Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Bab 172


__ADS_3

Tuan Aska Admaja terlihat diam karena marah. kedua anaknya Kai dan Deniz hanya menunduk tidak berani memandang wajah ayah mereka.


Nyonya Raya mengamati dari kejauhan bersamaan Hendra.


"Kalian tahu papa kecewa dengan tingkah kalian kemarin" tuan Aska memulai pembicaraannya.


"Kai kenapa kau bisa meninggalkan meeting sepenting itu?"


"Maaf pa"


"Kai, kau tahu kan kakek sedang mengamati kinerja mu"


"Iya pa"


"Lalu kenapa kau bisa seceroboh ini?"


Kai terdiam tidak bisa membela diri karena ia memang salah sudah teledor karena meninggalkan pekerjaannya.


Kakak aku tahu kemana kau pergi kemarin, -Deniz-


"Deniz kau kemana kemarin?"


"Saya bertemu teman pa, dia baru tiba dari Amerika"


"Papa tidak mau kejadian seperti ini terulang, Kai kau lebih bertanggung jawablah"


"Baik pa"


Deniz mengikuti langkah Kai menuju ruang tengah.


"Kak tunggu"


"Aku tahu kemana kakak pergi kemarin, kakak menemui dia bukan?"


"Siapa?"


"Bastian"

__ADS_1


Kai terlihat kurang senang Deniz menyebut nama itu. Apa lagi kalau Nara mendengarnya.


"Jaga bicara mu, aku tidak ingin membahas apapun dengan mu"


"Tapi kak...."


"Ada apa ini?" nyonya Raya dan Nara muncul dari taman samping. keduanya mendapati Kai dan Deniz sedang bersitegang.


"Tidak ada ma, kami hanya membicarakan pekerjaan. bukan begitu Deniz?"


"Iya ma, kita membicarakan pekerjaan"


"Kai akan kembali ke kantor ma, titip Nara disini nanti sore Hendra akan menjemputnya"


"Kenapa tidak menginap saja disini? besok pagi saja kau jemput Nara"


"Baiklah nanti aku juga akan pulang ke sini" jawab Kai sembari melirik tajam ke arah Deniz.


Deniz tersenyum memandang Nara yang terlihat cantik dengan rambut panjang yang terurai.


"Deniz kau ikut dengan ku ke kantor"


"Ikut saja kenapa banyak bicara?"


"Baiklah"


Nyonya Raya mengajak menantunya ke kebun bunga miliknya.


"Ini mama sendiri yang merawat?" Nara mengagumi bunga mawar yang sedang mekar bersamaan di kebun itu.


"Tidak Nara, terkadang mama di bantu tukang kebun tapi untuk urusan pupuk mama sendiri yang turun tangan"


"Oh ya apa kau dan Kai baik-baik saja?"


"Iya kami baik-baik saja ma"


"Kai memang pendiam dan sedikit kaku tapi ia baik sekali. anak itu jika sudah menyukai satu hal atau barang ia akan menjaganya dengan baik"

__ADS_1


"Iya ma..."


"Oh ya Nara kenapa wajah Kai terluka?"


"Saya tidak tahu ma, kemarin seharian tuan...maksudku Kai pergi tanpa kabar, sewaktu pulang ia sudah terluka"


"Tidak biasanya Kai seperti itu"


"Ma apa mama mengenal Kasandra?"


"Kasandra? iya tentu dia teman kecil Kai. apa kalian bertemu?"


"Iya hanya sekali"


"Kasandra juga gadis baik tapi mereka hanya berteman saja Nara kau jangan cemas"


Sementara di gedung Admaja Group...


Kai berbicara dengan sekretaris Hendra di ruang khusus. Deniz bahkan tidak tahu ada ruangan itu di Admaja Group.


"Hen kau pasti sudah tahu kemana aku pergi kemarin"


"Apakah ada hubungannya dengan Bastian tuan?"


"Benar aku sempat bertemu dengannya. Tapi ada yang aneh"


"Aneh tuan?"


"Dia seperti di backup sama seseorang. Kemarin aku sempat berkelahi dengan orang-orang yang mencoba menghalangi ku untuk bertemu Bastian"


"Apa anda mencurigai seseorang?"


"Entahlah aku tidak tahu, tugas mu untuk mencari tahu dan melaporkan pada ku"


"Baik tuan"


"Hen berhati-hatilah, bisa jadi masalah ini akan sangat rumit. Aku tetap tidak mau papa tahu dan terlebih Nara tahu"

__ADS_1


"Apakah anda menitipkan nona di rumah nyonya Raya karena masalah ini?"


"Benar, aku tidak mau Bastian menemui Nara"


__ADS_2