
"Kau berkencan dengan gadis itu?!" Kalila terus saja mendesak Tan untuk mengaku jika ia sudah mengencani gadis lain.
"Iya benar"
"Ah Tan kau tega sekali, siapa dia?"
"Kau tidak perlu tahu"
Tan melangkah pergi meninggalkan Kalila yang manyun. Kalila tidak terima dan ia bergegas menuju ruang kerja Aska.
"Kaka bocorkan nama gadis itu maka aku tidak akan lagi mengganggu mu" kata Kalila sungguh-sungguh.
"Benarkah? jika ku beritahu kau akan benar-benar berhenti mengganggu hidupku?"
Sampai segitunya dia, lihat saja tidak akan mudah bagi mu kak Aska, jika kau tidak mendukungku untuk mendapatkan Tan.
"Baiklah nama gadis itu, sebenarnya aku tidak tahu pasti hubungan diantara mereka berdua ..."
"Sudah cepat katakan kak!"
"Yuki"
"Hahaha! apa dia gadis Jepang yang mirip Osin itu?"
"Terserah, kau bilang tidak akan mengganggu ku lagi jadi pergilah dari hadapan ku! sekarang aku harus bekerja!"
"Bisakah aku minta nomor telpon kakak ipar"
"Untuk apa kau minta nomor ponsel Raya?"
"Ayolah, aku hanya ingin ngobrol saja dengan kakak ipar"
"Minta lah pada Tan"
Kalila bergegas menuju ruang kerja Tan. Ia bisa beralasan jika Kak Aska yang menyuruhnya untuk meminta nomor ponsel Raya.
"Minta nomor ponsel kak Raya" kata Kalila jutek. Tan tersenyum samar, ia menuliskan di selembar kertas nomor ponsel Raya.
"Jawab aku Tan, siapa yang paling cantik aku atau Yuki?!"
Tan mengalihkan pandangannya dari laptop ke arah Kalila yang berdiri di depan meja kerjanya.
__ADS_1
Gadis bodoh, dasar kekanakan...
"Cepat jawab siapa yang paling cantik di ntar kami berdua?!"
"Tidak ada"
"Tidak ada?! jadi menurut mu kami kurang cantik?"
"Aku tidak peduli, jadi bisakah kau keluar dari ruangan ini?"
Kalila menggerutu kesal, ia menghubungi Raya dan meminta waktu luang sebentar. Kalila merasa tidak berhasil menghasut Aska untuk memihak dirinya, jadi ia mencari cara lain yaitu meminta dukungan Raya.
***
Siang itu Raya sedang berada di restoran tempat Yuki bekerja. Ia menikmati makan siang sembari mengobrol dengan Yuki.
"Kau tahu kau punya saingan?"
"Saingan apa nona?"
"Saingan mendapatkan hati tuan Tan"
"Benarkah? apa ada hubungannya dengan mantan kekasihnya yang baru tiba dari Milan?"
"Dari Tan langsung, aku memaksa dan mencecarnya"
"Hahahaha...sungguh membingungkan"
"Apa maksud nona, bukankah nona akan mendukungku?"
Tidak bisa! kak Raya mendukungku!" Kalila tiba-tiba muncul di hadapan Raya dan Yuki yang sedang serius bicara soal Tan.
Jadi dia Kalila, ia cantik seperti super model. lawanku sangat berat kali ini.....Yuki
Oh jadi ini yang namanya Yuki, lumayan juga dia cukup layak jadi pesaing ku! tapi lihat saja Tan hanya milikku dan aku akan mendapatkan hatinya! Kalila
Sungguh membuat pusing kepala, ini benar-benar gila, kedua gadis ini sama...yaitu sama-sama di abaikan dan tidak di pedulikan oleh Tan. Hebat sekali kanebo kering itu, Raya
"Hahaha sebaiknya kalian duduk tenang dan berkenalan dulu" kata Raya mencoba menjernihkan situasi yang kental akan aroma persaingan dua gadis di dekatnya itu.
"Nona kau mendukung ku bukan?" tanya Yuki
__ADS_1
"Kaka ipar kau jelas mendukung sepupu mu ini bukan?"
"Aku pusing, bisakah aku netral?"
"Tidak bisa!" jawab Yuki dan Kalila bersamaan.
Sementara dua gadis itu sedang bersitegang, Raya membombardir Tan dengan pesan singkat dari ponselnya.
"Tuan Tan sungguh mengherankan, kau jadi rebutan ...."
Pesan terkirim, di baca tapi tidak di balas.
"Balas pesan ku atau aku akan cari gara-gara agar tuan muda marah pada mu!"
"Ada apa nona?" balasan dari Tan singkat padat dan tetap tidak peduli.
"Kau masih bisa bertanya ada apa?"
Sombong sekali pria ini, mentang-mentang di perebutkan dua gadis cantik. Raya
"Saya sedang sibuk nona"
Raya terlihat kesal, ia memutuskan untuk netral saja karena ia sendiri bingung harus mendukung siapa. secara tipe mungkin Yuki adalah tipe Tan tapi Kalila juga termasuk tipe Tan sepertinya, buktinya mereka pernah pacaran dulu.
Raya mengirim pesan pada Aska.
"Aku kesal....."
"Kesal kenapa sayang?"
"Tan....."
"Abaikan dia, biar dia urusi sendiri soal gadis-gadis itu"
***
"Tuan menurut Anda siapa yang lebih cantik Yuki atau Kalila? nona meminta saya menjawab pertanyaan ini secepatnya"
Tan terlihat bingung menghadapi para wanita itu. apa lagi sekarang Raya juga terlibat ikut mengintimidasi dirinya.
"Kau gila?! tentu saja Raya-ku adalah yang paling cantik di bumi ini!"
__ADS_1
Aska pria sejati, baginya istrinya lah wanita tercantik di dunia.___ no debat!.