Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 103 Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Aska sudah siap dengan koper besarnya. Tan memasukan-nya kedalam bagasi mobil. Keduanya bersiap menuju bandara.


"Papa ikut!" teriak Deniz dan Dizya.


"Papa mau kemana?" tanya Kai si anak cool.


"Anak-anak papa ada perjalanan bisnis selama satu Minggu, jadi kalian jaga mama ya"


"Iya pa" jawab Kai. Deniz tidak peduli ia menangis sejadinya di gendongan ayahnya. Deniz bersi keras ingin ikut sang ayah pergi ke luar negeri.


"Sayang nanti kita jalan-jalan ke kebun binatang ya, lihat gajah dan jerapah" Raya membujuk anaknya. Deniz suka dengan gajah dan jerapah. akhirnya anak itu luluh juga dan mau diam setelah Raya membujuknya.


Jadilah Aska dan Tan berangkat ke bandara.


Selama di perjalanan Aska teringan istri dan anaknya.


"Tan belum juga pergi tapi aku sudah rindu sekali dengan Raya dan anak-anak"


Tan tersenyum, ia melihat perubahan besar pada tuan mudanya. Dari yang dingin dan angkuh serta arogan kini berubah menjadi pria yang kebapak an dan penyayang.


"Tan kapan kau akan menikahi gadis itu?"


"Masih di rencanakan tuan"

__ADS_1


"Bagus, aku akan membuatkan pesta meriah untuk pernikahan kalian nanti"


"Terimakasih tuan, tapi Yuki ingin pesta yang sederhana saja. Ia ingin menikah di pinggir danau dan mengundang orang terdekat kami"


"Gadis mu dengan istriku hampir mirip. Mereka tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Aku rasa kau tidak salah pilih"


"Terimakasih tuan"


Tan tersenyum mengembang, ia menyukai Yuki karena beberapa sifat Yuki mirip dengan nona mudanya yaitu Raya.


Tan sudah lama bekerja dengan Aska jadi selera Aska yang unik juga mempengaruhi Tan.


Di tempat lain Karenina sedang bersiap masuk kedalam mobil mewahnya. Ia bersiap mendatangi Raya di kediaman Aska Admaja.


Di pelataran rumah baru saja tiba mobil berwarna hitam. Seorang wanita cantik keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pintu utama. Pelayan membukakan pintu dan mempersilahkannya masuk.


Karenina tiba dirumah Aska. Ia mengedarkan pandangannya menatap jajaran foto yang di bingkai indah di dinding. Foto pernikahan Aska dan Raya. Foto ulang tahun pernikahan, foto ulang tahun anak-anak Aska dan Raya.


"Wow sungguh keluarga yang nampak bahagia. aku tidak menjamin kau masih bisa bahagia jika mengusikku Aska!" gumam Karenina.


"Maaf membuat mu menunggu" Raya tiba-tiba sudah berdiri di belakang Karenina. Wanita itu tidak menyadari sejak kapan Raya berdiri disana.


Apa jangan-jangan ia mendengar perkataan ku tadi?

__ADS_1


"Hai Raya ...aku kemari karena tahu Aska sedang keluar negeri. aku ingin bicara dengan mu"


"Bicaralah" Raya kurang suka basa-basi jika dengan orang seperti Karenina ini.


"Wah kau sangat tidak menyukai ku sampai tidak berbasa-basi dengan ku?"


"Untuk apa? bukankah kau juga tidak menyukai ku?"


Wajah Karenina terlihat masam mendengar perkataan Raya barusan.


"Baiklah langsung saja, aku ingin kau mundur dari pencalonan dirimu menjadi CEO perusahaan"


"Kenapa?"


"Kenapa?! kau bertanya kenapa?! kau tidak sadar diri jika kau bukan siapa-siap di keluarga kami. Keluarga Admaja!"


"Oh Karenina apa kau takut bersaing dengan orang biasa seperti ku?" Raya tampak tenang dan tidak terprovokasi oleh gadis di hadapannya.


"Aku takut pada mu?! kau mimpi? aku hanya memperingatkan mu untuk sadar diri!"


"Terimakasih Karenina atas peringatan mu. Tapi aku adalah istri tuan muda Aska Admaja. Pewaris utama Admaja Group. Jika dia sudah memintaku menjadi CEO memangnya apa yang bisa orang lain lakukan termasuk dirimu?"


Wajah cantik Karenina berubah memerah karena marah. Ia kesal dan menyesal sudah datang ke rumah itu untuk bicara dengan Raya. Tadinya ia ingin mengintimidasi Raya tapi ia gagal.

__ADS_1


Wanita ini pintar juga, kita lihat saja nanti...saingan ku bukan dirimu Raya tapi Aska suami mu yang menyebalkan itu! Akan ku rebut semua harta keluarga Admaja dan kalian akan jadi gelandangan besok atau lusa!


__ADS_2