Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 102 Perjalanan Bisnis


__ADS_3

Di rumahnya Karenina menggila ia merasa kesal dengan tindakan sepupunya yaitu Aska. sejak kecil memang mereka tidak akur. Arga yang melihat kakak nya seperti orang gila mengamuk tidak jelas, ia memilih cabut dan pergi ke bar.


"Karenina hentikan" suara ibunya terdengar menghardik. Ia juga kecewa tapi melawan Aska harus dengan kecerdasan bukan dengan emosi.


"Ibu akan pikirkan rencana kedepan, kau tenang saja. Jika bukan kau pasti adik mu lah Yanga akan memimpin Admaja Group"


"Maksud ibu?"


"Darah lebih kental dari pada air, tentunya kau akan lebih kuat posisi mu di banding Raya yang bukan siapa-siapa di keluarga besar kita"


Karenina terdiam mendengarkan perkataan ibunya. Apa yang dikatakan ibunya benar lagipula tuan Bram terlihat tidak setuju dengan kandidat pilihan Aska.


Di kediaman Aska,


Raya tertegun menatap Aska dan Tan bergantian. Ia masih tidak habis pikir dengan rencana kedua orang itu.


"Sayang apa maksudnya ini?! kenapa tiba-tiba aku di calonkan menjadi CEO di Admaja Group?!"


"Memangnya kenapa Raya, kau istriku wajar saja aku memilih mu menjadi kandidat kuat. Aku presdirnya sudah pasti kau yang akan lolos"


"Tapi aku tidak enak dengan tuan besar! lagi pula apa aku mampu jika benar-benar terpilih?"

__ADS_1


"Kenapa tidak?"


Raya melirik Aska dan Tan bergantian, ia pura-pura tersenyum licik.


"Benar juga lagi pula ada suamiku yang pandai berbisnis kenapa tidak ku manfaatkan saja? aku bisa pencitraan dengan mengandalkan suami dan asisten terbaiknya"


"Nona anda sungguh berani" Tan menimpali.


"Kau sungguh licik nyonya Aska" Aska menyentil kening Raya.


"Hahaha bagaimana sayang? kau yang mencalonkan ku jadi kau juga yang bertanggung jawab membantu ku"


"Setuju" Aska menyeringai. Ia meminta Tan keluar ruang kerjanya. Ada yang ia ingin bicarakan dengan Raya.


"Perjalanan bisnis? berapa lama?" Raya terlihat tidak rela.


"Satu Minggu"


"Lama sekali"


"Kau pasti akan sangat merindukan ku" Aska tersenyum sembari meraih bahu Raya ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Aku juga pasti merindukan mu dan anak-anak"


"Sayang jaga diri mu disana, apa Tan ikut?"


"Tentu saja dia ikut, tanpanya aku harus bagaimana?"


"Kalian berdua seperti sejoli"


"Eh enak saja kitalah dua sejoli"


"Oh ya apa Kalila memberi kabar padamu sayang?" Raya tiba-tiba teringat gadis bucin itu. Ia tidak tega juga pada Kalila. Sementara Tan sudah benar-benar kembali pada Yuki. Bahkan mungkin mereka akan menikah di waktu dekat ini.


"Kalila dia pasti sudah mendapat pengganti Tan di Milan. Kau jangan cemaskan dia"


"Benar, Kalila gadis yang cantik dan manis ia pasti mudah menggaet pria mapan dan tampan"


"Tapi dia masih kalah jauh jika di bandingkan dirimu. Kau hebat sekali bisa menggaet tuan muda kaya dan tampan seperti ku"


Raya gemas dan mencubit pinggang Aska hingga Aska meringis kesakitan.


"Itu harga yang kau bayar untuk rasa percaya dirimu tuan muda!" Raya lalu mengecup pipi Aska.

__ADS_1


Aska benar, Aku memang sangat beruntung bisa mendapatkan pria seperti diri nya. Kita bagaikan bumi dan langit. tapi kau selalu mengangkat ku ke langit hingga aku nampak seperti dirimu.


__ADS_2