Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 55 Gembel Papan Atas (2)


__ADS_3

Aska berbaring di atas tempat tidur. Ia sedang berada di rumah yang baru ia sewa. Hujan mengguyur cukup deras, Aska menatap langit-langit kamar dan tidak bisa memejamkan matanya. Rumah yang di tempatinya sekarang sangat jauh berbeda dengan rumah keluarga Admaja.


Raya demi kau aku rela menjalani semua ini. Aku tidak bisa tidur, atap rumah bocor dan bau kotoran tikus menyengat. Raya sedang apa kau sekarang?


Di kamarnya Raya juga tidak bisa tidur. Ia memikirkan Aska yang berada di rumah sebelah. Raya tahu Aska pasti tidak biasa berada di tempat seperti itu. Ia di besarkan dengan segala fasilitas mewah dan serba di layani.


Apa dia sudh tidur sekarang? apa dia nyaman berada di rumah itu?


Pikiran Raya kemana-mana hingga tidak terasa sudah menjelang pagi.


Pagi sekali Raya mengunjungi Aska. Ia membawa sarapan dan kue hangat serta secangkir frapuchino. Aska sudah rapi dan ia terlihat ingin pergi.


"Hai aku membawakan sarapan untuk mu" kata Raya sambil meletakkan nampan di meja ruang tamu.


Aska memakan dengan lahap sarapan yang di bawakan Raya. Ia sangat lapar dan tidak bisa berteriak memanggil bibi Jang untuk di layani makan. Sekarang ia harus serba mandiri tanpa bibi Jang.


Raya memandangi Aska yang sedang makan. Pria tampan itu terlihat berbeda. Meski hanya penampilannya saja.


"Kau mau pergi?"


"Iya aku akan bertemu temanku untuk membicarakan pekerjaan"


Raya mengangguk dan masih memandangi Aska yang terlihat sedang merapikan kemeja lengan panjangnya.


"Kau jangan cemas, aku baik-baik saja" kata Aska sembari merangkul bahu Raya. Keduanya berjalan ke depan rumah. Aska memesan taxi online tadi sebelum pergi.

__ADS_1


Ia bahkan memesan taxi, Aska yang dulu bahkan jarang mengemudi karena ia memiliki asisten pribadi kini ia harus naik taxi jika bepergian.


Raya menelpon seseorang ia janjian untuk bertemu dengan orang itu.


***


Di sebuah restoran Aska bertemu dengan Rama. Aska sengaja tidak bercerita pada Raya jika ia akan menemui Rama.


"Lihat dirimu, aku bangga dengan mu saudaraku" kata Rama menepuk bahu Aska.


"Aku dengar kau tinggal di sebelah rumah Raya?"


"Benar"


"Wow itu menakjubkan seorang tuan muda Admaja bisa tinggal disana" Rama menahan tawanya.


"Kau punya bisnis yang kau jalankan tanpa uang ayahmu. Seharusnya kau bisa menyewa apartemen mewah kenapa kau tinggal di tempat kumuh itu?"


"Aku bisa saja melakukan itu tapi siapa yang akan menjaga Raya dan ibunya jika sewaktu-waktu anak buah tuan Hyuk mendatangi mereka"


"Aska benarkah ini kau?! kau sangat berubah kawan"


Aska menyeringai tangannya gatal rasanya ingin memukul hidung Rama.


"Apa Tan ikut denganmu?"

__ADS_1


"Tidak, ia di rekrut oleh ayahku jadi ia hak penuh ayahku"


"Tapi kurasa si bodoh itu terlihat setia denganmu. Aku taruhan ia akan menemuimu diam-diam"


"Aku tidak yakin ia berani melakukan itu"


"Aska kau butuh bantuan apa dariku?"


"Carikan aku sebuah mobil, yang biasa saja murah dan nyaman. kalau bisa kacanya anti peluru"


"Kau gila?!"


"Haha aku hanya bercanda, ayo kita pergi"


Sementara di tempat lain Raya menemui Tan. Tan juga terlihat cemas dengan keadaan mantan tuan mudanya.


"Tuan Tan tidak bisakah kau membantunya?"


"Raya aku ingin sekali membantu tuan muda tapi aku tidak memiliki wewenang sekarang. Tuan besar yang dulu merekrut ku untuk menjadi asisten pribadi tuan muda"


"Kau tau tuan Tan, ia menyewa rumah sederhana di samping rumahku. Aku tidak yakin ia bisa tidur jika malam tiba. Kulihat wajahnya kelelahan dan kurang beristirahat"


"Lalu saya harus bagaimana? tuan muda sama halnya dengan tuan besar. sama-sama keras kepala"


"Paling tidak kau bantu aku membujuknya agar pindah dari rumah itu. Kau bisa sewakan apartemen atau rumah bagus untuknya?"

__ADS_1


"Baiklah aku akan mencoba menemui tuan muda nanti"


"Terimakasih tuan Tan"


__ADS_2