudah pasti kakak beradik itu sekongkol untuk menculik Kai dan membuat keluarga Aska panik. Dengan begitu Aska tidak pergi bekerja dan semua terbengkalai.


"Sial!" Aska menghela napas kasar.


"Sudah sampai tuan, sepertinya Kai ada di dalam" kata Tan sembari mengamati sebuah rumah kosong.


"Apa Arga ada di dalam juga?"


"Saya rasa tidak tuan, bisa jadi ia tahu kalau kita sudah menemukan tempat ini"


"Kalau begitu tunggu apa lagi? ayo kita turun!"


"Baik tuan" Tan menyelipkan senpi ke pinggangnya untuk berjaga-jaga.


Aska dan Tan mengamati dari luar , benar saja Kai ada di dalam sana sedang di ikat di sebuah kursi usang. Aska menendang pintu utama rumah itu hingga terbuka.


Beberapa orang yang menjaga Kai terkejut dan menyerang Aska serta Tan. Orang-orang itu bukan tandingan Aska untuk bela diri. Sejak kecil ia sudah terlatih untuk melindungi diri dari para penculik. Dan Aska akan mulai menanamkan itu pada ketiga anaknya.


"Kai...." Aska membuka lakban yang menutup mulut Kai. Ia melepas tali yang mengikat tangan dan tubuh Kai.


"Papa! Kai takut" Kai menangis, Aska menggendongnya keluar menuju mobil. Tan membereskan para penjahat itu dan melapor kepada pihak berwenang.


"Tuan sebaiknya kita langsung pulang"


"Hmmm"


"Kai akhirnya kau selamat" kata Aska mengusap rambut Kai.

__ADS_1


"Pa.... anak pungut itu apa?"


"Kenapa Kai bertanya begitu?"


"Tadi Kai dengar mereka bilang Kai anak pungut"


Aska memandang Tan yang sedang mengemudi.


"Tuan kecil jangan dengarkan omongan mereka ya, yang penting sekarang Kai sudah bersama papa dan paman Tan. Kita akan pulang bertemu mama, Deniz dan Dizya"


"Iya paman"


Mobil tiba di pelataran rumah. Semua menyambut tidak sabar. Raya segera berlari memeluk Kai yang juga berlari ke arahnya.


"Kai....anak mama" Raya dengan mata sembab terus menciumi wajah anak sulungnya.


"Kakak Kai pelgi kemana?".tanya Deniz dengan suara cadelnya.


"Kakak habis jalan-jalan sama papa dan paman Tan" kata Kai menghibur Deniz si usil itu terlihat sedih. Kai mencium pipi Dizya yang menahan tangis.


"Ayo kita masuk" kata Aska merengkuh bahu Raya.


"Tenanglah sayang jagoan mu sudah kembali" kata Aska menenangkan istrinya.


Raya menyandarkan kepalanya di bahu Aska.


"Tan ikut dengan ku"

__ADS_1


"Baik tuan"


Keduanya terlihat berbicara dengaan serius di halaman samping. Tidak ada yang berani mendekat atau menguping saat tuan muda sedang bicara dengan asisten pribadinya itu.


Tan terlihat mengangguk lalu pergi dengan mobilnya. Tak lupa ia membawa salah satu keamanan di rumah itu masuk kedalam mobilnya. Raya tidak bisa memikirkan apa yang akan terjadi pada keamanan itu.


"Sayang apa yang terjadi?" tanya Raya begitu Aska kembali masuk ke dalam rumah dan menaiki anak tangga menuju kamar.


"Tidak ada"


"Lalu kenapa Tan membawa salah seorang keamanan kita? dia nampak ketakutan dengan Tan. Sayang aku mohon jangan berbuat di luar batas. anak kita telah kembali dengan selamat, aku mohon jangan mengotori tangan mu dan Tan dengan perbuatan buruk"


"Kau bicara apa? aku hanya meminta Tan memulangkannya dan menggantinya dengaan orang baru"


"Benarkah? hanya itu?"


"Hmmm"


Aska melepas jam tangannya dan meletakkan di atas meja. Ia membuka beberapa kancing kemeja nya lalu duduk di samping Raya di sofa empuk berwarna kuning. Sofa itu yang dulu sangat Aska tidak sukai keberadaannya di kamar, tapi kini ia merasa nyaman duduk disana. Raya membeli sofa itu karena warna kuning yang terlihat cantik menurutnya.


"Aku lelah Raya...." Aska menyandarkan kepalanya di dada Raya.


"Kemarilah" Raya memeluk dan mengusap lembut rambut Aska.


"Apa tadi terjadi perkelahian?"


Aska hanya terdiam tidak menjawab, nafasnya mulai teratur dan ia tertidur di pelukan istrinya.

__ADS_1


__ADS_2