
Aska merebahkan diri di samping Raya dan mengusap pelan perut Raya. Ia membayangkan jika Raya hamil pasti terlihat lucu. Perutnya buncit tapi Raya pasti semakin cantik.
"Kau sedang berpikir sesuatu?" tanya Raya yang memandangi wajah Aska.
"Hmmm...aku berpikir jika kau hamil maka perutmu buncit dan kau terlihat gendut. tapi aku sangat mencintaimu"
"Kau ingin aku segera hamil?" Raya tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Terserah kau saja, jika kau ingin segera memiliki anak maka kita harus rajin membuatnya" Aska melirik jahil, wajah Raya lagi-lagi memerah.
"Baiklah besok aku akan ke dokter kandungan untuk konsultasi"
"Aku akan temani"
"Tidak perlu sayang, kau kan bekerja. Biar aku sendiri saja"
"Tidak! aku akan tetap menemani"
"Baiklah"
Keesokan paginya Raya membuat janji dengan dokter untuk konsultasi. Ia ingin melakukan program kehamilan. Tapi sayang Aska ada meeting mendadak dan harus bertemu klien segera. Ia nampak bimbang membiarkan Raya seorang diri ke rumah sakit.
__ADS_1
"Tuan apa saya antar nona ke dokter?" Tan menawarkan diri karena biasanya juga ia yang mengawal Raya jika bepergian tanpa Aska.
"Tidak! enak saja. Nanti orang akan berpikir kalau Raya itu istrimu!"
"Terserah tuan saja"
"Bagaimana sayang apa konsultasinya tidak bisa di tunda besok saja?" Aska mencoba membujuk istrinya.
"Aku sudah ada janji dengan dokter, begini saja jika nanti meeting sudah selesai jemput aku di rumah sakit"
"Baiklah setuju, kau tunggu aku ya....sekarang beri aku hadiah dulu" Aska meraih pinggang Raya dan dengan agresif mencium bibir dan leher Raya.
Tan membenarkan letak kacamata minusnya. Ia berbalik badan dan berjalan menju mobil yang terparkir di halaman.
Raya pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter kandungan. Ia berkonsultasi tentang rencana kehamilan. Raya mendapat beberapa vitamin dan saran dari dokter. satu bulan lagi ia akan kembali untuk konsultasi. Raya berharap disaat itu ia sudah mengandung calon bayinya bersama Aska.
Di perjalanan ke rumah sakit Aska sempat melihat video wanita yang sedang hamil besar. Ia membayangkan Raya yang hamil dan perutnya besar seperti wanita itu. Untuk berjalan kepayahan dan terlihat tidak nyaman saat duduk maupun berbaring.
"Tan melihat wanita di video ini aku tidak tega jika Raya hamil besar"
"Saya rasa nona akan senang tuan"
__ADS_1
"Tapi lihatlah wanita ini terlihat kepayahan dan kesulitan melakukan gerakan sepele"
"Tenang saja tuan, anda bahkan belum melihat wanita melahirkan bukan?"
"Memang kau sudah pernah melihat?"
"Belum tuan saya dengar ceritanya saja hehe"
"Dasar kau Tan, memang apa yang terjadi dengan wanita melahirkan?"
"Lain kali saya akan carikan rekaman lengkap ilustrasi wanita yang akan melahirkan tuan"
"Baiklah tapi sebaiknya kau lihat lebih dulu sebelum kau berikan padaku"
"Baik tuan"
Dua orang pria yang tahunya bekerja dan membangun bisnis. Mereka tidak paham dengan wanita hamil dan melahirkan. Aska mulai cemas apa badan kecil Raya mampu untuk menanggung semua itu.
"Tenang saja tuan, hamil dan melahirkan adalah kodrat seorang wanita. Saya kira nona pasti akan sangat bahagia nanti"
"Benarkah? aku berharap ia tidak merasakan sakit Tan, aku tidak tega rasanya"
__ADS_1
Tan mengemudikan mobilnya menuju gedung parkiran rumah sakit. Tan membuka pintu mobil untuk tuan mudanya. Aska bergegas menuju lantai tiga tempat Raya berada. Ia masih menerka kira-kira berita apa yang akan Raya berikan padanya.