
Siang itu Shanon mengunjungi toko kue milik ibu Raya. ia membeli banyak kue kering dan cake. Tentu saja alasnnya ke toko kue itu adalah untuk bertemu dengan Raya.
"Kau Raya?"
Raya terlihat bingung, sejenak ia ingat gadis cantik di hadapannya itu adalah gadis yang bersama Aska di pesta kemarin malam.
"Iya..." jawab Raya sembari tersenyum.
"Aku Shanon, bisakah kita ngobrol sebentar?" Raya terlihat ragu.
"Sebentar saja Raya ...aku janji tidak akan lebih dari dua puluh menit. bagaimana?"
"Baiklah, kita ke taman saja?"
"Ayo"
Keduanya berjalan kaki menuju taman kota yang letaknya tidak jauh dari toko kue milik ibu Raya. Shanon asyik memakan cups cake coklat yang terasa enak. Sembari berjalan kaki menikmati pemandangan yang tidak terlalu ramai. Siang itu cukup sepi, mungkin karena letak taman yang tidak berdekatan dengan gedung-gedung perkantoran jadi jalanya pun terasa lengang.
"Kau mau bicara apa?" tanya Raya setelah melihat Shanon menghabiskan dua cups cake tanpa bicara padanya.
"Oh iya maaf, ini enak sekali aku sampai lupa ingin bicara denganmu"
Keduanya tertawa, Raya merasa gadis kaya itu terlihat baik dan ramah. berbeda sekali dengan kebanyakan gadis dari keluarga kaya yang angkuh.
"Aska banyak bercerita tentangmu"
"Tentang aku?" Raya terheran mendengarnya.
__ADS_1
"Iya..bahkan si angkuh itu mempertaruhkan perjodohan kami sebagai mainan. Ia mengajakku kerja sama membohongi keluarga kami"
"Kerja sama?"
"Iya, tuan muda angkuh itu meminta ku pura-pura menjadi kekasihnya. Tapi dia lancang sekali karena berani mencintai gadis lain selain aku" wajah Shanon terlihat marah yang di buat-buat dan itu membuat Raya tertawa.
"Apakah dia seperti itu? setahuku dia tidak begitu" kata Raya.
"Ahaaa berarti kau tahu banyak soal dia ya?"
"Tidak juga, maksudku bukan begitu...aku hanya..."
"Sudah tidak apa-apa jangan merasa tidak enak begitu. Raya aku rasa dia menyukaimu"
"Siapa?"
"Tuan Aska?"
"Iya..."
"Tidak mungkin kami hanya teman di masalalu" Raya tersenyum getir.
"Teman di masalalu? bisa kau jelaskan padaku?"
"Hahaha nona Shanon kau lucu sekali, kau juga baik dan humoris"
"Hei jangan memanggilku nona panggil saja Shanon"
__ADS_1
"Aku dan tuan muda itu hanya berteman sewaktu kami di bangku sekolah menengah. Kebetulan aku mendapat beasiswa ke sekolah elit itu. Jadilah aku satu kelas dengannya"
"Lalu apakah dia tampan sewaktu sekolah?"
"Iya dia selalu tampan dari dulu hingga sekarang" Raya tersenyum menatap Shanon.
"Apa dia arogan dan menyebalkan sejak dulu?"
"Haha iya benar"
"Ah sudah kuduga, Raya apa kau tidak tertarik sama sekali padanya?"
"Dulu pernah tapi hanya mengagumi saja"
"Lalu apa sekarang kau sama sekali tidak menyukainya?"
"Tidak, aku tidak menyukainya" kata Raya sembari menatap kejauhan.
Kau menyukainya Raya, aku bisa melihat dari matamu dan senyum getir mu. Kau pasti sangat menyukainya....
"Kalau kau tidak keberatan, apa kita bisa berteman?" Shanon mengulurkan tangannya. Raya dengan senyum cerah menyambut tangan Shanon.
"Baiklah berarti mulai sekarang kita adalah teman!" Raya mengangguk setuju. Ia tidak keberatan berteman dengan nona kaya yang terlihat baik hati itu.
Shanon pergi dengan mobilnya, ia mengakui rivalnya kali ini memang berbeda. Raya terlihat manis dan menyenangkan. Ia juga apa adanya dan wajahnya menyiratkan ketangguhan. Meski bicaranya lembut tapi gadis itu terlihat kuat secara mental dan fisiknya.
Baiklah tuan muda jadi gadis ini yang berhasil merebut hatimu. Bisakah kau memberiku kesempatan untuk bersaing dengan Raya memperebutkan hatimu? jika aku kalah aku tentu akan mundur, tapi jika aku berhasil mengalahkan Raya dan menempati relung hatimu maka aku adalah pemenangnya dan aku tidak akan melepaskan mu Aska.
__ADS_1