
Pagi yang cerah dan serasa sibuk. sejak pagi Nara sudah memulai kegiatannya menyiapkan stelan kerja untuk Kai, memasak sarapan dan ia juga harus merias diri untuk ke acara peresmian Group K.
"Ayolah aku belum merias wajah ku juga" kata Nara sembari mengalungkan dasi ke leher Kai yang sibuk memainkan ponselnya sejak tadi.
"Hmmm aku harus memeriksa email yang masuk" kata Kai sembari membaca satu persatu email yang ia terima melalui ponselnya.
"Apa papa Aska dan mama Raya akan datang?"
"Aku belum bicara dengan mama"
"Jadi anda tidak mengundang mama?"
"Tidak apa, nanti selesai acara peresmian kita ke rumah mama"
"Baiklah, kalau begitu minta sekretaris Hendra menyiapkan bingkisan untuk mama" Nara selesai mengikat dasi untuk Kai dan ia bergegas pergi ke kamarnya.
Nara merias wajahnya agar terlihat lebih pantas tapi tidak berlebihan. Ia menyapukan lipstik berwarna merah muda agar terlihat lebih fresh.
Rambut panjangnya ia gerai dan di Curly di bagian pinggir.
Dress berwarna pastel menjadi pilihannya untuk di kenakan di pagi hari. warna itu tidak akan terlalu mencolok tapi juga elegan dan enak di pandang. sentuhan terakhir Nara meraih high heels berwarna senada dengan dress nya.
"Nara..." Kai sudah memanggilnya dengan tidak sabar.
Nara keluar dari kamar dan berhasil mengalihkan perhatian Kai dari ponselnya. ia memandang Nara dengan terpesona meski langsung memalingkan wajahnya karena ia tidak mau Nara besar kepala.
"Lama sekali?!"
"Maaf ..." Nara setengah berlari dan menggamit lengan Kai. keduanya berjalan menuju mobil. Hendra sudah siap duduk di depan untuk mengemudi.
"Berangkat Hen.."
__ADS_1
"Baik tuan"
"Apa semua sudah siap?"
"Sudah tuan, oh ya tuan nanti akan ada konferensi pers setelah peresmian. Jadi kami harap anda mau menemui para wartawan"
"Baiklah kau atur saja waktunya"
"Baik..." Hendra mengemudikan mobil menuju gedung Group K.
Ketika turun dari mobil semua mata tertuju pada owner perusahaan yaitu Kai. disisinya ada Nara sang istri yang menemani langkahnya, serta di belakangnya ada Hendra sekretaris yang setia.
Saatnya menggunting pita sebagai tanda peresmian perusahaan. Ada juga potong kue sebagai simbol dan penanda untuk tanggal ulang tahun perusahaan nanti.
Semua wartawan meliput dengan meriah Nara sampai pusing melihat Blitz kamera yang membidik ke arahnya dan Kai.
"Tuan muda Kai apa dengan ini anda resmi meninggalkan Admaja Group?" tanya seorang wartawan.
"Benar, sekarang identitas saya adalah Group K"
"Apa berarti benar terjadi perebutan kekuasaan di Admaja Group sehingga anda mendirikan perusahaan baru?"
"Tidak, saya memang berniat mendirikan perusahaan sesuai mimpi saya"
"Lalu kenapa tidak ada keluarga Admaja lain yang hadir?"
"Nanti akan ada pesta perayaan yang khusus di hadiri keluarga dan kolega"
Nara salut dan kagum pada Kai yang tetap tenang meski di berondong berbagai pertanyaan.
"Nona apa hubungan kalian baik-baik saja dengan keluarga besar Admaja?" giliran Nara yang ditanya. Kai menggenggam tangan Nara untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Iya hubungan kami baik-baik saja tidak ada masalah"
"Anda terlihat setia sekali meski tuan Kai sudah tidak menjadi penguasa Admaja Group?"
"Aku menikah dengannya tanpa perduli status sosialnya, bahkan aku dulu tidak tahu jika ia petinggi perusahaan ternama. bagiku tidak ada bedanya tuan Kai mau jadi pengusaha atau apapun aku tetap akan mendampinginya sampai akhir"
Tepuk tangan bergemuruh tidak hanya dari wartawan tapi juga dari para kolega yang hadir disana. Kai sendiri takjub dengan jawaban Nara.
Lihai juga kau bersandiwara di hadapan mereka....batin Kai sembari memandang Nara.
***
Sang tuan muda generasi ke dua Admaja Group telah bangkit. Diam-diam menyiapkan manuver untuk melawan balik Admaja Group.
Begitu headline yang tertera di surat kabar online.
Deniz membanting ponselnya di atas meja kerjanya hingga meja itu retak.
"Sial! rupanya Kai sudah mengantisipasi jika suatu hari ia tersingkir! aku ingin membuatnya sebagai pecundang tapi kenapa terkesan dia malah memecundangi Admaja Group! brengsek!"
Deniz menghela napas dan bergegas mengadakan meeting. Ia meminta asistenya yang bernama Vincent untuk menyiapkan semua.
"Cepat undang kakek dan papa aku mau tahu tanggapan mereka"
"Baik tuan" Vincent bergegas menelpon tuan Bram dan tuan Aska untuk ikut meeting dadakan di Admaja Group.
Bastian menghampiri Deniz di ruang Presdir.
"Kau pasti sudah membaca berita terhangat bukan?" sindir Bastian.
"Kau juga bodoh Bastian! aku membebaskan mu dari tawanan Kai dan Hendra tujuannya adalah untuk membantuku menghancurkan mereka. Tugas mu merebut kembali Nara dan menghancurkan konsentrasi Kai! tapi mana buktinya?! kau hanya pecundang!"
__ADS_1
Bastian terdiam kesal. Ia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.
Aku harus bagaimana kalau Nara ternyata sudah jatuh cinta pada tuan muda itu?! -Bastian-