Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 48 Tawaran


__ADS_3

Tuan Bram dan asistennya terlihat menemui Raya di rumahnya. Raya dan ibunya duduk dengan wajah cemas dan takut.


"Hyuk serahkan" sebuah koper besar berwarna hitam di letakkan di atas meja. tuan Hyuk membuka koper itu dan isi di dalamnya adalah tumpukan uang.


"Raya aku pikir kau adalah gadis cerdas yang bisa ku ajak bernegosiasi" kata tuan Bram dengan senyum menakutkan di wajahnya. Raya terdiam ia sudah tau arah pembicaraan ini akan kemana.


"Maksudku tuan apa?"


"Aku ingin kau menerima tawaranku untuk menerima uang ini dan jauhi Aska. Ia akan bertunangan bulan depan dengan putri dari sahabatku yang tentunya lebih setara dengan kami"


Hati Raya terasa teriris mendengar ucapan tuan Bram barusan. Ia terhina sekaligus patah hati. Raya mencoba menguatkan dirinya. Ibunya terlihat gemetar memegangi tangan Raya dengan mata berkaca-kaca.


"Boleh saya bertanya satu hal tuan besar?"


"Silahkan"


"Apakah tuan muda setuju dengan pertunangan itu?"


"Tidak penting Aska setuju atau tidak. Kami orang tuanya yang memutuskan"


Mendengar jawaban tuan Bram barusan Raya tersenyum. Ia tahu Aska tidak akan setuju dengan pertunangan itu.


"Raya pikirkanlah jika Aska bersama gadis yang sejajar dengannya ia tentu akan hidup bahagia bersama keturunannya. Kau juga bisa mencari kebahagiaanmu sendiri. Jadi lepaskan Aska"

__ADS_1


"Tuan besar saya tidak pernah mengikat tuan Aska. Ia yang menggenggam tangan saya dengan erat karena itulah bukan saya yang harus melepaskannya tapi tuan Aska yang harus melepas saya. Sebaiknya tuan besar bicarakan ini dengan putra tuan"


Mendengar perkataan Raya tuan besar dan asistennya merasa tersinggung dan kesal. tapi tuan Bram tetap mencoba sabar. Yang dia hadapi adalah gadis kuat yang tak silau harta.


"Untuk uang ini silahkan tuan besar ambil kembali. Saya tidak membutuhkannya. Saya bukanlah orang yang memperjual belikan perasaan demi uang"


Sekali lagi wajah tuan Bram terlihat memerah karena malu dan marah. Ia tidak menyangka gadis di hadapannya memiliki keberanian tak terduga.


"Hyuk ayo kita pergi" tuan Bram dan Hyuk pergi dari rumah Raya dengan marah. Di dalam mobil tuan besar memikirkan siasat untuk memisahkan hubungan putranya dengan gadis miskin itu.


"Gadis itu keras kepala sekali!" kata tuan Bram.


"Saya rasa kita tidak akan bisa membujuknya dengan uang tuan"


"Kau benar Hyuk, jika dengan cara halus tidak bisa kita harus memaksa mereka berpisah dengan cara apapun!"


Aska sudah siap dengan stelan kerjanya. Nyonya Ariani terlihat menghampiri putranya yang berwajah muram sejak kemarin.


"Aska...."


"Ma kenapa pertunangannya mendadak sekali?"


"Aska mama tidak tahu, papa tidak bilang dulu sebelumnya pada mama"

__ADS_1


"Ma ...aku tidak menyukai Shanon ma, mama tahu itu kan? kami hanya berteman"


"Mama tahu, mama juga tahu kau menyukai Raya bukan?"


Aska terdiam, rupanya mamanya juga sudah bisa menebak perasaannya.


"Bagaimana sekarang ma? aku tidak mau bertunangan dengan gadis manapun selain Raya"


"Aska saat ini kau jangan keras kepala dulu nanti papa bisa marah besar. Kita sembari pikirkan solusinya"


"Tuan muda, tuan besar memanggil anda ke ruang kerjanya" Tan menghampiri ibu dan anak yang sedang sibuk berunding mencari solusi menggagalkan pertunangan yang akan di gelar bulan depan.


Aska berjalan cepat menuju ruang kerja ayahnya di lantai dua rumah itu. Di ruangan itu sudah berdiri tuan Hyuk.


Kalau tuan Hyuk ada disini pasti papa merencanakan sesuatu.


"Aska kemarilah, bagaimana apa kau siap dengan pertunangannya nanti?"


"Sejujurnya Aska tidak siap pa"


"Tidak siap?" tuan Bram mengerutkan keningnya.


"Aska menyukai gadis lain pa"

__ADS_1


"Oh ya ... apa gadis itu lebih baik dari pilihan papa?"


Aska terdiam, secara sikap Raya terlihat lebih baik dari Shanon, secara fisik jika sama-sama di poles Raya juga terlihat cantik. Tapi secara materi jelas perbandingan yang timpang. Aska bingung harus bicara apa pada ayahnya.


__ADS_2