Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 207 Tulus atau Sandiwara?


__ADS_3

Ball room grand hotel bintang lima di sulap bak negeri dongeng. disana di adakan acara perayaan ulang tahun pernikahan Arsen dan Naila.


Arsen lebih dulu tiba di hotel karena ia harus menyambut beberapa kolega penting Admaja Group. sementara Naila masih sibuk di rumah untuk merias dirinya. Naila sengaja menyewa jasa makeup profesional untuk malam itu agar Arsen puas dan tidak terlalu banyak protes padanya.


Selesai di rias Naila langsung mengenakan gaunnya yang berwarna kuning gading. kulit putihnya terlihat cerah dengan warna gaun itu. sentuhan terakhir adalah rambut Naila yang di tata serampangan dan di hias dengan bando bunga Daisy.


Setelah semua siap dan selesai Naila bergegas keluar kamar dan menuruni anak tangga. Pitt yang menunggu di lantai utama sampai terpaku melihat kecantikan Naila malam itu.


Anda harus menyaksikan keindahan ini tuan Arsen! saya jamin anda tidak akan bisa berpaling....


"Bagaimana penampilanku?" tanya Naila sedikit kurang percaya diri.


"Sempurna nyonya" Dengan gerakan tangan Pitt mempersilahkan Naila berjalan memasuki mobil.


Pitt menambah kecepatan mobilnya karena acara sebentar lagi akan di mulai. mama Sara sudah beberapa kali menelpon Pitt memastikan keberadaan Naila. mungkin ia takut jika menantunya itu akan kabur dan tidak datang ke pesta. itu sungguh memalukan serta mencoreng nama baik keluarga Admaja.

__ADS_1


Arsen berdiri gelisah menatap jam tangannya. wajahnya sedikit cemas dalam hati ia beberapa kali mengumpat kesal karena Pitt terlambat.


"Arsen mana Naila?" tanya mama Sara.


"Pitt sedang menjemputnya mam"


"Kenapa lama sekali?"


"Mam please jangan membuat Arsen cemas!"


"Oh itu dia" Mama Sara menunjuk mobil Pitt yang akhirnya tiba di depan ball room hotel. Pitt turun dari mobil membukakan pintu mobil untuk Naila. wanita itu terlihat mempesona dengan semua yang ia kenakan. Naila berdiri di atas karpet merah. ia sebenarnya malu menjadi pusat perhatian.


"Ehemm!!" Pitt berdhm mengkode Arsen agar segera menghampiri Naila.


Arsen tersenyum samar, ia melangkahkan kaki panjangnya menghampiri Naila. Arsen menekuk lengannya mempersilahkan Naila menggamit nya. keduanya berjalan menyusuri karpet merah hingga ke tengah ruang acara. semua bertepuk tangan memberi selamat pada Arsen dan Naila atas ulang tahun pernikahan mereka.

__ADS_1


Arsen nampak bahagia, sementara Naila terlihat tersenyum. sesekali wajah cantiknya memancarkan kecemasan. ia takut jika tiba-tiba Arsen menceraikannya di depan umum.


Arsen menggenggam erat tangan Naila, ia tersenyum menatap istrinya lalu melangkah untuk memberikan sedikit sambutan pada tamu undangan.


"Terimakasih sudah menyempatkan hadir di acara kami, di kesempatan kali ini izinkan aku untuk berterimakasih pada istriku tersayang, Naila Admaja. terimakasih sayang susah sabar menemaniku sejauh ini semoga pernikahan kita bertahan sampai kita tua renta bersama"


Mata Naila berkaca-kaca ia tidak tahu Arsen sedang akting atau berkata dari hatinya. Arsen menatap Naila lalu memberikan ciuman mesra di bibir Naila.


Mama Sara terharu hingga meneteskan air matanya. tamu undangan bertepuk tangan riuh ikut larut dengan perkataan Arsen tadi. Pitt mengangguk perlahan memberikan penghormatan atas sambutan tuannya.


Naila sesaat melayang dari bumi, ia terbuai dengan keromantisan yang di berikan Arsen malam itu. kata-kata sambutan, ciuman dan pelukan membuat Naila lupa jika ia menjalani pernikahannya hanya seperti sandiwara belaka.


"Naila maukah kau hidup selamanya bersamaku?" tanya Arsen. Naila hanya terdiam lidahnya terasa kelu. Arsen menunduk sembari tersenyum mendekatkan bibirnya ke telinga Naila.


"Cepat jawab iya!" bisik Arsen.

__ADS_1


Detik ini Naila kembali berpijak di bumi. ia yakin Arsen hanya bersandiwara didepan para tamu undangan dan mama Sara.


"Tentu saja aku bersedia" jawab Naila.


__ADS_2