Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 120 Makan Malam


__ADS_3

Raya memasak banyak menu untuk makan malam. Aska berdiri memandang deretan makanan di meja makan yang panjang. Ruang makan keluarga itu terbuka menghadap ke taman bunga mini milik Raya. Dindingnya di buat dari pintu kaca dan bisa di buka lebar jika ingin makan sambil melihat pemandangan taman.


Cahaya lampu menambah semarak ruang makan itu. Raya juga sengaja memetik bunga mawar dari kebunnya dan meletakkannya di vas sebagai hiasan.


"Kau mengundang seseorang untuk makan malam?" tanya Aska sembari memeluk pinggang Raya dari belakang. Raya sedang sibuk memotong kue bolu coklat buatannya.


"Sayang maaf aku tidak dengar kau datang" Aska memang baru pulang bekerja.


"Hmmm karena istriku sangat sibuk jadi ia tidak menghiraukan ku"


Raya berbalik dan berjinjit sembari mengecup pipi Aska. Ia lanjut menata potongan kue ke dalam piring hias agar nampak cantik dan menggoda selera.


"Apa ada tamu istimewa malam ini?"


"Aku mengundang Rama dan Kalila"


Aska mengerutkan keningnya ia kurang setuju mendengar dua nama itu sekaligus.


"Sayang kan aku sudah minta izin kemarin kalau akan mengundang Rama dan Kalila makan malam"


"Benarkah? apa aku bilang iya?"


"Tentu saja, kalau tuan muda tidak bilang iya mana ada yang berani bertindak?"


"Tapi....."


"Cepat ganti baju, ayo...." Raya menggamit lengan Aska mengajaknya ke kamar untuk berganti pakaian. Raya menyiapkan baju ganti untuk suaminya.


"Aku mandi dulu saja"


"Baiklah jangan lama-lama ya"


"Hmmmm"


Di lantai utama sudah terdengar suara Kalila tiba. Ia membawa bingkisan di tangannya. Kalila juga membelikan beberapa mainan untuk Kai, Deniz dan Dizya.

__ADS_1


"Ini untuk para jagoan dan ini untuk tuan putri" Kalila menyerahkan bingkisan itu pada anak-anak yang terlihat senang.


"Makasih aunty Kalila" kata anak-anak bersamaan.


"Hai Kal....." Raya menuruni anak tangga dan menyapa Kalila.


"Hai Kak Raya, mana kak Aska?"


"Sedang mandi"


"Kau mengundang siapa lagi? kenapa makanan banyak sekali?"


"Seseorang yang istimewa" kata Raya tersenyum jahil. Kalila mengerutkan keningnya mencoba menebak dalam hatinya apakah tamu yang juga di undang oleh Raya adalah Rama.


"Ayo kita cicipi kue buatan ku dulu" Raya merangkul pinggang Kalila dan mengajaknya ke meja makan.


"Kakak membuat kue coklat? sejak kapan kak Aska suka makan manis?"


"Tuan muda tidak suka makanan manis, ini sengaja ku buat untuk kita"


"Oh okay...cheers " keduanya memegang gelas kopi dan menikmati sedikit kue dengan kopi hangat sembari menunggu Aska selesai bersiap dan menunggu tamu istimewa satunya.


Rama menghentikan langkahnya dan memandang Raya yang semakin terlihat cantik. Ini adalah pertemuan kembali mereka setelah sekian lama.


Raya mengenakan dress panjang dan rambut ikalnya terurai indah. Senyum Raya tidak pernah berubah selalu berhasil memalingkan pandangan Rama.


"Masuklah" kata Raya sumringah. Ia menganggap Rama sudah seperti saudaranya.


"Hai anak-anak" Rama menyapa ketiga anak Raya dan Aska. Ia menggendong Dizya dan mengusap kepala Kai dan Deniz.


"Mirip ayahnya semua, kau tidak kebagian apa-apa?" kata Rama seraya tertawa kecil. Meski ia menyadari Kai tidak begitu mirip Aska ataupun Raya.


Rama menurunkan anak-anak dan melirik Kalila yang berdiri di dekat meja makan. Gadis itu pasti tadi melihat reaksi Rama saat pertama kali memandang Raya.


"Hai Kalila.." sapa Rama. Kalila tersenyum dan langsung mengalihkan perhatiannya pada deretan makanan.

__ADS_1


Aska menuruni anak tangga, semua berdiri dari duduknya dan Rama berbasa-basi dulu dengan tuan muda yang juga sahabatnya.


"Kau sudah dapat undangan dari Tan?" tanya Aska.


"Sudah, aku pastikan datang ke acara pernikahan Tan"


"Bagaimana dengan mu?" Aska melirik ke arah Kalila.


"Tentu saja aku datang"


"Kau bisa berangkat bersama ku dan Raya"


"Ah tidak terimakasih aku mau berangkat sendiri saja"


"Carilah pasangan agar ku tidak datang ke pesta sendirian" Kalila hampir tersedak makanannya mendengar ucapan Aska barusan.


Rama terkekeh mendengar keusilan Aska pada Kalila.


"Sudah sayang jangan menggoda Kalila terus nanti dia marah dan pulang"


"Kakak ipar bisakah kau memintanya untuk diam?!"


Raya tertawa melihat reaksi Kalila yang salah tingkah di depan Rama.


"Oh ya Rama apa nanti kau bisa mengantar Kalila pulang?"


"Kakak ipar aku bisa di antar supir"


"Benar untuk apa Rama mengantar Kalila, dia juga bisa menginap disini"


Raya mencubit pinggang Aska hingga sang tuan muda meringis kesakitan.


"Rama bagaimana kau bersedia mengantar Kalila?"


"Aku tidak keberatan jika Kalila bersedia"

__ADS_1


"Tentu Kalila bersedia, iya kan Kal?" Permintaan Raya sungguh sulit untuk di tolak Kalila karena sebenarnya ia juga ingin pulang di antar Rama..


"Iya..." Aska melirik tajam ke arah Kalila yang menundukkan pandangannya dan kembali menikmati makanan yang super enak buatan Raya.


__ADS_2