Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 36 Pesta Dansa


__ADS_3

"Tuan muda apa anda sudah siap?" Tan memastikan bosnya sudah selesai berganti baju. Malam ini ada perayaan besar hati jadi perusahaan karena itu diadakan jamuan makan malam dan pesta dansa.


Aska terlihat tampan dan gagah dengan stelan jas hitam dan dasi kupu-kupu. Tapi wajahnya dingin dan tidak ada ekspresi. Sejak permasalahannya dengan Raya tuan muda seperti kehilangan semangat.


"Tan siapa yang berangkat bersamaku?"


"Nona muda dari keluarga Wang tuan"


"Siapa lagi dia?"


"Nona Shanon Wang Puteri kedua pemegang perushaan Wang yang besar itu tuan"


"Oh ya tuan sepertinya tuan Rama juga akan datang bersama...nona Raya"


Aska mengangkat wajahnya tapi ia tetap diam dan berjalan pergi. Rama sudah mendatanginya dan bilang akan mendekati Raya. Tapi Aska tidak menduga Rama benar-benar melakukannya.


Di ruang tengah terlihat seorang gadis muda yang sangat cantik. Ia adalah Shanon Wang. gadis itu yang akan jadi pasangan Aska di pesta nanti. Aska mengerutkan keningnya ia lelah bergonta ganti didekati wanita cantik dari kalangan atas, kalau bukan karena ayahnya Aska bahkan tidak Sudi menemui mereka.


"Hai tuan muda Aska" gadis itu memiliki suara lembut sekali. Ia terlihat terpelajar dan jelas penampilannya menunjukan ia dari kalangan atas.


"Hai nona Wang"


"Panggil saja Shanon"


Aska mengangguk dan menekuk lengannya dengan malu-malu Shanon merangkul lengan Aska dan keduanya berjalan bersama menuju mobil. Terlihat serasi dan seimbang. Tuan Bram dan nyonya Ariani terlihat senang. Tapi diam-diam nyonya Ariani sedih melihat putranya terpaksa bersama gadis yang tidak disukainya.


"Ada apa ma?" tanya tuan Bram.


"Tidak pa"


"Bukankah mereka serasi sekali?"


Nyonya Ariani mengangguk dan tersenyum. tapi matanya memandang sedih ke arah mobil Aska yang melaju di depan mobil mereka.

__ADS_1


Sesampainya di acara itu Aska memberi sedikit sambutan. seperti biasanya tepuk tangan membahana begitu Aska selesai dengan sambutannya.


Saat turun dari podium mata Aska menangkap Raya dan Rama berada di sudut ruangan. Raya memandang Aska dengan tatapan sedih. Sementara Aska tidak menghiraukan keduanya. Ia menghampiri Shanon yang sudah berdiri menunggunya turun dari podium.


Jamuan makan malam di mulai, Shanon gadis yang menyenangkan. Aska terlihat tertarik berbicara dengannya.


"Kau memiliki seorang kekasih sekarang?" tanya Shanon.


"Tidak" jawab Aska singkat.


"Kau sedang mencintai seseorang sekarang?"


"Tidak"


Shanon tersenyum dan mengangguk.


"Apa kau tidak keberatan jika aku mendekatimu?"


"Tentu saja aku akan sangat bangga jika gadis seperti dirimu sudi berdekatan denganku" kata Aska.


Sementara di dekat jendela panjang yang terbuka Raya berdiri memandang Aska yang terlihat dekat dengan gadis itu. Gadis yang saat ini berdiri di sisi Aska terlihat berbeda dari gadis kaya kebanyakan. Raya bisa melihat itu karena tadi ia sempat bertegur sapa dengan gadis itu di toilet.


"Raya kau disini?" suara Rama mengagetkan Raya. Ia bergegas memalingkan pandangannya dari Aska.


"Ah iya maaf kau jadi mencari ku di antara kerumunan orang banyak"


"Tidak masalah, apa kau baik-baik saja?"


"Iya aku baik"


"Kau cemburu dengan mereka?"


"Tidak, memang aku siapa harus cemburu dengan mereka"

__ADS_1


"Baiklah ayo kita berdansa sebentar lagi pesta dansa akan di mulai"


Raya mengangguk, sebenarnya ia sudah tidak berminat berada di acara itu. Ia ingin pulang dan rebahan di kamarnya. Tapi jika ia pulang dan sendirian di kamar, ia akan teringat kembali dengan Belalang yang selama ini menjadi teman bicaranya di telepon. Dan orang itu ternyata adalah Aska.


"Raya!?"


"Iya maaf.."


"Kau melamun Raya, apa kau tidak nyaman? kita bisa pergi dari sini jika kau keberatan berada di tempat ini"


Raya menggeleng ia memutuskan tetap berada di pesta itu agar tidak mengecewakan Rama.


Di pesta dansa jelas Aska mencuri perhatian banyak orang. Ia terlihat mesra dan serasi berdansa dengan Shanon Wang. Bahkan mereka saling berbisik di telinga.


"Apa musik kesukaanmu?" tanya Shanon di dekat telinga Aska.


"Aku suka semu musik yang terdengar enak di telingaku"


"Apa kau suka mendengar permainan biola?"


"Suka, pasti kau mahir memainkan biola" kata Aska sembari tersenyum.


"Kau bisa tahu?"


"Apa lagi selain biola, Pino dan alat musik Shelo yang biasa di mainkan gadis-gadis dari keluarga kaya?"


Shanon terlihat sedikit kecewa karena Aska menyamakannya dengan gadis-gadis kebanyakan.


"Baiklah lain kali akan ku undang kau jika aku menggelar pertunjukan"


"Baiklah"


Karena melihat Aska dan gadis itu terlihat semakin akrab akhirnya Raya tidak tahan lagi dan memutuskan mengajak Rama pulang saja. Rama yang memahami perasaan Raya akhirnya mengalah dan keduanya pulang lebih dulu dari tamu yang lain.

__ADS_1


__ADS_2