Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 86 Raya Akan Melahirkan


__ADS_3

Raya terlihat semakin tidak berdaya, perutnya sakit, rasa sakit yang belum pernah ia rasakan dalam hidupnya. Raya tak lagi bisa berbaring karena rasa nyeri di perut yang tak tertanggungkan. Aska terlihat panik, wajahnya pucat dan bingung melihat istrinya kesakitan. Tan menyiapkan mobil dan mereka siap membawa Raya ke rumah sakit.


"Tenanglah sayang, kau akan baik-baik saja"


Aska mengusap kening Raya yang berkeringat dingin. Raya diam hanya sesekali ia tersenyum menenangkan Aska yang panik dan cemas.


"Cepat Tan! kenapa lama sekali kau mengemudi?!"


Tan menambah kecepatan mobilnya, tidak berapa lama mobil tiba di depan rumah sakit. Perawat dan dokter yang tadi di telepon oleh Tan sudah siaga menerima pasien yaitu Raya.


Raya bergegas di bawa ke UGD. Dokter spesialis kandungan bersiap bersama perawat di ruangan VVIP tempat Raya berada.


"Bagaiman dokter? kenapa perutku mulas dan sakit? apa anakku baik-baik saja di dalam?" Raya hampir menangis, ia ingin mendengar kabar baik jika anak kembarnya sehat dan baik-baik saja di dalam sana.


"Kau akan melahirkan nyonya, kalau menurut perhitungan kami seharusnya sebulan lagi kau akan mengalami persalinan. Tapi ini maju lebih awal"


"Aku akan bicara pada tuan Aska terlebih dulu"


"Iya dokter"


Aska langsung menghampiri dokter, begitu ia melihatnya keluar dari kamar rawat Raya.

__ADS_1


"Bagaimana keadaan istriku dokter?" wajah Aska terlihat tak karuan karena cemas pada Kondisi Raya.


"Nyonya akan segera melahirkan tuan bisa besok pagi atau besok siang. tergantung kondisinya. Kita akan terus pantau keadaan nyonya dan bayi kembarnya"


"Dokter! pastikan istriku selamat dan juga anakku"


"Kami mengusahakan yang terbaik tuan muda, kita lihat kedepan apakah pembukaan akan bertambah atau tidak. Jika tidak kami akan melakukan operasi Caesar pada nyonya"


"Operasi?"


"Kita lihat dulu, silahkan jika ingin menemani nyonya Raya di dalam"


"Tuan muda tenanglah..." Tan memegangi bahu Aska yang hampir pergi mengejar dokter itu.


"Kita turuti kata dokter barusan tuan, sebaiknya anda tenang dan temani nona"


"Bagaiman aku bisa menemaninya Tan?! aku tidak kuat melihatnya kesakitan seperti itu!"


"Anda pasti bisa tuan, sebentar lagi nona akan melahirkan anaknya dan anda akan benar-benar menjadi ayah"


"Kau benar, aku harus memberinya semangat"

__ADS_1


Tan sendiri gelisah dan cemas. Ia melihat nona-nya kesakitan dengan perut besarnya. Tan merasa seperti lunglai dan lemas. Ia meraih ponsel di saku jasnya. Tan menelpon Yuki.


"Ada apa tuan? kenapa menelpon selarut ini?" terdengar suara Yuki yang terbangun dari tidurnya karena telepon dari Tan.


"Cepat ke rumah sakit di pusat kota, nona akan melahirkan"


"Apa?! baiklah aku segera kesana"


Tan memasukan kembali ponselnya. ia berdiri bersandar dinding dan melipat tangannya ke dada. Ia melirik jam tangannya.


Sementara di ruang rawatnya Raya melatih pernapasan karena pembukaan sudah mencapai enam. perawat membantunya untuk melakukan pernapasan perut.


"Nona dokter memintaku memberimu pil ini, obat ini akan merangsang pembukaan lebih cepat"


"Tunggu, apa itu?!" Aska dengan gelisah dan wajah pucat semakin tidak mengerti.


"Tenang sayang ini obat untuk memacu kontraksi"


Raya meminum pil itu dan menahan nyeri. Ia hanya terdiam berbaring sembari meremas bantal di sampingnya.


Raya , kau harus selamat bertahanlah demi aku dan anak kita. Aku bisa gila melihat mu kesakitan seperti ini....

__ADS_1


__ADS_2