
Pagi itu setelah Kai berangkat bekerja, Nara pergi ke toko bunganya dan mulai memeriksa kiriman bunga yang baru tiba dari kota B.
Bunga-bunga itu masih tampak segar dan cantik. Nara duduk dan merangkainya hingga menjadi beberapa buket yang cantik. Ia juga meletakkan bung-bunga itu di vas.
Pikirannya kembali melayang ke rumah makan tempatnya dan Kai makan siang bersama di kota B. Nara tahu Kai sengaja melindunginya dari pandangan laki-laki nakal.
Jika membandingkan Kai dengan Bastian jelas kedua pria itu memiliki perbedaan yang sangat mencolok dari segi sikap.
Bastian sangat sabar dan penyayang sedangkan Kai ia pria dingin yang kaku tapi sebenarnya ia juga baik.
"Hai Nara" Selin datang ke toko bunga Nara karena ia sedang cuti bekerja.
"Selin? kemarilah"
Selin duduk di depan Nara yang sibuk merangkai bunga.
"Maaf aku tidak jadi pergi dengan mu kemari , Kai memaksaku untuk pergi bersamanya"
"Tidak masalah Nara, aku senang melihat kalian bisa dekat"
"Dekat?! apa maksud mu?"
"Bukan kah ini suatu kemajuan dalam pernikahan kalian? Kai bersedia pergi jauh-jauh ke kota B menemanimu padahal aku tahu pekerjaannya sangat banyak dan waktunya begitu berharga untuk bekerja"
"Kau benar Selin aku tidak terpikir hal itu"
__ADS_1
"Apa dia menyukai mu?"
"Bicara apa kau? jelas tidak! mana ada seorang pria menyukai wanita tapi berlaku kaku begitu"
"Nara ...apa kau menyukai nya?"
Nara terdiam ia tidak mengerti kenapa Selin menanyakan itu. Tapi Nara lebih tidak mengerti lagi karena hati dan pikirannya mulai tidak sinkron.
Ia ingin berkata pada Selin jika ia tidak menyukai Kai tapi hatinya menahannya untuk berkata demikian.
"Kau tidak bisa menjawab Nara, itu artinya ia berhasil memasuki hati mu" kata Selin sembari tersenyum.
Nara masih terdiam ia tidak bisa membantah apa yang Selin ucapkan.
"Selin kau bicara apa mana mungkin Bastian masih hidup?"
"Bukankah kau sendiri yang dulu berharap Bastian masih hidup?"
Deg!
Nara merasa tersindir dengaan perkataan Selin. jujur ia tidak akan membayangkan kembali pada Bastian karena sekarang ia sudah bersama Kai.
Meski ia tidak tahu apakah ia menyukai Kai atau tidak tapi Kai adalah suaminya sekarang.
"Nara ...maaf kau jangan sedih begitu, kita bicara yang lain saja" Selin menyadari perubahan ekspresi wajah Nara yang terlihat sedih.
__ADS_1
"Oh ya tentang kasus Bastian..."
"Nara aku tidak mau membahas itu" Selin ingat ancaman yang di terimanya kemarin. Ia tidak mau tahu lagi soal kasus tabrak lari Bastian.
Nara terkejut dan terlihat heran.
Ada apa dengan Selin? kenapa tiba-tiba ia tidak mau membahas kasus Bastian? bukankah ia yang paling menyemangati ku untuk mengusut kasus itu ...
***
Di perusahaan Admaja Group Kai sedang berbicara dengan Hendra di ruang kerjanya.
"Tuan besar mewariskan pulau A untuk tuan Deniz" kata Hendra.
"Jadi kakek ku sudah mengalihkan nama pulau A pada Deniz? cari tahu apa kakek juga mengalihkan aset lain pada Deniz"
"Baik tuan, apa anda perlu saya membuat pulau itu menjadi milik anda?"
"Tidak perlu Hen, kita bermain halus saja dan ikuti dulu rencana kakek. Apa papa tahu soal ini?"
"Saya rasa tuan Aska belum tahu jika tuan besar mengalihkan pulau A untuk Deniz"
"Telepon Nara beritahu dia jika nanti malam kita akan ke rumah papa dan mama"
"Baik tuan"
__ADS_1