Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 130 Gunung Es


__ADS_3

Akhirnya Rama menyanggupi ajakan Kalila untuk pergi kemping akhir Minggu nanti. Rama mampir ke pusat perbelanjaan untuk membeli beberapa keperluan yang di butuhkan saat kemping.


Sebenarnya sedang apa aku?


Kenapa aku mau melakukan ini semua?


Demi apa dan untuk siapa aku melakukan kebodohan ini...


Batin dan pikiran Rama seolah tidak sinkron.


"Silahkan tuan"


"....tuan...tuan" seorang pelayan wanita di sebuah toko sampai memanggil Rama tiga kali karena ia tak kunjung mengambil tas belanjaannya yang sudah di bayar.


"Oh maaf" Rama menerima tas belanjaan itu dan berjalan pergi menuju mobilnya yang terparkir di depan gedung pusat perbelanjaan.


Sesampainya di rumahnya ia duduk dan memandangi perlengkapan kemping yang ia jajar di depannya.


Ponselnya berbunyi, ada pesan singkat dari Kalila.


[Jangan lupa kakak besok kau ada janji penting dengan ku]


Rama menghela napas lalu mencari kontak Aska di ponselnya. Sudah tanggung, ia butuh cerita dengan seseorang atas semua kegilaan ini.


"Ada apa?" seperti biasa terdengar suara ketus di ujung sana.


"Apa kau di rumah?"


"Iya aku di rumah, ada urusan apa?"


"Berikan ponsel mu pada Raya, ada yang ingin ku ceritakan"


"Untuk apa kau bicara dengaan istriku?!"


"Karena kalau aku bicara dengan mu sudah pasti akan jadi lebih runyam dan kau tidak akan mengerti. ....ini soal..."


"Soal apa?"

__ADS_1


"Soal ....Kalila, cepat berikan pada Raya aku memohon izin lima menit saja"


"Baiklah hanya lima menit, dan aku juga akan ikut mendengarkan percakapan kalian"


"Terserah kau saja"


Hening, sepertinya Aska sedang memberikan ponselnya pada Raya.


"Halo..." kali ini terdengar suara yang lembut dan menyejukkan hati. sudah pasti itu adalah suara Raya.


"Raya...bagaimana aku memulai cerita ini ya..."


"Katakan lah"


"Kalila mengaja ku pergi kemping besok"


"Lalu apa kau bilang iya?" Raya pura-pura tidak tahu. Ia jelas sudah dengar rencana itu dari Kalila.


"Hmmm aku bilang iya"


"Tapi apa menurutmu ini benar?...aku bisa gila memikirkan semua ini. Seharusnya aku membatalkan saja ajakan kemping itu"


"Kau jangan bertindak seenaknya begitu Rama, jika kau sudah bilang iya maka kau harus berangkat. apapun yang terjadi antara kau dan Kalila, lihat saja nanti"


"Begitu ya"


"Dan aku sarankan..jangan menyia-nyiakan seseorang yang tulus padamu. jangan sampai kau menyesal"


"Baiklah...."


"Kalau menurut saran ku lebih baik kalian batalkan saja kemping itu, sangat kekanakan dan bodoh" Suara Aska terdengar kembali. Rama segera mematikan ponselnya sebelum Aska panjang lebar bicara yang tidak berguna untuk hubungannya dengan Kalila.


Aska Admaja, tahu apa kau soal cinta. Kau hanya tahu soal Raya.


Hari yang di tunggu telah tiba. Kalila terlihat bersiap dengan segala perlengkapan dan penampilannya juga sudah ia sesuaikan.


Kalila mengenakan kemeja kotak-kotak size besar dan celana kargo berwarna abu-abu. Rambut panjangnya ia ikat kuncir kuda agar terlihat lebih lincah.

__ADS_1


Kalila terlihat mengagumkan dengan Carrier besar berwarna kuning yang berada di punggungnya.


Rama tersenyum melihat penampilan gadis manja itu.


"Kau siap?" tanya Rama mencoba meyakinkan Kalila sebelum mereka sampai di gunung.


"Tentu saja" Kalila memasukan Carrier miliknya kedalam mobil Rama. Ia lalu duduk di samping Rama yang siap mengemudikan mobilnya.


Sepanjang perjalanan Rama beberapa kali curi perhatian pada Kalila yang sibuk memandang jalanan melalui kaca mobil.


Senyum mengembang di bibir Rama. Ia tidak menyangka akan bepergian ke gunung bersama seorang nona dari keluarga Admaja. Jika dulu ia ,Aska dan Jordan sering naik gunung dan olah raga ekstrim lainnya karena mereka memang hobi dan fisik mereka juga menunjang.


Tapi kali ini ia bepergian dengan Kalila, membayangkannya Rama jadi tertawa sendiri hingga perhatian Kalila teralih padanya.


"Apa ada yang lucu?" tanya Kalila datar, ia tidak mengerti kenapa pria sedingin gunung es di sampingnya tiba-tiba tertawa.


Rama mengabaikan pertanyaan Kalila, ia membelokan mobil Jeep nya menuju rute ke Gunung yang dulu sering Rama dan Aska kunjungi.


"Turunkan Carrier mu dan ayo kita mulai petualangan nya" kata Rama sembari menepukan keras kedua telapak tangannya.


***


"Sayang apa menurut mu mereka sudah tiba di pegunungan itu?"


"Aku rasa sudah"


"Apa kau tidak ingin mengajakku kesana? aku juga mau kemping dengan mu" Raya merajuk.


"Baiklah kita akan kesana, bawa anak-anak,"


"Membawa anak-anak terlalu berbahaya"


"Kalau begitu kita kemping di halaman rumah saja lebih aman, bagaimana?"


"Ide yang bagus..." Raya mengecup pipi Aska sembari tersenyum bahagia.


Mau ke gunung mau di halaman depan rumah yang penting ia bersama Aska dan anak-anaknya itu sudah cukup bagi Raya.

__ADS_1


__ADS_2