
Kai berdiri di sudut ruang kerjanya memandang keluar menatap gedung tinggi di depan sana. Langit biru cerah, ia berharap informasi yang di bawa Hendra nanti akan secerah langit pagi itu. Kai tidak ingin ada mendung di pernikahannya dengan Nara.
Kai tidak mencintai Nara tapi mempertahankan gadis itu untuk tetap di sampingnya itu adalah kewajibannya. Bagi Kai dalam pernikahan tidak perlu cinta hanya saling mengerti saja cukup dan gadis itu bisa mengerti Kai dengan baik.
Lagi pula sejak ada Nara ia merasa berbeda, hidupnya sedikit berwarna. Nara adalah mainan baru yang berhasil mencairkan suhu es di kehidupan Kai yang telah lama membeku.
"Tuan..." Sekretaris Hendra berdiri di depan meja kerja Kai.
Kai masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
"Bagaiman Hen apa sudah kau dapatkan informasi soal korban selamat itu?"
"Sedikit sulit tuan, tapi saya rasa itu memang Bastian"
Kai terdiam, tenang tidak menghela napas, tidak marah dan tidak juga kesal. Jika dia mau maka akan mudah saja baginya menyingkirkan cecunguk seperti Bastian. Tapi sialnya ia belum tentu berhasil menyingkirkan Bastian dari hati Nara.
"Berikan perintah anda, saya akan berbuat sesuatu tuan" kata Hendra.
Hendra adalah sekretaris yang baik dan setia pada bosnya. Ia tidak tahan jika harus melihat bosnya kehilangan perusahaan dan istrinya dalam waktu bersamaan.
"Biarkan saja dulu aku ingin lihat Rekasi Nara jika dia tahu kekasihnya masih hidup"
"Tapi tuan...."
Kai mengangkat telapak tangannya pertanda Hendra harus diam dan menurut saja. Hendra terdiam dan menunduk.
"Beritahu Deniz jika korbannya masih hidup, aku juga ingin melihat sejauh mana adikku bisa menyelesaikan masalahnya tanpa aku"
"Baik tuan, segera saya akan beritahu tuan Deniz"
__ADS_1
"Hendra... jangan sampai mama dan papa tahu terlebih kakek"
"Baik"
***
Seharian Nara tidak bisa fokus bekerja. Beberapa kali jemarinya tertusuk duri dari Bunga mawar yang ia rangkai.
Percakapan nya dengan Kai tadi pagi membuatnya gelisah dan bingung. tidak biasanya Kai seperti itu.
Sebenarnya apa maksud nya kenapa bertanya hal aneh-aneh pada ku? kenapa jika ada masalah tidak langsung memberitahu saja!
Apa maksudnya menanyakan perasaanku pada Bastian, dan apakah mungkin Bastian masih hidup?!
Nara semakin panik dan penasaran dengan teka-teki yang Kai berikan tadi pagi. Ia menyambar tasnya dan bergegas ke gedung utama Admaja Group untuk bertemu Kai.
Sesampainya di loby Nara berpapasan dengan Hendra.
Hendra sedikit heran kenapa Nara bisa sampai menemui Kai di kantor.
"Maaf nona apakah ada sesuatu yang penting?"
"Ada yang harus aku bicarakan dengannya..."
"Bolehkah saya tahu soal apa itu?"
Nara menggeleng, ia kekeh hanya mau bicara dengan Kai.
"Baiklah, mari ikut dengan saya"
__ADS_1
Hendra membawa Nara menuju ruang kerja Kai.
Hendra mengetuk pintu ruang kerja Kai.
"Masuk"
Nara terkejut saat mendapati seorang wanita cantik berada di ruangan kerja Kai. Keduanya sepertinya sedang berbicara serius.
Kai tak kalah terkejut mendapati Nara sekarang berada di hadapannya.
Hendra yang tidak mau terlibat dengan urusan Kai dengan para wanita pun segera melarikan diri.
Hening beberapa saat. Wanita cantik itu memandangi Nara dengan senyum manisnya.
"Apakah dia istri mu?" suara wanita itu terdengar lembut.
"Benar, Nara perkenalkan dia Kasandra"
"Hai..." sapa Nara
"Hai Nara senang bertemu dengan mu"
Kasandra wanita yang sungguh cantik, siapa dia apakah selingkuhan Kai? apa ini arti dari pertanyaannya tadi pagi?! dasar pria licik!!
"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu" Kasandra meraih tas tangannya dan memeluk Kai sebelum pergi. Adegan itu membuat Nara terkejut dan ingin sekali menjambak rambut indah Kasandra.
"Ada apa? kenapa kemari?"
Oh jadi aku tidak boleh kemari agar kau bisa terus bersama wanita itu?!
__ADS_1
"Saya ingin bertanya kenapa tadi pagi anda membicarakan hal aneh pada saya dan menanyakan soal Bastian, sebenarnya ada apa?"