
Yuki dan Tan sudah bersiap dintara kerumunan tamu undangan yang antusias menunggu Yuki melemparkan buket bunga mawar putih yang ia pegang.
Canda tawa riuh tepuk tangan terdengar di prosesi yang satu ini. Termasuk Kalila yang juga berada di salah satu kerumunan tamu. Rama berdiri di pinggir bersama Aska dan Raya yang melihat dari kejauhan.
"Semoga Kalila yang dapat" kata Raya sembari mengacungkan jempol tangannya pada Kalila.
"Kalila sepertinya belum siap jika mendapat bunga itu" Aska melirik Rama yang berdiri di sampingnya menyunggingkan senyum.
"Kalila semangat...!" kata Raya dibuat-buat dengan nada berlebihan.
Terdengar riuh hitungan dari para tamu.
"Satu.......dua...tiga!" Yuki melempar buketnya dan sesuatu yang tak terduga terjadi. Rama yang tanpa sengaja mendapat lemparan buket bunga pengantin. Sejenak semua terdiam heran dan aneh. Lalu sorak Sorai membahana kembali semua memberi selamat pada Rama seraya mendoakan agar segera menyusul Yuki dan Tan.
"Aku rasa seharusnya ini bukan untuk ku" kata Rama bingung.
"Kenapa kau bingung begitu, sudah terima saja buket itu. Bukankah ini pertanda jika mempelai mu juga sudah dekat?" Raya mengedipkan sebelah matanya pada Kalila.
"Dekat apanya? dia masih jomblo" Asa melirik tajam ke arah Raya dan Kalila.
"Kau benar Raya, kalau begitu aku akaan menyimpan bunga ini" Rama tersenyum manis sembari memandang buket di tangannya.
__ADS_1
"Kau pulang dengan ku dan Raya?" tanya Aska pada Kalila.
"Tidak kak aku mau diantar kak Rama saja kami satu arah, Bagaimana kak Rama bersediakah mengantar ku pulang?"
Rama mengerutkan alisnya pertanda ragu tapi akhirnya ia mengangguk juga.
"Baiklah, Aska kau jangan cemas aku akan mengantarkan sepupu mu yang cantik ini ke rumahnya dengan selamat"
"Ah Rama kau romantis sekali memuji Kalila di hadapan kami" Raya terlihat senang sementara Aska semakin jengah.
"Hei paman jangan genit dengan anak kecil" Sindir Aska. Lagi-lagi Aska mengingatkan soal perbedaan usia diantara mereka.
"Rama jangan dengarkan dia, kau antar saja Kalila kami akan pulang lebih dulu, ayo sayang" Raya bergegas menggamit lengan Aska sebelum Aska mengeluarkan perkataan pedas lainnya dan merusak suasana antara Rama dan Kalila.
"Kakak terimakasih ya kau mau mengantarkan ku"
"Hmm" Rama membuka pintu mobil untuk Kalila.
"Hati-hati gaun mu tersangkut"
"Kakak kalau sungguh perhatian pada ku"
__ADS_1
Rama tidak menghiraukan Kalila dan ia menjalankan mobilnya. karena malam sudah larut dan Kalila lelah akhirnya di sepanjang perjalanan pulang ia malah tertidur di mobil Rama.
Rama sengaja tidak membangunkan Kalila karena tidak tega. Mobil Rama sampai di depan gerbang rumah tuan Bram. Yah Kalila memang tinggal bersama kedua orang tua Aska karena ia sudah tidak memiliki orang tua maupun saudara.
Mesin mobil di matikan, Rama tetap terdiam sembari memandang wajah Kalila yang sedang tertidur pulas. Ia belum juga membangunkan Kalila.
Rama keluar dari mobilnya sembari mengendurkan dasi yang masih menggantung di lehernya. Ia menyalakan sebatang rokok. Rama berjalan bimbang mondar mandir di depan mobilnya sambil sesekali melihat apakah Kalila sudah bangun atau belum.
"Kak kalau kau tidak ada kerjaan lain sebaiknya kau antarkan aku masuk ke dalam!".kata Kalila mengagetkan Rama.
"Jadi kau sudah bangun dari tadi?!"
"Ayo cepat masuk"
"Gadis ini....kau membohongi ku ya?!"
"Tadinya aku memang tertidur tapi waktu kakak keluar dari mobil aku terbangun.
Rama menghembuskan napas kasar pertanda ia jengkel pada Kalila. Security membuka pintu gerbang, mobil melaju menuju halaman rumah keluarga Admaja. Rama mengantarkan Kalila sampai ke depan pintu utama.
"Terimakasih sudah mengantarku " kata Kalila.
__ADS_1
Rama berbalik tanpa menghiraukan Kalila, ia berjalan menuju mobilnya dan bergegas pulang.