
"Karena Kai sudah menemukan Bastian dan Nara rupanya tidak tergoda lagi dengan cinta lamanya, mau tidak mau aku harus menyusun rencana baru!" gumam Deniz.
Deniz masuk ke dalam mobilnya dan bergegas pergi ke rumah kakeknya.
Jika aku tidak bisa mempengaruhi keputusan papa setidaknya aku harus bisa menghasut kakek.
"Pagi kakek"
"Deniz? cucuku kemarilah. ada apa sepagi ini kau ke rumah kakek?"
"Hanya ingin bertemu kakek saja"
"Hmmm benar tidak ada yang penting?"
"Sebenarnya Deniz ingin bicara dengan kakek mengenai kepemimpinan Admaja Group"
"Kenapa dengan Kai?"
"Tidak ada apa-apa kek hanya saja apakah Deniz boleh menggantikan sementara kedudukan kakak di Admaja Group?"
"Kau bilang tidak tertarik?"
"Deniz berubah pikiran kek, Deniz juga ingin merasakan sebentar saja menjadi Presdir Admaja Group"
"Kenapa hanya sebentar Deniz? kenapa tidak selamanya?"
"Jadi kakek setuju kalau Deniz jadi pemimpin di perusahaan?"
"Dari awal kakek setuju, hanya ayahmu yang keras kepala"
"Lalu kapan kakek akan mengumumkan peralihan jabatan ini?"
__ADS_1
"Besok pagi buatkan meeting besar dan undang semua kolega kita serta pemegang saham, kakek akan umumkan di meeting"
"Terimakasih kek, Deniz sayang kakek"
Memang seharusnya akulah yang menduduki posisi pemimpin di perusahaan sebesar Admaja Group. Kai aku ingin lihat pergerakan mu setelah tidak lagi menjadi pemimpin perusahaan.
***
"Maaf tuan saya mengganggu pagi-pagi Hendra tiba di rumah Kai lebih awal dari biasanya.
"Ada apa Hen?"
"Tuan ada yang sangat penting ingin saya beritahukan"
"Baiklah kita ke ruang kerjaku" Nara yang sedari tadi sedang merapikan dasi Kai terdiam.
Kenapa sekretaris Hendra panik? ada apa? -Nara-
"Tuan anda harus secepatnya mengukuhkan perusahaan baru anda"
"Saya mendapat kabar baru saja melalui email resmi perusahaan jika akan ada meeting besar yang akan di pimpin tuan Bram Admaja"
"Kakek minta diadakan meeting besar?"
"Benar tuan dan meeting kali ini mengumpulkan semua kolega perusahaan"
"Aku mengerti mungkin kakek akan mengumumkan pemimpin baru Admaja Group"
"Saya rasa begitu tuan, karena Deniz pasti sudah tahu jika Bastian kita Sandera pasti ia tidak terima dan memikirkan cara lain untuk menekan anda"
"Aku akan ikut meeting pagi ini dan kau urus perusahaan baru kita"
__ADS_1
"Akan anda beri nama apa pada perusahaan baru ini tuan?"
"Group K"
"Group K, saya rasa ini nama yang tepat"
"Lalu bagaimana dengan Bastian tuan?"
"Aku sudah tidak perlu dengan dia jadi terserah padamu kau melenyapkan dia atau kau kembalikan pada Deniz biar mereka bisa duet menjadi orang bodoh" Kai tersenyum sinis sembari berjalan keluar dari ruang kerjanya.
Kai melirik Nara sekilas dan ia bergegas pergi dengan mobil pribadinya.
Sementara Hendra terlihat mengendarai mobil lainnya.
Ada apa ini kenapa Kai dan Hendra mengendarai mobil terpisah? -Nara-
Di ruang meeting VVIP Admaja Group tuan Bram terlihat memimpin meeting. Kai dan tuan Aska duduk menyimak sementara Deniz sedari tadi terlihat percaya diri berdiri di samping kakeknya.
"Baiklah tujuan ku mengumpulkan kalian disini adalah untuk memberikan pengumuman tentang pengalihan kepemimpinan perusahaan yang tadinya di duduki oleh Kai Admaja sekarang berganti pada Deniz Admaja"
"Pa .." tuan Aska berdiri dari duduknya dengan wajah tidak percaya.
Kai tetap tenang dan diam. ia sudah mengantisipasi semuanya.
"Tapi kenapa papa tidak bicara dulu dengan ku?" tuan Aska terlihat tidak terima.
"Pa, tenang saja Kai rela jika Deniz menduduki posisi Presdir"
"Tapi Kai.."
"Tidak masalah pa"
__ADS_1
Tuan Bram memandang Kai yang terlihat biasa saja kehilangan posisi nya sebagai pemimpin perusahaan besar. Deniz tak kalah terkejut melihat reaksi Kai yang tetap tenang seolah tidak terjadi apa-apa.
Kalian tunggu saja manuver yang sudah kusiapkan untuk menghancur leburkan kalian terutama kau Deniz! -Kai-