Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 89 Deniz & Dizya (Dua Tahun Kemudian)


__ADS_3

Deniz si hiperaktif yang cerdas. Usianya kini genap dua tahun dan ia tidak bisa diam. Ia selalu saja usil merusak hiasan di dalam rumah, membuat berantakan mainan dan berusaha memanjat rak buku milik ibunya. Mungkin bagi Deniz kecil memanjat rak buku tinggi itu adalah sesuatu yang sangat mengagumkan dan membuatnya penasaran.


"Deniz ...hentikan nanti kau bisa jatuh nak!" Raya sigap berlari sembari menahan tubuh Deniz agar tidak memanjat Rak. Sementara Dizya ia lebih kalem dan lebih gampang menangis dari Deniz.


Deniz sering menjambak atau meletakkan pasir mainan ke rambut Dizya yang keriting dan berwarna kemerahan alhasil Dizya akan menangis karena perbuatan saudara kembarnya itu. Kedua anak kembar Aska dan Raya sungguh menggemaskan. Deniz mewarisi ketampanan sang ayah. Masih kecil saja ia sudah terlihat lucu dan berkarisma. Sementara Dizya perpaduan antara Aska dan Raya. Gadis cilik itu nampak cantik dan imut dengan kulit putih dan rambut ikalnya.


Kai berusia empat tahun sekarang. Ia sudah lebih tenang di bandingkan dengan Deniz dan Dizya. Kai lebih banyak menghabiskan waktu untuk sekolah dan bermain. Sesekali ia berebut mainan dengan Deniz.


"Sayang aku ada meeting siang nanti dan sepertinya akan ada konferensi juga sore nanti dengan para kolega utama perusahaan. Jadi aku pulang telat" Aska meraih lengan Raya dan menariknya kedalam pelukannya.


"Baiklah, sepertinya kau melupakan sesuatu?" kata Raya sembari tersenyum manis.


"Lupa? oh aku tahu" Aska mengecup bibir Raya sembari tersenyum malu-malu, khawatir jika di lihat anak-anak. Ia bergegas meraih tasnya dan berjalan menuju mobil. Tan sudah menunggunya di dalam mobil.


Raya menggelengkan kepala, ia tahu Aska sangat sibuk mengurus perusahaan hingga pria itu lupa dengan hari jadi pernikahan mereka.


Raya berencana membuat kejutan untuk Aska. Ia dan anak-anak akan datang ke perusahaan.


"Suster tolong bantu gantikan baju anak-anak dengan stelan yang baru".


"Baik nyonya..."

__ADS_1


Raya sibuk menelpon Yuki ia memesan cake pada Yuki.


"Tentu saja aku akan mengantar langsung ke perusahaan tuan muda, nona jangan cemas. Kabari saja kapan nona akan tiba di sana" suara Yuki terdengar sibuk. Jadi Raya mengiyakan saja. Ia percaya jika Yuki tidak akan mengecewakannya. Pasti gadis itu telah membuatkan cake yang istimewa untuk anniversary Aska dan Raya.


Raya mengajak anak-anak masuk kedalam mobil. Sopir pribadinya telah siap dan membukakan pintu mobil. Dengan kewalahan si sopir menggendong Deniz dan mendudukkannya di kursi belakang bersama Raya dan Dizya. Sementara Kai duduk di samping sopir.


"Pak kita langsung jalan ya ..."


"Baik nyonya"


"Ma kita mau kemana?" tanya Kai sembari menoleh ke belakang mengamati ibu dan kedua adiknya yang sedang sibuk dengan mainan mereka.


"Kita ke kantor papa sayang"


Tan yang terkejut melihat kedatangan Raya yang mendadak segera menghampiri Raya.


"Nona, anda kemari? kenapa tidak mengabari saya?"


"Tuan Tan kau tidak melihat ponsel mu? aku menelpon mu hampir sepuluh kali dan kau mengabaikan ku"


"Oh maaf kan saya nona, saya sibuk sekali hari ini"

__ADS_1


"Apa tuan muda sedang meeting?"


"Benar nona, tuan muda sedang meeting bersama kolega, apa anda bersedia menunggu? saya akan memberi tahu tuan jika anda disini bersama anak-anak"


"Baiklah"


Tan berjalan cepat menuju ruang VVIP utama tempat meeting di gelar. Terlihat Aska sedang memimpin jalannya rapat perusahaan. Semua yang berada di ruangan itu menyimak dengan seksama.


"Tuan muda, nona Raya bersama anak-anak ada disini" bisik Tan.


"Untuk apa mereka kemari?"


"Saya kurang tahu tuan, nona menunggu anda di ruang kerja anda tuan"


Belum selesai bicara tiba-tiba pintu ruang meeting terbuka. Dua anak kembar berusia 2 Tahun berlari menghampiri ayah mereka. Dizya memeluk kaki kanan ayahnya sementara Deniz memeluk kaki kiri sang ayah. Kai yang lebih kalem terlihat menggandeng tangan Aska dan memandangnya penuh arti. Semua yang berada di ruang meeting terkejut dan melongo melihat tingkah kocak batita di ruangan itu.


Ada sebagian yang tertawa terbahak dan ada yang menahan tawa karena merasa tidak enak. Mereka melihat tuan muda kewalahan dengan anak-anaknya yang lucu dan menggemaskan.


Raya memasuki ruangan, ia nampak cantik dengan gaun tertutup dan tidak berlebihan. Ia selalu tampil sederhana tapi memukau banyak mata.


"Sayang ....apa ini?"...Aska melirik Deniz yang tiba-tiba sudah memanjat kursi ayahnya dan menikmati sebotol susu dengan santai.

__ADS_1


Tidak berapa lama Yuki tiba dengan cake besar di tangannya.


"Selamat hari jadi pernikahan kita sayang" bisik Raya di telinga Aska. Senyum cerah mengembang di wajah tampan sang tuan muda. Ia memeluk istrinya di hadapan para kolega perusahaan. Semua bertepuk tangan dengan meriah tanpa terkecuali Tan dan Yuki yang saling memandang.


__ADS_2