
Nara gelisah menunggu Kai yang belum pulang hingga larut malam. Ia duduk di depan pintu rumah. Nara mulai cemas karena Hendra juga terlihat bingung.
"Nona sebaiknya anda masuk dan beristirahat , saya akan menunggu tuan Kai pulang"
"Tidak mau aku juga akan menunggunya"
"Tapi di luar dingin nanti anda bisa sakit"
"Tidak aku tidak akan sakit hanya karena kedinginan"
Keras kepala sekali! terserah pada mu saja nona.
Nara hampir ketiduran saat mobil Kai memasuki halaman.
"Tuan anda darimana saja" Hendra mendekati Kai yang baru turun dari mobilnya.
"Pulanglah, aku baik-baik saja. terimakasih sudah menggantikan ku hari ini di perusahaan" kata Kai sembari menepuk bahu Hendra.
"Tapi tuan.."
"Besok pagi aku akan ada tugas baru untuk mu jadi pulang dan siapkan tenaganya"
"Baik tuan"
Kai melirik Nara yang berdiri cemas di depan pintu.
"Kau menunggu ku?" kata Kai tersenyum dan berjalan memasuki rumah.
Nara mengikuti langkah Kai menuju kamar. ia melihat wajah Kai terluka dan lebam. Nara mengambil kotak obat untuk mengobati luka di wajah Kai.
"Anda dari mana saja? seharian tidak ada kabar dan pulang dalam keadaan terluka begini" Nara sibuk membersihkan luka itu dengan saputangan bersih dan air bersih.
__ADS_1
"Hendra mencemaskan anda, papa Aska dan ..maksud ku tuan Aska dan nyonya Raya beberapa kali menelpon ku"
"Apa terjadi sesuatu? sekarang anda diam saja tidak bicara"
Terakhir Nara menempel plester pada luka di pelipis Kai.
"Jika kau sudah selesai bicara tidur lah" Kai bangkit dari duduknya dan melepas kemejanya.
"Tunggu! aku ingin tahu anda kemana sehari ini?"
"Bukan urusan mu" Kai berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti baju.
Nara kesal seharian ia cemas tapi yang di cemaskan malah seenaknya.
Karena lelah Nara jadi tertidur. Ia terlelap di atas ranjang Kai tanpa memakai selimut.
Lihatlah gadis ini tadi dia mengomel panjang lebar dan sok tahu. sekarang tertidur pulas seperti tidak terjadi sesuatu....
Keesokan paginya seperti biasa Nara menyiapkan sarapan untuk Kai. Hendra juga sudah tiba.
"Maaf tuan, ayah anda memanggil untuk datang ke rumah"
"Baiklah nanti kita ke rumah papa"
"Apakah terjadi sesuatu tuan?"
"Tidak, bagaimanaa dengan meeting kemarin?"
"Tuan Aska memimpin meeting, karena anda dan Deniz sedang tidak ada di perusahaan"
"Kemana Deniz?"
__ADS_1
"Saya kurang tahu tuan"
Nara menguping pembicaraan Kai dan Hendra. Ia juga ingin tahu kemana sebenarnya Kai pergi kemarin.
"Kita bicara di kantor saja" kata Kai yang paham jika ada yang sedang menguping.
Wajah Nara terlihat kecewa. ia meletakkan secangkir teh di hadapan Kai.
"Duduklah disini" kata Kai sembari menahan lengan Nara yang akan kembali ke dapur.
"Tapi ..."
"Cepat duduk aku ingin melihat mu"
Wajah Nara memerah, entah Hendra memperhatikannya atau tidak.
"Ikut aku ke rumah mama, dan jangan pergi kemanapun nanti sore aku akan menjemput mu untuk pulang kemari"
"Kerumah mama? lalu pekerjaan ku?"
"Kau tidak perlu ke toko, jadi kau diam dan tenang saja di rumah mama"
Hendra terkejut mendengar permintaan Kai. Ia menebak semua pasti ada hubungannya dengan Bastian.
Apa Kau takut jika Bastian menemui Nara? apa Kau akan menyuruh ku menghabisi Bastian?! -Hendra-
"Hen siapkan mobil, kita ke rumah papa dan mama dulu"
"Baik tuan"
Nara bergegas memasuki mobil dan duduk di kursi belakang di samping Kai. Ia benar-benar tidak mengerti dengan laki-laki di sampingnya yang sungguh misterius.
__ADS_1