Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 112 Kegaduhan Di Ruang Meeting


__ADS_3

Raya mengenakan stelan kerja yang terlihat modis dengan blazer putih dan celana kain berwarna krem. Di lehernya ia ikatkan kain tipis bermotif bunga berwarna kehijauan. Ia terlihat sangat cantik dan manis.


"Wow kau sangat cantik Raya, kau tidak nampak seperti ibu anak tiga" kata Aska menggoda istrinya. Ia mengecup bibir Raya dengan mesra.


"Ehm! maaf tuan saya mengganggu kemesraan anda" kata Tan sedikit canggung, naluri ke jombloannya kesal melihat kemesraan di depannya.


"Ah Tan kau selalu saja jadi pengganggu"


Tan juga sudah terlihat rapi dengan stelan jas hitam dan sepertinya ia baru saja bercukur. Wajahnya nampak bersih.


Raya mengangguk pada Aska, setelah melihat penampilan Tan.


Flas back malam sebelumnya..


"Sayang aku mungkin memang tidak pantas menjadi CEO di Admaja Group seperti yang Karenina bilang"


"Kenapa lagi Raya?" Aska mengalihkan pandangannya dari layar ponselnya menatap istrinya yang terlihat bimbang.


"Secara kemampuan aku sepertinya juga tidak akan mampu mengemban jabatan itu sayang"


"Bukankah ada aku dan Tan?"


"Kau dan Tan sudah terlalu banyak pekerjaan dan kalian seharusnya terbantu dengan keberadaan CEO baru bukannya malah menambah beban baru lagi"


"Raya aku ingin kau yang menjadi pemimpin di anak perusahaan Admaja Group kalau kau tidak bisa jadi Karenina atau Arga yang akan mengisi posisi itu. Kau tahu mereka itu licik mereka ingin menyingkirkan ku dan menguasai seluruh Admaja Group"


"Sayang boleh aku usul


"Hmmm" gumam Aska.


"Jika ada seseorang yang pantas untuk menjadi CEO selain aku adalah..."


"Adalah siapa?" Aska menatap lekat istrinya.

__ADS_1


"Tan..."


"Tan?"


"Benar sayang, bukankah dia orang setia mu dia yang paling kau percaya melebihi siapapun. Dia yang selalu berdiri di sisi mu menyelesaikan setumpuk masalah Admaja Group maupun masalah pribadi mu sayang. Aku rasa ia tidak akan berkhianat pada tuan muda nya"


Aska terdiam, ia memikirkan perkataan Raya.


"Bukankah ia juga rela bertaruh nyawa untuk melindungi mu, aku dan anak-anak. Bahkan secara kemampuan ia pasti lebih mampu dari ku"


Aska masih terdiam menimbang usulan Raya barusan.


"Raya apa kau tidak keberatan jika posisi CEO itu ku berikan pada Tan?"


"Tentu saja tidak keberatan sayang"


"Baiklah akan ku pikirkan lagi dan jawabannya besok saat meeting besar. Akan ku umumkan kepada semua"


"Aku cinta pada mu" Raya memeluk Aska. Ia senang akhirnya Tan mendapat kesempatan besar itu. Raya melihat kegigihan Tan selama ini dan ia berpikir Tan layak mendapatkan apresiasi.


Di ruang meeting semua sudah hadir pemegang saham, kolega dan anggota keluarga Admaja yang juga di undang oleh Aska.


Karenina terlihat kesal memandang Raya. Ia membuang muka ketika Raya memberi salam pada semua peserta meeting.


Aska memimpin jalannya meeting sebelum vote untuk pemilihan CEO perusahaan ia memberikan sambutan.


"Tunggu dulu Aska" Karenina berdiri dari kursinya.


"Aku dan keluarga besar kita keberatan jika kau tetap menjadikan istrimu CEO. dia tidak akan memiliki kemampuan untuk mengendalikan perusahaan sebesar ini!".


"Karenina benar Aska, papa harap kau bijaksana dan jangan main-main dengan keputusan mu"


"Baiklah aku setuju jika Raya Admaja istriku tidak kalian setujui untuk menjadi salah satu pemimpin karena alasan kemampuan yang kurang memenuhi standar perusahaan. Kalau begitu aku sebagai presiden direktur seluruh Admaja Group memilih seseorang yang sangat mampu memimpin perusahaan. dia adalah Tan"

__ADS_1


"Tan?!" kasak kusuk terdengar di ruang meeting. Tan berdiri dengan wajah terkejut dan tidak menyangka jika Aska memiliki rencana seperti ini.


"Tuan muda...tapi"


"Tenanglah Tan daripada jabatan ini jatuh ke tangan orang yang tidak bisa bertanggung jawab dan hanya ingin enaknya saja lebih baik aku memilih mu"


"Kenapa harus asisten mu bukan kah dia itu orang lain dan tidak termasuk dalam keluarga kita?!" Karenina kembali tidak terima.


"Kenapa? bukankah tadi kalian membicarakan soal kemampuan? menurutku Tan jauh lebih mampu dari pada dirimu Karenina atau di banding siapapun, ia lebih tahu soal seluk beluk perusahaan"


Karenina terdiam begitu juga tuan Bram. Tan memang mumpuni jika diangkat sebagai pemimpin. Siapa yang tidak kenal dengan reputasi Tan selama ini. Semua orang tahu dan segan terhadapnya.


"Bagaimana pa?" tanya Aska pada tuan Bram.


"Papa setuju bukan jika Tan lebih mumpuni di banding yang lain?"


Tuan Bram tidak bisa berkata-kata. Ia tidak bisa membantah perkataan Aska.


"Baiklah aku anggap semua setuju dan mari kita lakukan voting antara Tan dan Karenina" Aska menyeringai ia menuruni podium dan berjalan mendekati Raya yang berdiri di sudut ruangan. Ia menggenggam tangan istrinya. Sementara Tan berdiri tenang tidak ada sepatah kata pun meluncur darinya. Ia tidak menduga rencana Aska dan Raya akan sejauh ini.


Jika Tan terpilih ia ingin mengabarkan kegembiraan ini pada Yuki. Tan masih berharap Yuki akan mau merubah keputusannya dan kembali menerima Tan tanpa syarat gila yang diajukannya kemarin.


bersambung.......


Pengumuman


Hai teman-teman semua Jodoh Dari Remaja sudah di buatkan Audiobook loh, meski masih dalam proses tapi kalian sudah bisa mendengarkannya.


Terus dukung karya ini ya dengan cara vote, komen dan like agar Thor tetap semangat membuat cerita yang semakin bagus.


Oh ya ada juga karya Thor yg baru yang nggak kalah menarik Judulnya si bersih dan si Jorok semoga berkenan membaca.....


__ADS_1


🙏🙏😘


__ADS_2