Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 149 Sikap Dingin


__ADS_3

Nara tetap menyiapkan makan malam sesuai tugasnya. Meski tadi pagi Kai tidak menyentuh sarapan yang di buatnya.


Nara menunggu Kai pulang bekerja, ia membersihkan rumah yang besar itu seorang diri.


Kenapa ia meliburkan pelayannya? ia sengaja mengerjaiku. Sebenarnya apa tujuannya menikahi ku?


Selesai membersihkan rumah Nara menelpon sahabatnya Selin. Dulu Nara, Selin dan Bastian sempat satu sekolah sewaktu duduk di bangku sekolah menengah. Bahkan Selin sempat menyukai Bastian. Tapi karena laki-laki itu lebih memilih Nara akhirnya Selin mundur dan mendukung hubungan mereka.


Selin mengajak Nara bertemu di toko bunga milik Nara. Ia ingin sekali bicara pada Nara soal pernikahan yang menghebohkan itu. Selin tidak habis pikir kenapa Nara bisa cepat sekali melupakan Bastian dan menikah dengan pria lain.


Nara tiba di toko bunga miliknya, ia membuka kunci dan masuk kedalam toko bersama Selin yang sejak tadi menunggunya.


"Nara ada apa ini? kenapa secepat ini kau melupakan Bastian?" tanya Selin sedih.


"Selin aku tidak pernah melupakan Bastian, ia masih berada di hati dan ingatan ku. Tapi aku tidak memiliki pilihan lain"


"Apa maksud mu?" Selin tidak mengerti dengan penjelasan Nara.


"Ceritanya sangat panjang sekali kenapa aku bisa menikah dengan dia" kata Nara sedih.


"Lalu apa kau yakin jika Bastian telah benar-benar pergi?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu Selin, tapi aku juga tidak bisa memastikan nya. Laporan ku pada kepolisian sudah aku cabut"


"Kenapa?!"


"Kai tidak menyukai jika aku tersangkut kasus hukum atau berurusan dengan hukum"


"Aneh sekali, ia tiba-tiba datang dalam hidup mu. Ia menikahi mu dan menyelamatkan bisnis ayah mu. Apa kau tidak curiga padanya?"


"Curiga? tadinya aku curiga padanya tapi aku berpikir memangnya keuntungan apa yang bisa ia peroleh dari ku?"


"Itu dia Nara, kau harus mencari tahu kenapa pria kaya raya itu menikahi mu dalam waktu singkat pasti ada sesuatu"


"Kau benar Selin"


"Tapi aku bisa apa Selin? aku tidak berani menyelidiki tuan Kai. Setiap gerak gerik ku seperti di awasi olehnya"


"Apa orang tuanya menerima kehadiran mu di keluarga itu? setahu ku keluarga itu amat terpandang dan mereka tidak akan mengambil menantu dari kalangan biasa"


"Ya keluarganya menerima ku sepertinya, orang tuanya sangat baik"


"Nara menurutku lebih baik kau tetap mengusut kasus Bastian sampai selesai. Apa kau tidak penasaran siapa yang tega melakukan hal itu pada Bastian?"

__ADS_1


"Jangan dalam waktu dekat ini Sel, aku khawatir Hendra akan mengawasi ku dan melaporkan pada tuan nya"


"Baiklah jika kau perlu bantuan dari ku telepon saja"


"Terimakasih Selin"


"Oh ya bagaimana suami mu itu? maksud ku orang seperti apa dia?"


"Entahlah aku juga belum mengenalnya. Setahuku dia pendiam jika di rumah. Jarang bicara dan lebih banyak menghabiskan waktu di ruang kerjanya"


"Ku rasa di bukan pria yang ramah, berbeda dengan Bastian"


"Sangat berbeda Sel, aku sendiri bingung harus apa dengan pria ini"


"Jangan bilang dia tidak menyentuh mu di malam pertama?"


Wajah Nara terlihat malu, ia hanya diam. Memang benar yang di katakan Selin.


"Kami tidur berbeda kamar"


"Apa?! lalu untuk apa ia menikahi mu?"

__ADS_1


"Entahlah"


__ADS_2