Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 45 Mata-Mata


__ADS_3

Raya mulai bekerja di perusahaan milik keluarga Shanon. Ia mengenakan stelan rok se lutut dan kemeja berlengan panjang serta high hells. Rambut panjangnya ia ikat rapi ke belakang.


Hari itu Aska sengaja melakukan kunjungan ke perusahaan tuan Wang. Ia datang bersama dengan Tan.


"Oh jadi ini alasan tuan mengadakan kunjungan ke perusahaan ini?" kata Tan begitu ia melihat sosok Raya sedang sibuk di meja kerjanya.


"Kau jangan cerewet nanti aku naikan gajimu"


"Baik tuan...." Tan patuh mengekor di belakang Aska yang sedang berjalan di iringi oleh pemilik perusahaan.


"Apa Shanon tidak masuk hari ini?"


"Oh ada tuan, nona kami sedang bertemu klien dari Jepang"


"Baiklah aku akan menunggu di ruang kerjanya"


"Silahkan..."


Jadilah Aska dan Tan berada di ruang kerja Shanon. Dari jendela kaca di ruangan itu bisa terlihat meja karyawan lain termasuk meja kerja Raya. Aska duduk di kursi kerja Shanon dan mengamati Raya yang sedang bekerja.


"Hei kau disini?" Shanon menghampiri Aska yang sedang duduk santai dan menyilang kan kakinya. Aska melepas kaca mata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.


"Kau jangan berisik aku pinjam ruang kerjamu sebentar"


Shanon dan Tan saling melirik, keduanya tidak habis pikir dengan tingkah si tuan muda satu ini.


"Apa kau tidak puas melihatnya kemarin seharian? kenapa masih mencarinya di tempat kerja?" Shanon duduk di atas meja kerjanya dan ikut memandang Raya dari kejauhan. Ia mengamati penampilan gadis di jauh sana yang sedang sibuk dengan telepon kantor dan komputernya. Raya terlihat biasa saja seperti karyawan kebanyakan tapi kenapa Aska begitu menggilainya. Shanon kadang tidak habis pikir dengan hal itu.

__ADS_1


Tapi jika mengingat semangat dan sikap baik Raya memang pantas para tuan muda seperti Aska dan Rama mengejarnya.


"Kau suka gadis berambut panjang?" celetuk Sanon tiba-tiba.


"Aku suka Raya berambut apa saja asal dia jangan membotaki kepalanya"


"Bodoh!" Shanon tersenyum geli dengan jawaban Aska. Ia berjalan menuju lemari es mini di ruangan itu.


"Tan ambilah minum sesukamu"


"Terimakasih nona"


"Kenapa kau tidak mengajaknya makan siang saja?"


"Tentu saja aku akan makan siang dengan Raya, kenapa jam makan siang di perusahaanmu lama sekali? apa kalian memundurkan jam istirahat?"


Akhirnya jam makan siang tiba, Aska mengajak Raya pergi ke restoran dekat perusahaan. Sementara Shanon memilih makan di tempat lain. Ia tidak berminat melihat kemesraan Aska dan Raya. Sedangkan Tan sudah bisa di tebak jika ia akan mengawasi tuannya dari kejauhan. Tan memesan satu meja kosong untuk dirinya makan siang sembari mengawasi tuannya.


Disela makan siang Tan tiba-tiba menghampiri meja Aska dan Raya.


"Ada apa Tan? kenapa kau mengganggu sekali?"


"Maaf tuan muda, tuan besar menelpon dan menayakan keberadaan anda. Tuan besar meminta anda segera kembali ke perusahaan"


"Pergilah, lain waktu kita bertemu lagi" kata Raya tersenyum.


"Tapi aku masih ingin memandangmu" Rasanya Tan ingin membekap mulut tuan mudanya yang akhir-akhir ini bertingkah semakin menggelikan.

__ADS_1


"Oh ya ini untuk mu, bukalah nanti saat di tempat kerja. Aku akan menelponmu" Raya menyerahkan sebuah amplop kecil berwarna coklat.


"Apa ini berisi uang?"


"Bukan tuan muda, nanti saja kau buka" kata Raya sambil menahan tawa.


Lihat tuan anda begitu bodoh di depan nona Raya, apa cinta bisa membuat orang jadi segila jni?


"Maaf tuan bisa kah kita bergegas?"


"Iya baiklah! kau ini berisik sekali!"


Aska dan Tan berjalan menuju mobil, sementara Raya melambaikan tangannya dari kejauhan sambil tersenyum manis.


"Tan lihatlah dia manis sekali bukan?"


"Benar tuan nona Raya memang manis"


"Jadi kau mencuri pandang padanya?! jangan macam-macam kau Tan!"


"Tuan muda anda bertanya, saya harus menjawab apa?"


Tan menggelengkan kepalanya ia mulai tidak habis pikir denga bosnya. Di kursi belakang Aska sibuk membuka amplop dari Raya. Ia mengerutkan keningnya melihat lembaran foto dirinya dan Shanon saat makan malam kemarin. Di foto itu anggel nya sangat pas jadi seolah Aska dan Shanon sedang bermesraan.


"Sial! ada mata-mata" Aska melemparkan apmlop beserta isinya ke kursi depan. Tan meraih satu lembar foto dan mengamatinya sebentar lalu fokus mengemudi lagi.


"Cari tahu siapa yang memata-mataiku"

__ADS_1


"Baik tuan"


__ADS_2