
Raya meletakkan dokumen di meja kerja Aska sebelum Aska tiba di kantor. Ia bergegas keluar tapi malah berpapasan dengan Tan yang sedang membukakan pintu untuk Aska.
"Tunggu!" Raya menghentikan langkahnya.
"Tan pergilah"
"Baik tuan"
"Kenapa kau tidak bilang jika akan ke rumahku kemarin?" Aska bertanya kembali pada Raya tentang kedatangan Raya di rumahnya.
Dia bertanya lagi, padahal kemarin juga sudah aku jelaskan.
"Saya mengantar pesanan kue untuk nyonya Ariani tuan"
"Lain kali jika kau kerumahku beritahu aku. Kau bisa menelponku terlebih dulu atau memberi tahu Tan"
"Baik tuan"
"Dan satu lagi, aku dan dia tidak ada hubungan apapun"
"Dia?" Raya sedikit bingung dengan maksud Aska.
"Sara, gadis yang kau lihat kemarin"
"Baik tuan, saya masih ada pekerjaan yang harus segera di selesaikan. Bolehkan saya kembali ke meja saya?"
Aska mengangguk, ia tetap memandangi Raya yang beranjak pergi ke meja kerjanya.
Sorenya Raya pulang lebih awal. Ia mampir ke toko kue ibunya dan membantu untuk menutup toko. Sesampainya di rumah Raya bergegas bersih-bersih dan menelpon Belalang.
"Hai kau sibuk?" tanya Raya.
"Tidak, kebetulan aku sudah sampai di rumah"
"Kau pulang lebih awal? apa tuan muda itu tidak memberimu pekerjaan tambahan?"
__ADS_1
"Tidak, kau tahu dia tadi menjelaskan padaku jika ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Sara"
"Sara? siapa itu?"
"Gadis yang kemarin ku lihat di rumahnya"
"Oh yang kau bilang cantik itu?"
"Benar"
"Raya?...."
"Hmmm..."
"Apa kau tahu kenapa Aska memberimu penjelasan tentang dia dan gadis itu?"
"Ummm tidak, aku juga heran ketika tiba-tiba ia menjelaskan itu padaku"
"Apa ini pertanda jika Aska sebenarnya masih menyukaimu?"
Hening.....Raya terdiam dan memikirkan perkataan Belalang barusan. Raya tidak mau terlalu percaya diri dengan menganggap bahwa Aska menyukainya. Ia takut akan jadi sakit hati sendiri seperti selama ini yang sudah ia rasakan.
"Apa kau tidak suka jika mengetahui Aska masih memikirkanmu?"
"Belalang, antara aku dan Aska sudah berlalu dan sepertinya aku salah paham. Ia tidak pernah menyukaiku seperti aku menyukainya jadi mungkin hanya aku yang terlalu percaya diri tentang hubunganku dengan Aska"
"Raya kenapa kau bicara begitu?"
"Entahlah tapi saat ini aku lebih tenang merasa kalau Aska tidak menyukaiku dan aku tidak menyukainya. Sekarang ceritakan kisah percintaanmu padaku"
"Aku?"
"Iya...kau dan gadis yang kau taksir"
"Aku tidak menyukai siapa-siapa jadi tidak ada yang bisa di ceritakan dariku".
__ADS_1
"Belalang ayolah jangan bohong. Aku sudah menceritakan semua kisahku padamu. Kita sahabat jadi kau juga harus terbuka dan berbagi cerita padaku"
"Apakah harus begitu?"
"Iya tentu saja"
"Baiklah mungkin kau akan bosan dengan ceritaku"
"Tidak apa aku sudah biasa terjebak dalam kebosanan"
"Hahaha! baiklah dengarkan baik-baik aku akan memulainya"
"Iya..iya aku dengar"
"Aku menyukai seseorang sudah beberapa lama tapi ia tidak menyadari"
"Lalu..."
"Ya aku diam saja"
"Apa?! kenapa kau tidak memperjuangkannya?"
"Untuk apa?"
"Untuk apa? ya untuk bersama"
"Kau sendiri kenapa tidak memperjuangkan Aska agar kalian bersama?"
"Belalang, masalahku terlalu rumit dan sulit untuk ku jelaskan. Aku bisa memperjuangkannya tapi aku harus melalui tembok tebal dan tinggi yaitu kekuarganya"
"Itu berarti kau menyerah?"
"Entahlah...." suara Raya terdengar sedih.
"Raya....."
__ADS_1
"Iya.."
"Kau mau bertemu denganku?"............