Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 32 Kecewa


__ADS_3

Raya terlihat berdiri di suatu tempat di dekat pusat perbelanjaan. Ia menunggu seseorang, tentu saja yang di tunggunya adalah Belalang.


Raya berdebar dan merasa ragu bertemu Belalang. Karena selama ini mereka mengobrol melalui email dan telepon akhirnya ada rasa canggung ketika akan bertemu untuk pertama kalinya.


Rasanya Raya ingin membatalkan saja pertemuan itu. Tapi Belakang bilang ia sudah di jalan.


Raya semakin gelisah membayang apa yang akan ia ucapkan ketika Belakang muncul di hadapannya nanti.


"Raya..." sebuah suara memanggil Raya. Disana tidak jauh dari Raya berdiri ternyata dan Aska yang juga sedang berdiri memandang Raya.


"Aska? maksudku tuan Aska?"


Mau apa dia disini?! gawat kalau sampai ia melihatku bertemu Belalang bisa kacau semua. Ia pasti akan mengira aku sedang berkencan dengan Belalang. Bagaimana ini....


"Kau menunggu seseorang?" tanya Aska.

__ADS_1


Raya terlihat gugup, ia ragu harus bicara apa pada Aska. Haruskah ia bilang akan bertemu seseorang atau ia menghindar saja dan membatalkan pertemuannya dengan Belalang.


"Maaf aku harus pergi..!" Raya berjalan cepat meninggalkan Aska. Tapi ternyata Aska tidak tinggal diam. Ia malah mengejar langkah Raya.


"Raya tunggu!"


Raya menghentikan langkahnya dan menatap Aska.


"Raya bukankah kau sedang ada janji disini dengan seseorang?"


"Ah iya pelanggan toko kue ibu..." Raya mencari kesempatan untuk menghindar dari Aska.


"Tunggu Raya bukankah kau mau bertemu denganku?" Aska berjalan mendekat ke arah Raya.


"Bertemu dengan mu tuan?" Raya tidak merasa ia adalah janji bertemu Aska, kecuali jika Aska adalah si Belalang. Raya menatap Aska tidak percaya. Aska mengangguk, ternyata memang selama ini ialah si Belalang itu. Ia yang selama ini menjadi tempat curhat Raya bahkan soal percintaan Raya dengan Aska sendiri.

__ADS_1


Wajah Raya memerah antara malu dan marah. Ia kecewa kenapa Aska mengerjainya sejauh ini. Raya malu mengingat percakapannya dengan Belalang tentang dirinya dan Aska.


Raya merasa di bohongi dan itu fatal. Ia merasa matanya panas menahan air mata yang hampir menerobos keluar. Tanpa berkata sedikitpun Raya berlari menjauh dari Aska.


Sesampainya di rumah Raya langsung masuk ke kamar dan menangis sejadinya. Ia merasa benci pada Aska yang sudah mempermainkannya.


"Sial! kenapa kau tega sekali Aska?! kau membuatku malu setengah mati padamu!"


Raya kembali menangis. pintu kamar raya di ketuk, suara ibu terdengar menanyakan apakah putrinya itu baik-baik saja.


"Iya Bu, aku tidak apa-apa"


Raya ambruk di ranjangnya, saat ini ia benar-benar sedang kesal. Ponselnya berdering ada panggilan telepon dari Belalang dan ada pesan singkat juga dari si belalang.


Raya menghapus nomor ponsel belalang dari kontaknya. Ia tidak peduli lagi urusan curhat dan telepon. Selama ini Raya pikir Belalang adalah pria tulus yang mau berteman dengannya. Ia percaya dan menumpahkan semua isi hatinya tapi ternyata pria itu tak lain adalah Aska.

__ADS_1


Raya kecewa dan sedih. ia malu tidak berani lagi bertemu Aska apa lagi bicara pada pria itu. Dengan emosi Raya menulis surat pengunduran dirinya dari perusahaan Admaja Group.


Raya memutuskan tidak lagi bekerja disana. Dan ia juga memutuskan untuk mundur dengan perasaannya. Tidak ada lagi Aska yang dulu di cintanya. Sekarang Raya hanya benar-benar marah karena Aska membohonginya.


__ADS_2