Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 111 Para Jendral Kancil


__ADS_3

Tan mengenakan kaca mata hitamnya dan pergi meninggalkan restoran Jepang tempat Raya dan Yuki bertemu. Kini ia sudah berada di mobilnya dan bersiap menjemput anak-anak untuk menyusul ayah mereka ke perusahaan. Siapa lagi kalau buka ketiga jendral kancil Kai, Deniz dan Dizya.


"Paman Tan aku ingin pakai topeng Ultraman, paman juga harus pakai" Denis menyerahkan topeng Ultraman kepada Tan.


"Tuan kecil paman tidak mau pakai ini"


"Ayolah paman pakai saja nanti kalau kita bertemu Monster di jalan paman bisa menang" kata Kai yang juga memakai topeng Ultraman.


Si cantik Dizya juga sama saja seperti kedua kakaknya. Ia juga di pakaikan topeng Ultraman yang terlihat kebesaran di wajah imut Dizya.


"Baiklah apa boleh buat, paman juga takut jika ada Monster tiba-tiba menghampiri kita karena mau memakan Deniz" kata Tan jahil. Denis menggigit jarinya karena takut, ia terlihat lucu dan menggemaskan. Tan segera memasukan ketiga anak itu ke dalam mobilnya.


"Sudah siap semua?" tanya Tan pada pasukan di kursi belakang.


"Ayo paman kita berangkat" jawab ketiganya serempak.

__ADS_1


Tan menyetir mobil dengan lebih hati-hati karena ia membawa kedua jagoan dan putri cantik tuan Aska. Dan ia juga memakai topeng Ultraman pemberian Deniz. Kini ia nampak gagah seperti Ultraman Gingga yang siap membela kebenaran dan memusnahkan monster yang jahat.


Sesampainya di pelataran Admaja Group Tan menghentikan mobilnya dan mengeluarkan anak-anak. Deniz yang usil segera memegang pedang-pedangan yang menjadi senjatanya. Ia dengan lincah berlarian bersama Kai. Sementara Dizya berada di gendongan Tan.


"Oh aku kira kau sudah beralih profesi" sindir Karenina yang bertemu dengan Tan di loby. ia melihat Tan mengenakan topeng Ultraman dan mencibirnya.


"Minggir nona atau saya akan memusnahkan anda karena saya Ultraman dan anda monster!" kata Tan sembari berjalan pergi meninggalkan Karenina yang melongo karena tidak menyangka dengan tingkah Tan barusan.


"Yang benar saja dia itu asisten Presdir atau badut pengasuh anak-anak?!" gumam Karenina kesal.


"Hai naka-anak"


"Papa!" Deniz langsung memeluk kaki ayahnya.


"Tan apa Raya sudah pulang tadi ketika kau bawa anak-anak kesini?"

__ADS_1


"Sudah tuan, nona sedang di dapur membuat kue ditemani pelayan"


"Baiklah, anak-anak kalian bermain sebentar dengan paman Tan, papa akan meeting dulu setelah itu kita akan pergi ke toko mainan"


"Asyikkk!" teriak Deniz , ia paling antusias jika mendengar kata mainan.


Aska memimpin meeting, di ruangan itu ada Karenina dan juga Arga sepupunya yang siap membuatnya terjungkal dan mengambil alih jabatannya sebagai Presdir Admaja Group.


"Baiklah sekedar pengumuman saja jika voting akan kita lakukan besok untuk memilih CEO perusahaan" kata Aska seraya melirik ke arah Karenina yang juga memandangnya dengan tajam.


"Aku akan tetap keberatan jika ada orang luar yang berusaha menjadi pemimpin di Admaja Group" kata Karenina sinis.


"Siapa yang kau maksud orang luar Karenina?" Aska tak kalah sinis meladeni sepupu matre-nya.


"Kita lihat saja besok aku pastikan calon CEO pilihan mu tidak akan pernah berhasil masuk apa lagi menjadi pemimpin di sini"

__ADS_1


"Oh mengerikan sekali ancaman itu Karenina, tapi sayang aku juga tidak akan membiarkan mu menjadi pemimpin di sini!"


__ADS_2