Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 67 Lembaran Baru


__ADS_3

Raya membuka matanya dan sebuah lengan kekar merengkuhnya. Raya pelan-pelan mengangkat lengan Aska yang masih tertidur disampingnya.


Raya menjangkau jubah tidurnya dan segera mengenakannya. Ia menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Selesai mandi Raya menuju dapur dan membuat sarapan. Senyum kebahagiaan merekah menghias wajah Raya. Semua masih seperti mimpi. ia masih gugup ketika mendapati Aska tertidur di sisinya.


"Kau meninggalkan ku sendiri?" Aska merengkuh pinggang Raya dan memeluknya erat. Aroma shampo dan sabun berbaur menjadi satu. Aska juga sudah mandi rupanya.


"Kau tertidur pulas jadi aku tidak membangunkan mu sayang" Terkadang Raya merasa geli ketika ia memanggil Aska dengan sebutan sayang. Ada yang terasa aneh di lidahnya saat mengucap kata itu.


"Kau ingin kita bulan madu kemana?" tanya Aska sembari menyesap kopinya.


"Aku tidak ingin kemanapun, aku ingin di rumah mengantarkan mu sampai depan pintu ketika kau berangkat bekerja dan menunggumu pulang lebih awal karena merindukanku" lagi-lagi wajah Raya memerah saat ia mengucapkan semua keinginannya. Aska menahan tawa ia berdiri dari duduknya dan mendekati Raya.


"Baiklah sekarang berikan aku hadiah terlebih dulu" Aska memejamkan matanya.


Raya dengan gerakan cepat mengecup bibir Aska.


Aska jelas tidak rela Raya hanya memberi kecupan. Ia membalasnya dengan lebih dalam.


"Bernapas lah...." bisik Aska di telinga Raya.


Raya tersengal dan mencoba bernapas dengan normal.


"Kenapa.kau masih saja gugup sayang? kau membuatku gemas!" Aska mengangkat tubuh Raya dan menggendongnya kembali ke kamar. Jangan tanya apa yang terjadi diantara keduanya. Jelas mereka mengulang kejadian semalam.

__ADS_1


Aska selalu memperlakukan Raya dengan lembut. Kali ini Aska meninggalkan banyak tanda merah di dada dan leher Raya.


Giliran Raya yang masih tertidur di balik selimut tebal. Aska mengenakan bajunya dan meraih ponsel di atas meja yang terletak di samping tempat tidur mereka.


Aska melihat layar ponselnya ada tiga kali panggilan tak terjawab dari Tan. Ia menghubungi asistennya itu.


"Ada apa?" tanya Aska begitu telepon terhubung dengan Tan.


"Tuan besar sepertinya sedang menyelidiki bisnis anda"


"Benarkah? apa sekarang ayahku mulai peduli padaku?!"


"Maaf tuan muda tapi tadi saya melihat tuan Hyuk dan anak buahnya. Sepertinya mereka baru saja mencari tahu tentang perusahaan yang baru anda dirikan"


"Baik tuan"


"Oh ya Tan bawakan aku beberapa stelan jas baru dan gaun untuk Raya"


"Baik tuan"


Aska kembali menyimpan ponselnya di laci meja. Ia melangkah menuju ruang kerjanya dan membuka laptop. Wajahnya terlihat serius. Ayahnya bisa menjadi ancaman untuk perusahaan yang ia rintis sendiri. Apa lagi ayahnya tahu jika ia sudah menikah dengan Raya.


Pa... Setega itu kah papa padaku? lihatlah menantumu ia begitu baik dan manis. Ia merawat ku Dengan baik. Aku berjanji apapun yang terjadi aku tidak akan melepaskan Raya. Ia akan menjadi istriku dan akan berada disisiku seperti mama yang setia mendampingi papa.

__ADS_1


Aska mengirim email pada Tan


@Tan


[Adakan meeting besok pagi, aku ingin semua staff dan investor kita hadir]


"Sayang..." suara Raya terdengar memanggil. Aska bergegas menutup laptopnya dan keluar dari ruangan kerja. Ia menuju ruang tengah. Disana Raya nampak masih mengantuk.


"Akan ku buatkan minuman hangat untukmu" Aska melangkah ke dapur tapi ia tidak tahu bagaimana membuat minuman itu. Biasanya ia selalu di layani oleh pelayannya atau Tan.


Adalah tugas Tan yang membuatkan kopi untuknya. Setiap pagi di meja kerja sudah tersedia kopi kesukaan Aska dengan takaran yang pas dan panas nya juga pas. Tidak terlalu panas tapi juga belum dingin.


"Aku sudah menduga tuan muda pasti kebingungan berada di dapur" Raya tersenyum lebar sembari memeluk Aska.


"Biarkan aku menyeduh sendiri" Raya mulai mengambil dua sendok bubuk coklat dan menuangnya dalam mug. Ia membuka termos kecil dan menuangkannya ke dalam bubuk coklat di tambah sedikit gula.


"Beres kan?" kata Raya sumringah. Aska tidak menjawab, wajah tampan itu terlihat sedikit gelisah.


"Sayang?"


"Oh kau sudah selesai membuat minuman, ayo kita duduk di teras. sepertinya di sana nyaman sekali untuk bicara"


"Ada apa? apa ada masalah?" tanya Raya cemas.

__ADS_1


"Tidak sayang...."


__ADS_2