Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 101 Kejutan Besar


__ADS_3

Pagi itu Aska dan Raya akan pergi ke Admaja Group bersama. Aska menyisir rambut Raya dan merapikannya.


Lalu Raya berdiri dan menarik bangku kecil ia bersiap memasangkan dasi untuk Aska. Keduanya saling tersenyum, Aska mengecup pipi Raya.


"Kau sudah siap?"


"Siap untuk apa sayang?"


"Seandainya kau jadi salah satu CEO Admaja group apa kau siap?"


"CEO? Admaja Group?" Raya nampak bingung dengan perkataan Aska. Ia tidak mengerti CEO apa yang ia maksud. Raya hari ini bertugas mendampingi Aska untuk konferensi besar di Admaja Group. Ia tidak tahu jika akan ada pemilihan CEO baru di perusahaan.


Tan menunggu di mobil, ia bergegas keluar dari mobil begitu melihat Aska dan Raya sudah siap. Keduanya melangkah menuju mobil yang terparkir di halaman. Tan membukakan pintu mobil dan mempersilahkan tuan ya untuk masuk.


Pagi yang cerah, jalanan juga tidak seramai biasanya. Mungkin karena Tan berangkat lebih awal.


"Tan apa semua sudah siap di konferensi nanti?"


"Sudah tuan"


"Kau sudah melakukan apa yang aku minta?"


"Sudah saya lakukan tuan"

__ADS_1


"Bagus"


Raya tidak mengerti isi pembicaraan dua orang itu. Ia asyik mengamati pemandangan jalan melalui kaca mobil.


Di ruang konferensi Admaja Group sudah hadir semua pemegang saham dan pemilik utama yaitu Bramantyo Admaja tidak lain adalah ayah Aska Admaja.


Hari ini akan di selenggarakan pemilihan CEO baru untuk menggantikan posisi Aska terdahulu yang masih kosong sampai sekarang.


Semua di ruangan yang hadir nampak berbisik karena ada dua kandidat yang akan jadi CEO yaitu sepupu Aska seorang wanita bernama Karenina dan seorang pria bernama Arga. Mereka adalah anak dari Mita Admaja dan Hyuk. Mita adalah adik kandung Bram sedangkan Hyuk adalah asisten pribadi Bram yang setia layaknya Tan.


Karenina nampak duduk anggun di kursi direksi dengan stelan kerja yang terlihat modis. Wajah cantik nan angkuhnya terlihat percaya diri bahwa ia yang layak menjadi CEO Admaja Group.


Sementara di sebrang meja ada Arga yang dengan percaya diri akan mengalahkan kakak wanitanya


Dengan penuh keyakinan Karenina memberikan pidato untuk meminta dukungan dari para pemegang saham. Terutama tuan Bram.


"Maafkan saya mengganggu karena ada yang akan saya sampaikan. Untuk nona Karenina silahkan anda kembali ke tempat"


Tan memiliki andil dalam jalannya konferensi. Ia sekarang adalah asisten Presdir dan menjabat sekretaris utama group.


Karenina terlihat kesal, ia turun dari podium dan berjalan menuju kursinya kembali. Arga tersenyum melihat saudara perempuannya malu.


"Silahkan tuan muda dan nona"

__ADS_1


Aska dan Raya memasuki ruangan. Semua di ruangan itu terkejut dan sedikit berbisik. Mereka menebak apa yang akan di lakukan presdir utama perusahaan.


"Saya membawa kandidat baru CEO. dia adalah Raya" kata Aska tanpa basa basi. Semua terbelalak termasuk Raya dan tuan besar yang berada di ruangan itu.


"Apa maksud mu Aska?!" tuan besar terlihat geram. Anak tunggalnya ini selalu saja membuat onar.


"Benar apa maksud mu kakak?!" Tanya Karenina dan Arga bersamaan.


Mereka tentu tidak rela, yang pantas menjadi CEO perusahaan adalah anggota keluarga yang memiliki garis keturunan dari tuan Admaja. Sementara Raya hanya menantu, ia tidak ada sangkut paut dengan garis keturunan keluarga Admaja.


"Raya adalah kandidat yang tepat sebagai CEO, ia cerdas dan saya rasa dia tidak akan berkhianat apapun pada Admaja Group"


Aska kurang suka dengan sepupunya Karenina dan Arga. keduanya licik, bisa kapanpun menjatuhkan Admaja Group.


"Ayah apa kau tidak percaya padaku? aku adalah pewaris utama, pasti yang ku lakukan adalah yang terbaik untuk Admaja Group"


Tuan besar terdiam menimbang perkataan dan tingkah puteranya. Ia tidak habis pikir Aska akan melakukan kejutan ini.


"Baiklah aku setuju dengan satu syarat" kata tuan besar.


Karenina menatap tuan besar dan wajahnya terlihat muram. Ia tidak menyangka jika orang yang sudah berpengalaman seperti tuan besar akan mendukung kegilaan Aska.


"Pemilihan akan di langsungkan dengan vote. Silahkan tekan tombol di hadapan para kolega, pemegang saham dan semua yang berada di ruangan ini. Tentukan pilihan kalian, tidak ada tekanan atau paksaan. Tapi yang berhak menjadi pemimpin tetap adalah yang satu darah"

__ADS_1


Raya bingung ia tidak tahu harus bagaimana. Aska sungguh membuatnya terkejut. Ia mematung di samping tuan muda. Pandangan merendahkan datang kepadanya dari setiap peserta konferensi. Termasuk tuan besar ia memandang rendah Raya itu sudah jelas.


Karenina tersenyum puas melihat Raya yang tidak nyaman berada di ruangan itu. Ia menyilangkan kedua tangannya di atas meja sembari terus memandang Raya dengan tujuan menjatuhkan kepercayaan diri Raya.


__ADS_2