Jodoh Dari Remaja

Jodoh Dari Remaja
Part 28 Telepon


__ADS_3

Ponsel Raya bergetar di atas kasurnya. Ia meletakkan novel yang sedang ia baca. Nomor tidak di kenal terlihat di layar ponsel Raya. Dengan ragu Raya mengangkat telepon itu.


"Halo..."


Hening tidak ada suara balasan tapi telepon masih tersambung.


"Halo, siapa ini?"


"Raya ini aku...." terdengar suara bariton yang khas di telepon. Sejenak Raya berdebar ia menebak pasti itu suara Belalang. Tapi kenapa suaranya serasa tidak asing di telinga Raya.


"Belalang?"


"Benar Raya, apa kau sibuk?"


"Oh tidak aku sedang membaca novel, kau sendiri sedang dimana?"


"Aku sedang di cafe"


"Di cafe? dengan siapa? kenapa malah menelponku?"


"Sendiri, aku sengaja menyendiri untuk menelponmu"


"Oh begitu..apa kau baik-baik saja?" Raya merasa dari suaranya Belalang seperti sedang sedih.


"Apa kau peramal?"


"Apa?..."


"Bagaimana kau bisa bertanya seperti itu? kau tahu aku tidak baik-baik saja rupanya"


"Sudah kuduga, terdengar dari nada suaramu. Apa kau ingin cerita padaku?"


"Tentu saja, siapkan pendengaranmu tapi mungkin kau akan bosan dengan ceritaku"


"Tidak, ayo katakan"

__ADS_1


"Tidak ada aku hanya sedikit ada masalah dengan ayahku"


"Ayahmu? kenapa begitu? apa kau berbuat salah?"


"Tidak, ayahku memintaku menjemput seorang gadis di bandara besok siang"


"Oh kenapa kau kesal? bukankah itu menyenangkan? apakah gadis itu cantik?"


"Cantik"


"Lalu kenapa kau tidak senang? seharusnya kau bisa memanfaatkan momen untuk mendekati gadis itu. Apa kau tidak percaya diri?"


"Hei aku sangat tampan jika kau melihatku pasti kau akan jatuh cinta padaku!"


"Hahaha! aku tidak percaya!"


"Tuan muda Aska-mu itu kalah tampan denganku. Percayalah"


Raya terbahak mendengar perkataan Belalang. Ia mengobrol cukup lama di telepon.


"Hmmm"


"Kau tidur? apa ceritaku membosankan?"


"Tidak, aku hanya merasa suaramu tidak asing di telingaku"


"Benarkah? apa suaraku sexy menurutmu?"


"Hahaha! kau bicara apa?! sudahlah cepat pulang ke rumah dan berbaikan dengan ayahmu. Lalu besok kau ke bandara dan jemput gadis cantik itu"


"Aku malas melakukannya"


"Ayolah Belalang coba saja dulu siapa tahu kau menyukai gadis itu nanti"


"Lalu bagaiman dengamu? apa kau akan mendekati Aska besok? apa kau punya trik baru untuk merebut perhatiannya?"

__ADS_1


"Entahlah, dia terlalu dingin dan keras kepala untuk ku dekati. Membayangkan wajahnya aku jadi kesal"


"Oh ya Raya apa yang kau sukai dari tuan muda itu?"


"Ummmm apa ya...senyumnya"


"Senyumnya?"


"Benar saat dia tersenyum wajahnya terlihat menyenangkan. Terlihat semakin tampan. Kalau dia tersenyum terlihat jelas lesung pipit di kedua pipinya" kata Raya sembari mengingat terakhir kali Aska tersenyum padanya. Itu sudah lama sekali sebelum Aska pergi ke luar negeri.


"Baiklah semoga besok kau melihat dia tersenyum"


"Tidak mungkin, wajahnya selalu dingin dan kaku tidak pernah tersenyum apa lagi denganku"


"Apa kau mau main tebakan? aku akan menebak besok tuan muda angkuh itu pasti tersenyum padamu"


"Benarkah? kenapa kau sok tahu? apa kau peramal?!" keduanya tertawa senang. Baru kali ini Raya merasa mendapat teman bicara yang sangat menyenangkan seperti si Belalang. Meski pria itu misterius dan tidak pernah Raya lihat sebelumnya tapi entah kenapa Raya merasa nyaman ketika bicara dengan pria asing itu.


"Sudah dulu ya, kau pulanglah dan minta maaf pada ayahmu. Aku harus membantu ibu menyiapkan pesanan kue"


"Baiklah Raya sampai besok lagi, aku akan menelponmu"


"Baik..."


Raya meletakkan ponselnya di atas meja di samping tempat tidurnya. Senyum manis mengembang di wajahnya. Ia berjalan ke dapur menemui ibu yang sedang menyiapkan adonan kue.


"Bu pesanannya banyak sekali?"


"Iya ini nyonya Ariani yang pesan"


"Nyonya Ariani?" Ibu mengangguk. Nyonya Ariani adalah mamanya Aska. Jika besok Raya harus mengantar pesanan kue berarti ia harus ke rumah keluarga Admaja. Terakhir Raya kesana adalah saat masih jadi teman satu kelas Aska dulu.


"Kenapa melamun ayo cepat bantu ibu"


"Iya bu" Raya dan ibunya membuat kue pesanan Ariani. Ada beberapa jenis kue kering yang di pesan dan sebuah cake strowbery kesukaan nyonya Ariani dan anak lelakinya, Aska.

__ADS_1


__ADS_2