Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 77 Pewaris Admaja Group


__ADS_3

"Papa dengar kau membawa sorang anak lelaki ke rumahmu? dengar Aska, untuk ahli waris Admaja Group kau harus memiliki anak kandung" kata tuan Bram.


Siang itu tuan Bram menemui Aska di perusaan milik Aska. Ia mendengar bahwa Aska baru saja mengadopsi seorang bayi.


"Papa tidak perlu ikut campur, kalau warisan Admaja Group tidak bisa di berikan pada anakku, aku tidak masalah pa"


"Kenapa sembarangan mengangkat anak?"


"Dia anakku dan Raya, papa jangan berkomentar sembarangan. Aku harap jika papa dan mama ada waktu silahkan menengok cucu ke rumah. Tapi jangan bicara apapun di depan Raya"


"Untuk mendapatkan keturunan kau bisa menikah lagi Aska"


"Dalam hidup saya hanya mencintai seorang wanita sama seperti papa mencintai mama"


Tuan Bram terdiam lalu pergi meninggalkan ruang kerja Aska.


Di rumah Raya merawat Kai dengan telaten. Kai terlihat nyaman bersama dengan Raya meski terkadang Kai menangis karena tidak sabar meminta susu. Raya menikmati menjadi seorang ibu. Aska memberikan seorang asisten untuk membantu Raya menjaga Kai.


Raya teramat bahagia, ia sampai takut jika ia berpisah dengan Kai suatu hari nanti.


Aska pulang dari bekerja, Raya menyambutnya di depan pintu sembari menggendong Kai.


"Kau tampak lelah?" Aska mengecup pipi Raya.


"Tidak, aku senang sekali sayang. Kai penurut dan sangat menggemaskan"


Aska tersenyum sembari berjalan memasuki rumah utama.


Di meja makan sudah terhidang makan malam. Aska merasa lapar melihat menu yang tersaji di atas meja makan. Ia bergegas menuju kamar membersihkan diri dan berganti baju.

__ADS_1


Raya menyerahkan Kai pada asistennya, ia menemani suaminya makan malam.


"Berikan aku nasi dan lauk yang agak banyak sayang" kata Aska.


"Kau lapar sekali sayang?"


"Aku sedang bahagia karena melihat senyum istriku. Jadi aku ingin makan banyak"


Raya tertawa, dalam hati ia sangat berterimakasih pada Aska. Pria di hadapannya sungguh besar cintanya. Ia bahkan selalu mencari cara agar istrinya selalu bahagia.


"Makanlah yang banyak sayang, kau harus tetap sehat ayah Kai....."


"Ayah Kai? panghilan yang menyenangkan" kata Aska sembari menyendok makanannya.


"Ibu Kai kau juga harus makan banyak, kau harus memiliki tenaga untuk menjaga anak kita"


Raya tersenyum senang, meraih piring dan mengisinya dengan makanan. Keduanya menikmati makan malam dengan hati senang.


"Terimakasih sayang" kata Raya. Ia memandang Aska yang sudah terlelap. Wajahnya terlihat polos saat tertidur. Raya mencium pipi dan bibir Aska sebelum ia juga tertidur.


Tiba-tiba Raya merasa mual. Sudah dua hari ini ia mual dan pusing. Badannya terasa lemas dan malas beraktivitas. Hari ini Kai banyak di gendong oleh pengasuhnya.


Raya berlari ke kamar mandi dan muntah, keringat dinginnya keluar. Pengasuh Kai yang mendengar tidak berani untuk mendatangi Raya karena Raya sedang berada di dalam kamar. Akhirnya Aska terbangun dan mengetuk pintu kamar mandi.


"Raya...? ada apa? kau sakit?"


"Iya sayang hanya masuk angin"


"Cepat buka pintunya!"

__ADS_1


"Sayang aku nggak apa-apa"


"Cepat buka pintu atau aku dobrak?!"


Raya membuka pintu kamar mandi dan wajahnya terlihat pucat. Suhu tubuhnya juga naik.


"Ayo ke dokter sekarang" Aska menarik pelan lengan Raya.


"Tidak perlu aku hanya sakit biasa minum obat persediaan di rumah juga sembuh"


"Jangan sembarangan Raya..."


"Yasudah panggil dokter kemari saja .."


"Baiklah"


Aska menelpon Tan dan semua akan beres.


Tidak nerapa lama Tan datang bersama dokter pribadi keluarga Admaja. Dokter memeriksa Raya yang terbaring di atas tempat tidur.


Aska berdiri gelisah di dekat Tan.


"Tenanglah tuan, saya rasa tidak ada yang berbahaya"


"Tutup mulut mu Tan memangnya kau dokter?!"


"Oh tuan muda saya rasa nona Raya harus di bawa ke rumah sakit"


"Apakah ada yang serius dokter? istriku kenapa?"

__ADS_1


"Saya rasa nona mungkin sedang mengandung"


"Mengandung?" sahut Aska dan Tan bersamaan.


__ADS_2