Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 127 Melanjutkan Malam Pertama


__ADS_3

Tan sedang menikmati perubahan dalam hidupnya. Ia tidak pernah membayangkan jika menikah akan membuatnya sebahagia sekarang. Di tangannya ia memegang nampan berisi dua sandwich mentimun dan segelas susu hangat dan secangkir kopi hitam.


Tan berdiri di depan pintu mengamati seorang gadis yang tergolek di ranjang king size miliknya. ngomong-ngomong tuan muda yang menghadiahkan ranjang itu, dia bilang malam pertama butuh sesuatu yang berbeda.


Tan tahu sekarang, untung ranjangnya sudah lebar dan besar jadi semalaman ia puas bergerak bersama Yuki.


Yuki terbangun dan menarik selimut menutup tubuhnya yang tidak mengenakan sehelai benang pun.


"Waktunya sarapan" kata Tan sembari meletakkan nampan berisi makanan di atas meja.


Yuki memandang Tan dengan takjub, pagi sekali pria itu sudah nampak segar dan wangi. Ia seperti tidak memiliki rasa lelah setelah semalaman terjaga dan membuang tenaga. Berbeda dengan Yuki yang merasakan nyeri hampir si sekujur tubuhnya. Di area tertentu terasa begitu sakit dan ngilu.


"Sayang aku sudah siapkan air hangat, kau bisa bangun dan berjalan ke kamar mandi?" Tan mendekati Yuki dan mengusap wajah istrinya dengan lembut.


Apa-apaan ini kenapa aku gemetar waktu dia menyentuh ku lagi, ada rasa yang berbeda..


Melihat Yuki hanya terdiam, Tan terlihat mengusap bahu Yuki. Kulit gadis itu terasa lembut di telapak tangan Tan.


"Apa ada yang sakit?" tanya Tan tersenyum jahil.


"Hanya lelah dan mengantuk" jawab Yuki sembari menghindari tatapan mata Tan.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ayo sarapan dulu"


"Aku mau mandi dulu sayang" Yuki mencoba menurunkan kedua kakinya dari ranjang. Ia meringis menahan sesuatu. Tan kembali tersenyum.


Maafkan aku Yuki tadi malam aku benar-benar lepas kendali.


Dengan tangan kekarnya Tan mengangkat tubuh Yuki menuju kamar mandi. Ia meletakan perlahan tubuh itu ke dalam bathub yang berisi air hangat dan di beri sabun yang mengandung aroma terapi.


"Hmmm baiklah aku akan menggosok bagian sini" Tan duduk di belakang Yuki sembari menggosok lembut punggung Yuki.


"Nyaman sekali" kata Yuki menikmati pijatan Tan dan menghirup wangi aroma terapi membuat tubuh lelahnya bisa rileks untuk sesaat.


Wajah Yuki memerah, meski Tan sudah melihat semua tetap saja ia malu di perlakukan begitu oleh pria yang tadinya dingin dan kaku seperti kanebo dan tiba-tiba sekarang berubah sehangat itu.


"Cepatlah jangan terlalu lama nanti masuk angin" kata Tan.


Yuki melangkah perlahan membuka pintu kaca transparan tempatnya mengguyur tubuh di bawah shower. Ia menghampiri Tan yang siap menutup tubuh Yuki dengan handuk putih lebar.


"Kau mau ku gendong lagi atau...."


"Aku bis jalan sendiri sayang!" Yuki bergegas mengenakan baju nya. Pagi itu ia mengenakan terusan selutut bermotif bunga Daisy. Rambut basahnya ia urai dan Tan mengeringkannya dengan handuk.

__ADS_1


Suamiku aku ingin kau seperti ini sampai kita tua nanti, jangan berubah sedikit pun pada ku....


"Apa yang kau pikirkan?" Tan selesai dengan rambut Yuki, ia meraih segelas susu hangat dan menyerahkannya pada gadis yang ia cintai itu.


"Aku mau kopi sayang"


"Kopi? baiklah " Tan menyerahkan cangkir kopi hitamnya pada Yuki.


"Hugrh...!" kopi itu begitu pahit. Sepertinya Tan meraciknya tanpa gula.


"Pahit?"


"Kenapa pahit sekali?" Yuki meraih gelas susu dan meminumnya hingga tandas.


Tan sama halnya dengan tuan muda Aska, mereka penggemar kopi racik yang di giling dadakan tanpa di beri tambahan krim atau gula.


"Kau tidak merasa pahit sayang?" tanya Yuki heran bagaimana suaminya bisa menikmati kopi sepahit itu.


"Tidak" Tan tersenyum, wajah tampannya terlihat berseri.


Kopi ini tidak terasa pahit lagi sama seperti hidupku yang sekarang manis dan penuh warna karena kehadiran mu ...Yuki.

__ADS_1


__ADS_2