
Nara terkejut hingga tubuh nya serasa sulit bergerak. Wajahnya terasa kaku ia bingung tiba-tiba di hadapannya berdiri seseorang yang ia kenal. Seseorang yang pernah membuatnya bahagia dan membuatnya patah hati.
"Bastian?...."
"Nara ini aku, aku masih hidup kenapa orang-orang mengira aku tiada?"
Nara hanya terdiam kelu, ia masih memandang Bastian yang berdiri di hadapannya.
Malam itu Nara duduk sendiri di halaman rumah. Karena ia tidak habis pikir dengan Kai yang tiba-tiba saja mengungkit masalalu Nara dengan Bastian.
Belum selesai Nara dengan segala pikiran yang berkecamuk di benaknya, ia malah di kejutkan dengan kedatangan sosok Bastian.
Apa benar dia Bastian dan bukaan hantu?
"Nara ini aku kekasih mu Bastian" kembali pria itu meyakinkan Nara.
Bastian berjalan mendekati Nara dan meraih tangan Nara. Ia menggenggamnya erat dengan mata berkaca-kaca.
"Benarkah kau masih hidup?"
Bastian mengangguk tanpa melepas tangan Nara.
Keduanya hampir saja berpelukan tapi terganggu oleh sebuah benda yang tiba-tiba menempel di pelipis Bastian.
Ya, Kai datang dengan menodongkan senpi ke arah Bastian.
"Dia istriku sekarang" gertak Kai dengan suara dingin..
"Kai jangan...!" Nara mencoba menghentikan kegilaan Kai.
__ADS_1
"Jangan berani mendekati Nara, kau hanya bagian dari masalalunya saja" kata Kai lagi.
"Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkan Nara!" Bastian kekeh dengan pendiriannya. Ia masih mencintai Nara.
Kai bersiap menarik pelatuk dari senpinya dan Dor! peluru mengenai kepala Bastian.
"Kaiii!!!" Nara berteriak histeris dan terbangun dari tidurnya.
Jantungnya berdebar, ternyata semua hanya mimpi. Ia terkejut mendapati Kai sedang duduk di sofa meminum segelas susu hangat.
Kai tersenyum melihat kepanikan di wajah Nara.
"Sepagi ini kau memimpikan aku?". Kai berdiri dari duduknya dan mendekati Nara.
Nara menggeser badannya karena takut.
"Apa mimpi mu bersama ku indah sampai kau berteriak memanggil nama ku?"
"Boleh aku tahu sesuatu?" kata Nara.
"Katakan"
"Apa ....."Nara tidak melanjutkan ucapannya ia berpikir kembali.
Sebaiknya aku tidak bertanya soal Bastian padanya.
Kai mengenakan jasnya dan mengancingkan ya agar terlihat rapi. Seperti biasa ia akan pergi ke Admaja Group untuk memimpin meeting pagi.
"Apa kau ingin tahu tentang kekasih mu itu?"
__ADS_1
Nara terdiam tidak berani menjawab.
"Berapa lama kau menangis sampai wajahmu bengkak seperti itu?" Kai mengelus wajah Nara dengan jemarinya.
Nara hampir menyingkirkan tangan Kai, ia takut pada pria itu.
Apa Kau tahu sesuatu tentang kecelakaan Bastian? apa dia tahu dimana Bastian sekarang. aku pusing sekali....
Di lantai bawah Deniz sudah menunggu Kai sejak tadi.
"Kakak aku ingin bicara" Deniz melirik Nara yang berjalan di belakang Kai.
"Kita bicara di kantor saja, aku sudah terlambat"
Nara menyerahkan tas kerja Kai yang sedari tadi ia pegang.
"Kau beristirahatlah, nanti malam kita bicara" kata Kai pada Nara.
Nara hanya mengangguk patuh. Sementara Deniz terus melihatnya.
"Kak apa dia tahu kalau Bastian masih hidup?".
"Aku bilang kita bicara di kantor"
"Baiklah, maaf"
Kai tahu jika ia bicara dengan Deniz di rumah itu akan tidak aman karena Nara pasti mencoba untuk ikut mendengarkan.
Setelah Kai dan Deniz pergi Nara bergegas mandi dan membersihkan sisa riasan di wajahnya.
__ADS_1
Nara ingin bertemu Selin membicarakan kembali kasus kecelakaan Bastian. Selama ini hanya Selin yang mendukung Nara untuk mengusut kasus itu. Nara ingin meminta bantuan Selin menyelidiki Kai dan Hendra.
Aku curiga pada Kai dan Hendra sepertinya mereka tahu sesuatu...