Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 150 Kepulangan Deniz (1)


__ADS_3

Pagi sekali Hendra datang ke rumah Kai. Ia membawakan beberapa dokumen penting yang sudah di print. Hendra memerlukan tanda tangan Kai segera.


Nara terlihat sedang berolah raga di halaman samping. Hendra melirik ke arah Nara yang sedang bergerak lincah mengikuti alunan musik dari earphone yang berada di telinganya.


Hendra hanya menggelengkan kepalanya. Ia lalu menaiki tangga dan berjalan menuju kamar Kai.


tuk...tuk ...tuk...


"Tuan Kai..."


"Ada apa kenapa sepagi ini?!" Kai menarik selimutnya.


"Tuan saya membawa dokumen penting yang harus anda tanda tangani segera" kata Hendra dari balik pintu.


"Merepotkan sekali!"


Kai menyibak selimut dengan malas. Ia berjalan ke kamar mandi. Guyuran air dari shower berhasil menghilangkan rasa kantuk di matanya.


Selesai mandi Kai bergegas mengenakan stelan jasnya. ia merapikan rambutnya di depan cermin. setelah penampilannya sempurna ia segera menemui Hendra.


"Hen..." Hendra tidak ada di ruang kerjanya.


"Kemana sekretaris menyebalkan itu?" Kai menuruni anak tangga. Ia sempat terhenti dan mengerinyitkan keningnya. Hendra terlihat sedang berdiri di dekat pintu kaca yang transparan. dari sana ia mengamati Nara yang sedang duduk bersantai setelah berolah raga pagi.


"Ada apa kemari sepagi ini?"


Suara Kai mengejutkan Hendra, ia segera menguasai dirinya sebelum Kai marah besar. Hendra mengeluarkan dokumen dari dalam tas kerjanya. Ia menyerahkannya pada Kai.


"Oh ya tuan, hari ini tuan Deniz tiba dari Amerika bersama nona Dizya"

__ADS_1


"Benarkah?"


"Tuan Deniz telah menyelesaikan pendidikannya tuan"


Kai terdiam, itu artinya kakek akan memberikan kedudukan Kai di perusahaan kepada Deniz.


Kai hanya terdiam, ia melirik ke meja makan, kosong tidak ada apapun disana.


"Panggil Nara kemari"


"Baik tuan"


Hendra berjalan mendekati Nara dan memintanya untuk menghadap Kai.


"Kenapa kau tidak menyiapkan sarapan?"


"Saya sudah sarapan" kata Nara polos.


Nara terlihat salah tingkah dan malu disana ada Hendra yang berdiri mematung mendengarkan pembicaraan mereka.


"Saya kemarin memasak tapi anda tidak mau makan jadi hari ini saya putuskan tidak memasak"


"Siapa yang menyuruh mu mengambil keputusan?! di rumah ini aku yang berhak mengambil keputusan apapun dan kau gadis bodoh, kau hanya bisa menurut"


"Baik" wajah Nara terlihat jengah.


"Tunggu apa lagi cepat buat sarapan"


"iya baik"

__ADS_1


Nara bergegas menuju dapur dan menyiapkan makan pagi. Ia mengeluarkan adonan wafel yang sudah ia buat tadi sebelum berolah raga. Nara menambahkan blue berry segar kedalam adonan lalu memanggangnya.


Ia menyiapkan segelas susu hangat untuk Kai.


Di meja makan terhidang satu porsi wafel blue berry dan segelas susu hangat serta salad buah melon.


Kai duduk dan menikmati sarapannya. Hendra berdiri di belakangnya menunggu Kai selesai makan.


"Jam berapa Deniz akan tiba di bandara?"


"Sore nanti tuan sekitar pukul lima"


"Kau atur sopir untuk menjemput mereka"


"Baik tuan"


"Siapkan materi yang ku minta kemarin, aku rasa kakek akan memanggilku ke rumahnya"


"Sudah saya siapkan tuan"


"Bagus"


"Maaf tuan..."


"Ada apa?"


"Nyonya Raya menelpon dan meminta anda datang ke rumah untuk makan malam"


"Katakan pada mama aku akan datang"

__ADS_1


"Nyonya meminta anda datang bersama nona Nara"


Kai terdiam, ia melirik Nara yang pura-pura tidak mendengarkan obrolan Kai dan Hendra.


__ADS_2